MODUS ANOMALI : LET THE GAMES PLAY ON!

MODUS ANOMALI

Sutradara : Joko Anwar

Produksi : LifeLike Pictures, 2012

So what is a ‘mindfuck’ in terms of movies? Saya mengutip salah satu definisi yang rasanya paling tepat dari sebuah urban dictionary. ‘It’s a cinematic technique that uses misdirection to lead to an ending that is at first glance completely unexpected or contradictory, but its coherent and reasonable given hindsight and careful observation of the clues presented’. So yes. Di satu sisi, penonton mungkin seakan menerima penjelasan endingnya dengan tuntas, tapi ketika ditelusuri kembali tetap ada beberapa poin yang tidak sinkron. Anda bisa membicarakannya berulang-ulang, bumped in many different thoughts, dan ketika Anda mencoba menghubungkan semua, that’s when your mind got really fucked. Bisa jadi, kreatornya pun tak punya jawaban pasti. Or else, only God knows.

Dan membuat karya sinematis seperti itu bukanlah hal yang gampang. Tanpa harus membanding-bandingkan ke sineas luar, sinema Indonesia punya seorang Joko Anwar. Ia bisa halus ketika menulis skenario yang penuh punchlines, tapi bisa juga kasar luarbiasa. Tapi dalam karya-karya penyutradaraannya, meski awalnya hadir dengan ‘Janji Joni’ yang informatif tanpa mencoba bermain-main dengan pikiran, film-film selanjutnya, ‘Kala’ dan ‘Pintu Terlarang’ sudah menunjukkan kegilaan sangat liar, yang mungkin belum pernah kita temukan di sineas-sineas lain. Sambung-menyambung dengan segaris clue atau hint yang bisa saja saling berhubungan atau bisa juga tidak. Terserah Anda. Tapi karya terbarunya, ‘Modus Anomali’ ini memang spesial dan layak ditunggu. Tak usah heran kalau dari sebelumnya ia sudah meraih penghargaan Bucheon Award di Network of Asian Fantastic Film (NAFF) yang merupakan bagian dari Bucheon International Fantastic Film Festival di Korsel. World premierenya juga berlangsung di SXSW (South By Southwest Film Festival), Austin, Texas dengan beragam review yang menunjukkan kualitasnya sebagai salahsatu mastermind dalam genre sejenis. Ini juga tak jauh-jauh dari gaya Joko sebelumnya meskipun digagas dengan pendekatan yang sedikit terasa berbeda. Dan ia memang beruntung mendapatkan dukungan solid dari seorang Sheila Timothy yang punya visi sama. So when almost the whole plot filled with layered twist, I won’t spoil you with any details.

Seorang pria bernama John Evans (Rio Dewanto) terbangun di tengah hutan, tanpa identitas, dan kehilangan istri serta anaknya secara misterius. Satu-satunya yang bisa ia lakukan adalah mengumpulkan petunjuk untuk bisa menemukan mereka dan keluar hidup-hidup dari ancaman yang datang dari sosok pembunuh misterius yang terus mengikuti jejaknya.

Nanti dulu perkara plot, karena titel keren ‘Modus Anomali’ yang juga bisa punya beragam arti menurut pendapat Anda masing-masing, memang dirancang sebagai sebuah mindfuck movie ala Joko Anwar. It could be a new idiom, gabungan dari dua kata atau malah mindfuck seperti filmnya. Namun secara filmis, hampir seluruh bangunan produksinya digagas dengan detil luarbiasa. Dari production values ke detil-detil penggarapan lain, ini sungguh tak main-main seperti filmnya yang bernuansa sedikit trashy. And somehow I’m sure, ketelitian dari tiap sisi yang tampak sangat jelas itu tak akan mungkin menyisakan borok-borok filmis secara tak sengaja. Dari penggunaan bahasa yang keseluruhannya menggunakan bahasa Inggris dengan dialek dan intonasi (sangat) broken english serta takkan pernah terasa relevan apapun alasannya, dialog-dialog trashy serta beberapa mimik over tokoh utamanya yang diperankan dengan sangat intens oleh seorang Rio Dewanto, salah satu aktor paling menjanjikan dalam sinema kita belakangan ini, semua seakan merupakan rancangan dari permainan gila yang digelar Joko. Sebaris aktor pendukungnya dari Surya Saputra, Marsha Timothy, pendatang baru Hannah Al Rashid, Aridh Tritama, Jose Gamo dan Sadha Triyudha (yang terakhir ini juga ikut bermain dalam film pendek Joko yang dirilis online di hari Valentine lalu, Durable Love) juga bermain cukup baik.

Dan sekarang Joko mengajak kita jadi bagian dari kengerian misterius yang diset dibalik tampilan hijaunya hutan luas namun terkesan claustrophobic dengan kabin-kabin yang juga terasa sangat hidup. Kerja kamera yang dibesut Gunnar Nimpuno dengan teknik handheld/shakycam dan long shot juga membawa kita seakan ikut berpetualang mengikuti karakter John yang berlari kesana kemari mengumpulkan puzzle, kadang tersesat, sekaligus bertahan hidup di tengah deskripsi kesadisan yang cukup gory. Sound design dari Khikmawan Santosa pun sangat luarbiasa merekam detil-detil terkecil bunyi-bunyian alam hingga senjata dari atmosfer itu bersama skor penuh teror dari trio Aghi Narottama-Bemby Gusti-Ramondo Gascaro yang merupakan aset komposer terbaik sinema kita saat ini. Jangan lupa juga dua theme songnya yang semakin memberi kesan misterius, ‘Bogor Biru’ dari Sore serta ‘Humaway’ yang dibawakan sendiri oleh Joko Anwar.

So yes, Anda boleh saja menebak-nebak labirin penuh kepingan puzzle dengan hint demi hint yang digelar Joko ke dalam twistnya yang berlapis. Tentang siapa sebenarnya karakter-karakternya, apa motif-motif dari tiap twistnya, atau kemana arah tiap adegan akan berlanjut secara unpredictable. Walaupun dianggap sebagian orang lebih linear dari dua karya Joko sebelumnya, ini sebenarnya tak layak untuk dibanding-bandingkan. Selagi ‘Kala’ mengusung style noir dibalik fantasi luarbiasa-nya dan ‘Pintu Terlarang’ malah lebih menyerupai gruesome arthouse yang serba cantik, ‘Modus Anomali’ digagas lebih ke arah thriller-thriller trashy yang memuaskan selera Anda terhadap film-film penuh pameran kesadisan dan suspense yang super-duper intens. Coba tonton lebih dari sekali, and just when you thought you’ve got it all, akan terus ada pertanyaan tak terjawab, dan disanalah sebenarnya Joko sudah sukses menggempur permainan mindfuck-nya ke pikiran Anda. Now press play, feel the fear and let the games play on! (dan)

About these ads

~ by danieldokter on April 26, 2012.

2 Responses to “MODUS ANOMALI : LET THE GAMES PLAY ON!”

  1. [...] MODUS ANOMALI [...]

  2. [...] Modus Anomali [...]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 6,759 other followers

%d bloggers like this: