LOVELY MAN : SURVIVAL OF HEARTS

LOVELY MAN

Sutradara : Teddy Soeriaatmadja

Produksi : Karuna Pictures & IFI (Investasi Film Indonesia), 2011

Percaya atau tidak, memprediksi film kita sekarang-sekarang ini cukup mudah. Lihat nama sutradaranya, dan meski ada satu-dua anomali dalam karya-karya mereka, ini lebih merupakan jaminan ketimbang barisan nama bintang-bintangnya, yang masih sering menyeberang ke banyak tipe produksi. Nama Teddy Soeriaatmadja pun begitu. Dari kiprah awalnya di ‘Banyu Biru’, film yang bicara dengan artistisme gambar, film-film selanjutnya bukan film sembarangan. Oke, ‘Namaku Dick’ mungkin kelewat ngebanyol untuk style-nya, dan remake ‘Badai Pasti Berlalu’ yang ditunggu-tunggu punya kesalahan kecil di skenario yang tak update tentang penyakit diabetes dibandingkan kenyataan pada era film aslinya. Tapi ‘Ruma Maida’ adalah karya yang cukup baik, dan jangan pernah lupakan ‘Ruang’, salah satu romantisme terbaik dalam sejarah sinema kita dibalik semua keindahannya.

Now don’t get me wrong. Sekali dua kali, bintang, justru jadi faktor yang paling berjasa membuat sebuah film jadi begitu bersinar. Begitu bercahaya. Dari jauh-jauh hari, kita sudah mendengar berita kemenangan Donny Damara di Asian Film Awards 2012, Hong Kong, mengalahkan Andy Lau dalam ‘A Simple Life’. So now we got a chance to see this on theatres setelah beberapa waktu melanglang buana dari festival ke festival dengan prestasi yang juga bukan main-main, dari pemutaran perdananya di Q! Film Festival, Special Mention Awards di Osaka Asian Film Festival 2012 sampai Best Film dan Best Director di The Golden Reel Awards, Tiburon International Film Festival 2012, San Francisco, AS, you better not miss this.

Cahaya (Raihaanun), seorang gadis pesantren yang dari kecil tak pernah mengenal ayahnya memutuskan untuk pergi ke ibukota mencari sosok sang ayah. Namun yang didapatinya benar-benar jauh dari harapannya. Syaiful/Ipuy (Donny Damara) ternyata tak lebih dari seorang waria yang tiap malam menunggu langganan di tengah jalan. Tapi ikatan adalah ikatan, dan di tengah jalanan malam yang mereka susuri, hubungan yang hilang itu mulai terbangun lewat problem dua manusia dengan jiwa terluka ini.

Teddy yang mengaku mendapatkan idenya dari sebuah reallife scene yang disaksikannya memilih untuk membesut ‘Lovely Man’ dengan segudang kesederhanaan. Hanya dengan kamera handheld tanpa tripod, lighting minim dan  shot-shot dengan soft focus, lewat sinematografi Ical Tanjung, Teddy mungkin tak pernah menyadari bahwa ia tengah membangun sebuah keajaiban dari dua cast utama yang menerjemahkan skenario bagus hasil tulisannya, lengkap dengan dialog-dialog yang terdengar luarbiasa wajar, believable, tak pernah sekalipun terlepas dari koridor konflik-konfliknya, namun tetap bisa menyentuh dasar hati terdalam tiap pemirsanya. Setting outdoor-nya pun tetap terasa se-claustrophobic jiwa karakternya. Plot-plot sampingannya mungkin sedikit klise, tapi Teddy menyiasatinya dengan baik untuk tak lantas berakhir dengan ending cemen.

Dan di departemen cast yang minim karakter itu, selayak kemenangan Donny Damara di ajang Asian Film Festival, Anda akan terkejut setengah mati mendapati aktor remaja yang dulu kerap menghiasi film-film kita di era ‘90an bertransformasi menjadi seorang waria dengan gestur dan intonasi sempurna. Begitupun,  penyelaman karakternya sebagai sosok seorang ayah tak pernah sekalipun dibiarkan lepas dalam intensitas yang terus meningkat bersama turnover karakter itu. Interaksinya juga terjalin dengan chemistry luarbiasa terhadap Raihaanun, muse sekaligus reallife wife Teddy yang muncul sama baiknya. Dengan kecanggungan sempurna seperti premisnya dan tak harus meledak-ledak tanpa arah. Believable at the strongest intensity as she can be.

Di tengah kombinasi penggarapan serba sederhana itu, ada satu lagi faktor yang harus dicatat dari ‘Lovely Man’. Skor garapan Bobby Surjadi, that even at times may sounded too Hollywood dengan penggalan komposisi klasik Claude Debussy, ‘Clair de Lune‘ dibalik pameran arthouse-nya, berhasil membangun emosi tiap adegannya secara mendalam. So inilah keajaiban itu. Di tengah premisnya yang luarbiasa sederhana menggambarkan penderitaan demi penderitaan, ‘Lovely Man’ hadir dengan interaksi pencarian hubungan yang hilang semanis hasil penggarapannya. Anda bisa merasa miris setengah mati, tapi tetap akan tersenyum melihat sentuhan humanisme yang digelar Teddy ke dalam ‘Lovely Man’. This is a survival of hearts with plenty of them, and I’m gonna tell you once again. Ain’t nothing like movies that can put a smile on your lips and wet your eyes at the same time. (dan)

About these ads

~ by danieldokter on May 10, 2012.

9 Responses to “LOVELY MAN : SURVIVAL OF HEARTS”

  1. Wow, awalnya saya sempat skeptis terhadap film ini gara2 posternya yang buruk itu. Belum lagi Indonesia kurang bisa mengangkat tema transgender ini sebaik dan seelegan film – film sejenis produksi negara lain (terutama hollywood). Setelah baca review pak dokter ini, jadi pingin nonton :P hahaha. Apalagi kemenangan actor utama-nya mengalahkan Andy Lau. Pasti penggambaran waria di film ini tidak murahan.

    Dari skala 1-5 kasih berapa om? hehe

  2. :). I wouldnt say buruk, tapi sederhana. ya sesederhana penggarapannya, tapi hasilnya, luarbiasa :). 1-5? 4.5 cukup layak :)

  3. Menurut saya posternya keren. Kontras banget waria dan cewe berjilbab. Filmnya juga keren, menyentuh dan akting donny dan raihanun juara.. Sangat natural.. Saya berani kasih ponten 4.5 dari skala 5

  4. film yang menyentuh.. huaa nangis2 deh nontonnya terutama adegan main gitar di warung :( kepikiran sama Ipuy apa kabar ya skrg? huhu

  5. Gan, salam kenal.
    Skalian mohon ijin repost, tapi kalo agan tidak berkenan besok saya hapus kok.
    Smoga boleh…
    alamat repost ane http://dheroize.wordpress.com/2012/05/15/lovely-man-di-danieldokter/

  6. [...] LOVELY MAN [...]

  7. [...] Lovely Man [...]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 6,759 other followers

%d bloggers like this: