5 CM : PERSAHABATAN DAN NASIONALISME KAGETAN

5 cm.

Sutradara : Rizal Mantovani

Produksi : PT Soraya Intercine Film, 2012

5cm1

Ok. Sebut 30, 40, bahkan 50 judul film Indonesia yang beredar dalam setahun. Bukan soal bagus tidaknya, but at least, yang punya taraf produksi layak. Bukan horor kacrut atau tema-tema yang menyerempet seks. Lalu berterimakasihlah pada kru yang disebut sebagai Director of Photography (DoP). Yang bertanggungjawab pada sinematografi sebuah film. Inilah pahlawan-pahlawan film kita sekarang, yang rata-rata, seperti kebanyakan artisnya, menawarkan kecantikan luarbiasa dari pengejawantahan sebuah tontonan. Seperti makanan di daftar menu restoran, ia selalu enak untuk dilihat. Tapi rasanya, nanti dulu.

5cm7

Dan film, jelas butuh lebih dari sekedar sinematografi cantik. Lagi-lagi seperti makanan, ada banyak unsur yang membangunnya jadi enak buat dinikmati, dengan rasa yang bisa tinggal lebih lama di indera kita. Salahnya, dalam terms film kita, film Indonesia, ada satu unsur yang jarang sekali bisa tergarap dengan baik. Skrip. Yang akan menentukan sejauh mana kekuatan komunikasinya pada penonton. Jadi jangan heran, akan sering sekali ketika kita menaruh harapan besar ke sebuah film dibalik kecantikan sinematografi itu, hampir selalu ada rasa yang hilang di dalamnya. But then again, penonton kita memang rata-rata lebih suka sesuatu yang serba instan namun semu dibalik kecantikannya. Padahal, film yang betul-betul baik, bukan seperti itu.

5cm5

So this is ‘5 cm’. Film adaptasi novel best seller yang sudah lama dinantikan banyak penggemarnya. Diangkat dari novel besutan Donny Dhirgantoro, deretan cast-nya juga sudah dari jauh hari dibicarakan. Maklum, ini adalah adaptasi, dimana karakter-karakternya akan jadi faktor penting dalam bangunannya. Dan novel itu, memang punya kans besar menarik hati pembacanya dari tema klise persahabatan dan nasionalisme dari quote-quote puitis yang bisa menyentuh. But beware. Bahasa film, sama sekali bukan bahasa novel.

5cm3

Tahun demi tahun terus bersama-sama dalam persahabatan mereka, Genta (Fedi Nuril), Zafran (Herjunot Ali), Riani (Raline Shah), Ian (Igor Saykoji) dan Arial (Denny Sumargo), membuat Genta mengusulkan sebuah tantangan untuk mencegah kebosanan. Tiga bulan tanpa komunikasi dan hubungan apapun, untuk memberikan kesempatan mengejar impian pribadi masing-masing, dengan sebuah janji untuk bertemu dalam waktu dan tempat yang ditentukannya kemudian. Waktu berlalu, dan mereka berlima plus adik perempuan Arial, Dinda (Pevita Pearce), akhirnya bertemu di sebuah stasiun kereta api, dimana Genta mengajak mereka menempuh sebuah perjalanan tak biasa demi menguji hubungan persahabatan mereka. Mendaki puncak tertinggi Jawa tepat di tanggal 17 Agustus. Mahameru.

5cm2

Ah ya. Tak akan ada yang berani menampik kemegahan yang dihadirkan seorang Yudi Datau dalam gelaran sinematografinya, terlebih di paruh kedua film yang menampilkan sisi-sisi keindahan alam dalam perjalanan mereka mendaki Gunung Semeru, yang kabarnya benar-benar ditempuh oleh seluruh kru dengan segala tantangan yang ada. Chemistry keenam pendukung utamanya, juga membuat feel persahabatan itu benar-benar hadir dengan lekat dibalik komunikasi yang begitu lancar ke penontonnya. You’ll be ended up feel ‘that’s me’, ‘that’s my friend’ ke masing-masing karakter yang berbeda serta dibangun Rizal Mantovani lewat skrip keroyokan Donny, Hilman Mutasi dan Sunil Soraya secara cukup detil di paruh pertamanya. Just like everybody’s story, skor dari Nidji dan The Future Conspiracy, sound besutan Khikmawan Santosa  berikut lagu tema dari Nidji, ‘Samudera Di Atas Awan’ juga semakin menambah feel epik dalam pengadeganannya.

5cm9

Namun di paruh kedua yang semakin menunjukkan kekuatan visual ini juga storytelling-nya mulai kehilangan fokus. Tak usah dulu jauh-jauh memperhitungkan logika persiapan naik gunung, berpetualang dengan alam, ketimpangan detil mIRC dengan gadget yang digunakan atau bahkan kecintaan pencinta klub bola dengan impian kuliah di luar, and I really don’t know about the novel, tapi fokus itu perlahan mulai terpecah. Tema persahabatan yang sudah terbangun begitu cantik dibalik detil-detil karakter dengan sempalan humor yang sangat lepas ke penonton, mendadak sontak berbelok drastis ke sebuah nasionalisme kagetan yang dibangun tanpa benang merah sedikit pun. Konflik-konflik lainnya seakan dipaksakan untuk muncul tanpa logika, dan keenam karakter itu seakan berebutan untuk menyampaikan quote-quote berbahasa novel yang sangat kaku seperti deklamasi atau membaca buku pelajaran PPKN di tengah gambaran upacara, kibaran bendera dan tone cinta Indonesia yang datang begitu tiba-tiba.

5cm6

Dan mereka masih keterusan memanjang-manjangkan adegan tanpa sadar klimaks-nya sudah jauh tertinggal di belakang, tanpa berusaha sedikit pun meninggalkan kesan dari koneksi-koneksi yang sudah dimulai sejak awal. Lebih parah lagi, esensi 5 cm sebagai metafora mengejar impian seperti dalam novelnya itu pun ikut lewat begitu saja dengan romance twist yang lagi-lagi, tak berusaha untuk dibangun lebih di bagian-bagian awal. Somehow, they choose to left us with a soulmate atmosphere yang sangat tak relevan menuju penghujung durasi panjang 130 menit-nya, yang akan membuat sebagian penonton bertanya, apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh film ini, di momen peredaran yang tak tepat pula buat atmosfer 17 Agustus-annya?

5cm4

Jadi begitulah. Meski keseluruhan hasil dari semua potensi akting, humor-humor yang lepas, chemistry erat serta sinematografi cukup epik itu bukan jadi sesuatu yang jelek, malah dengan banyak sisi yang tak bisa ditinggalkan sebagai pujian, apalagi antusiasme penonton ke peredarannya tergolong sangat luarbiasa dalam keperluan dukungan lebih ke perolehan penonton film kita yang sedang anjlok-anjloknya, ‘5 cm‘ lagi-lagi jadi persembahan sinema kita yang kerap tak bisa tampil total. Saya tak tahu harus geram, gemas atau kecewa luarbiasa. Tapi ini sayang sekali. Benar-benar sayang sekali. (dan)

About these ads

~ by danieldokter on December 19, 2012.

3 Responses to “5 CM : PERSAHABATAN DAN NASIONALISME KAGETAN”

  1. novelnya juga ngga enak bang, le to the bay…..trus naik gunung rambut ngga diikat? -______-

  2. [...] 5 cm [...]

  3. Bahas juga The Act of Killing/Jagal dong….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 7,181 other followers

%d bloggers like this: