KUNG FU PANDA 2 : DARK OF THE PO

KUNG FU PANDA 2

Sutradara : Jennifer Yuh

Produksi : DreamWorks Animation & 20th Century Fox, 2011

Entah kenapa, subjudul awalnya, ‘The Kaboom Of Doom’, kemudian dihilangkan menjadi Kung Fu Panda 2 tanpa embel-embel. Ketika sebuah instalmen pertama berhasil mengukir pionir melalui resep yang pas buat tontonan penuh gegap-gempita sebuah blockbuster summer, diakui kritikus sekaligus mencetak box office dan penjualan merchandise sama raksasanya, tentu tak ada alasan untuk tak segera menggagas sebuah sekuel. Resep yang sangat berhasil memadukan fabel dengangayakung fu Asia dibalut komedi alaHollywoodyang dibawa Jack Black sebagai pentolan utama sang panda itu, kini tak membuat DreamWorks kehabisan akal mengeksplor plot barunya. Yang penting, ada background budaya Cina yang kental, martial arts action yang tak dibesut seserius film-film live action, dan komedi nyeleneh yang luarbiasa jenaka. Sekarang plus 3D dan tambahan pengisi suara yang jelas berlomba ingin terlibat pula. Apalagi mereka tahu senjata utamanya siap beraksi di belakang mereka. Seluruh ensembel pengisi suara yang seperti biasanya di produk-produk DreamWorks bukan nama tak dikenal, bersedia untuk kembali lagi. So let’s prepare!

Kembali ke masa jauh sebelum sepak terjang Po, adalah seekor peacock bernama Lord Shen (Gary Oldman), putra penguasa provinsi Gongmen di Cina yang berambisi menguasai seluruh negeri lewat kekuatan kembangapi. Ramalan kambing peramal, The Soothsayer (Michelle Yeoh) bahwa suatu hari Shen akan dikalahkan pendekar hitam putih, membuat Shen gusar. Instingnya langsung memerintahkan pengikutnya untuk menghabisi seluruh panda yang ada di Cina demi menghindari ramalan itu. Orangtua Shen pun marah dengan kekejaman anak mereka. Shen diusir, dan kemudian menyimpan dendam untuk kembali suatu hari nanti. Bertahun-tahun kemudian, Shen memang mewujudkan niatnya kembali bersama pasukan serigala (Danny McBride) serta gorilla guard (Michael Bell). Serangan pertama mereka ke konsil kung fu Gongmen berhasil mempecundangi dewan yang terdiri dari Master Thundering Rhino (Victor Garber), Storming Ox (Dennis Haysbert) dan Croc (Jean-Claude Van Damme). So, Po, sang Dragon Warrior yang tengah menjaga lembah kedamaian bersama The Furious Five; Tigress (Angelina Jolie), Monkey (Jackie Chan), Mantis (Seth Rogen), Viper (Lucy Liu) dan Crane (David Cross) pun ditugasi Master Shifu (Dustin Hoffman) untuk menghentikan sepak terjang Shen. Sama sekali Po tak menyadari bahwa ambisi Shen ternyata sekaligus menyimpan rahasia gelap ke asal-usul yang tak pernah bisa diingatnya selama ini. Dan ini semakin menyulitkan The Furious Five untuk menghadapi Shen yang ternyata jauh lebih tangguh dari perkiraan mereka.

Membawa kelanjutan sebuah franchise ke wilayah yang lebih kelam agaknya masih belum selesai menjadi trend di Hollywood. Darkened this and darkened that, kira-kira seperti itu. Namun itu juga berarti sebuah amunisi untuk menyelipkan luapan emosi yang dibutuhkan dalam dramatisasi plot, tak terkecuali bagi sebuah animasi. Now that Kung Fu Panda had been given that treatment, maka jangan heran, sekuel ini akan jauh lebih beremosi serta menyentuh ketimbang full ketawa-ketawa supergila di instalmen awalnya. Dan selayaknya sebuah gelaran martial arts yang penuh dengan koreografi keren, pastinya, fighting sequence berikut feel-feelnya juga akan berlangsung jelas lebih intens dari yang dibayangkan. Ditambah bantuan Charlie Kaufman yang merevisi skenario akhir dan Guillermo del Toro yang duduk di produser eksekutif, usaha itu pun kelihatan semakin berhasil.

Beberapa ensembel pengisi suara yang baru juga cukup berarti kecuali Van Damme yang numpang lewat saja (bukan adegan tapi dialognya). Namun semuanya ada di tangan seorang Jennifer Yuh Nelson yang sebelumnya berkiprah di head of story artist instalmen awal serta beberapa story artist film-film lain dari Dark City sampai Madagascar, yang mampu membawa sisi gelap itu tanpa harus mengorbankan potensi Po dkk sebagai amunisi ampuh tontonan semua umur. Fighting sequence mulai dari hand to hand fight, martial combat sampai ledakan cannon yang eksplosif, semua dihadirkan dengan intensitas seolah menyaksikan cult martial arts ala Shaw Brothers yang membuat kita menahan nafas menunggu nasib tokoh utama yang terus menerus dipecundangi di bagian-bagian awal. As for children, don’t worry, you can still laugh out loud, walau tak sekeras yang pertama dan sesekali mungkin ditambah dengan mata berkaca-kaca karena beberapa scene yang menyentuh. I believe too, sempalan romance antaraPodan Tigress disini mungkin juga kalian harapkan sejak lama. But not me, really. That’s a little bit too weird! Saya tak akan menampik kalau many times while watched the movie saya merindukan kualitas adegan curi-curi makan yang sangat memorable dan membuat perut sakit di film pertamanya, dan itu tak lagi terulang disini. But however, ini tetap bagus, dan prepare for the hint di penutup film yang membuka sejuta kemungkinan ke instalmen berikutnya tanpa mengharuskan Anda terlebih dahulu menunggu end credits selesai bergulir. Let’s wait forPo’s another adventure! (dan)

About these ads

~ by danieldokter on August 16, 2011.

5 Responses to “KUNG FU PANDA 2 : DARK OF THE PO”

  1. Nice review. saya makin suka Po dis ini. Dia kocak abis, dan walaupun konyol tapi nggak sampai tahap ‘nyebelin’.

    *mild spoiler* Saat Tigress melindungi Po, Saya seneng abis. Finally! That’s what the leading lady at action movie should be! Protect and support the male lead. Nggak cuma jadi damsel-in-distress yang mesti dlindungi 24 jam terus-menerus ama heronya. Gini nih hubungan yang seimbang.

  2. hahaha. sadis ah panda pacaran ama tigress :p *bukan spoiler lah, sah aja*. ga bisa dibayangin itu junior jadinya apa gambaran animasinya ntar :p. yup, ga bisa nyebelin sih kayanya, secara bulu CGI-nya lebih menggemaskan daripada ngeselin :D. tapi saya kangen kualitas adegan nyuri2 makan sambil latihan itu. yg ke 2 ini ga ada yg sampe bisa buat guling2 kaya adegan itu. but most of all, yes, satisfying sequel yg dibangun dari highlight yg beda. intensitas seru dan touchingnya bertambah, tapi ga drastis buat pakem lucunya jadi jauh.

    • Iya. Juga di sequel ini Po terus yg jadi pusat perhatian. Karakter Fast Furious lainnya cuma ‘sampingan’ doang. Padahal saya suka mereka, lho.

  3. [...] Kung Fu Panda 2 [...]

  4. [...] – Alain Gagnol and Jean-Loup Felicioli CHICO AND RITA – Fernando Trueba and Javier Mariscal KUNG FU PANDA 2 – Jennifer Yuh Nelson PUSS IN BOOTS – Chris Miller RANGO – Gore [...]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 7,275 other followers

%d bloggers like this: