HABIBIE & AINUN : TRUE LOVE, FOREVER LIVES ON

HABIBIE & AINUN

Sutradara : Faozan Rizal

Produksi : MD Entertainment & Dapur Film, 2012

HA7

Ok. I’m gonna read you an SMS from my dad right after he watched this movie. ‘Hehehe… Baru lihat film Habibie, it reminds me to Mama waktu kami pacaran dan menghadapi Mama sakit sampai ke HUKM’ (nama sebuah rumahsakit di negeri tetangga). It might starts with ‘hehehe…’, tapi siapapun yang membaca SMS itu, pasti bisa tahu, kalau pengirimnya, adalah salah satu penonton yang punya kedekatan dengan fim ini. Ah ya, we lost Mom after three months in the hospital, and dad moved on with their memories. So, dari sekian banyak orang yang ditinggal sang pasangan dan kemudian bertahan sendirian, pasti juga cuma punya satu alasan. Itu juga yang menjadi esensi dari film yang diangkat dari novel berjudul sama, yang ditulis sendiri oleh Bacharuddin Jusuf Habibie, Presiden ketiga kita dan satu dari segelintir putra bangsa yang sudah berjasa mengembangkan industri penerbangan negeri ini. Meski sedikit banyak berisi biopik kisah hidupnya, termasuk konflik-konflik seputar masa pemerintahannya, dari seorang menteri hingga Presiden, novel itu, basically, adalah sebuah love story yang akan membuat banyak orang merasa tersentuh ketika membacanya. Karena kisah Habibie-Ainun adalah everybody’s story. Dan esensinya, adalah cinta.

HA3

Tak heran, dari rencana pembuatannya, hingga teaser trailer itu diluncurkan, dengan penggalan-penggalan akting Reza Rahadian yang dari awal sudah terasa sangat kuat mencoba masuk ke sosok Habibie dibalik perbedaan nyata fisik mereka, film ini sudah menarik perhatian banyak orang. Bukan saja karena adaptasi novel memang punya dayatarik tersendiri buat minat dan antusiasme penonton. Buat sebagian penonton yang lain, sineas yang ada di belakangnya, cukup melegakan. Faozan Rizal, yang sudah malang melintang sebagai Director of Photography (DoP) di film-film cukup bagus, dari ‘Banyu Biru’ yang cantik ke deretan film-film Hanung Bramantyo, dan lagi, film ini juga didukung Dapur Film yang juga dimotori Hanung.

HA4

Hanya ada satu faktor mungkin yang mengundang keraguan. Bahwa PH yang ada di belakangnya adalah MD Pictures (katanya karena Habibie dan Ainun menggemari sinetron ‘Cinta Fitri’ yang diproduksi MD), yang bila Anda rajin mengikuti perkembangan film kita, akan tahu banyak cerita miringnya. Dari kasus ‘Kala’-nya Joko Anwar hingga sederet film berpotensi bagus yang jadi hancur lebur di bawah benderanya. Salah satunya, ‘Di Bawah Lindungan Ka’bah (DBLK)’ yang sangat memalukan tempo hari. Dan benar saja, ‘Habibie & Ainun’ juga masih tak lepas dari visi rumah produksi-nya yang bisa dibilang mencari untung tanpa kompromi, tapi untunglah, keterlibatan para penggarapnya dari tim Dapur Film, termasuk skrip yang ditulis oleh Ginatri S. Noer dan Ifan Adriansyah Ismail (mudah-mudahan tanpa intervensi biasanya dari orang-orang luar yang ada di list produsernya), bisa menutupi product placement yang sama memalukannya dengan ‘DBLK’ tadi. Dari snack, sirup markisa, kosmetik hingga produk bank, secara sangat kasar dan tak rapi. So, ‘Habibie & Ainun’ juga masih meninggalkan gerutuan dan cemoohan dari sana, namun kenyataannya, dengan kekuatan penggarapan itu, kita layak bersyukur, bahwa bersama ‘5 cm’, ‘Habibie & Ainun’ berhasil mengembalikan kepercayaan penonton kita dengan perolehan penonton yang drastis menanjak di penghujung tahun ini. Semoga ini bisa terus berlanjut.

HA5

Dan kisah cinta ini dimulai dari masa SMP Rudy (begitu ia dipanggil) Habibie (Esa Sigit)  dan Hasri Ainun (Marsha Natika). Pertemuan kembali keduanya di tahun 1962 langsung membuat Habibie (dewasanya diperankan Reza Rahadian) terpesona dan jatuh hati pada Ainun (dewasanya diperankan Bunga Citra Lestari). Kala itu, Habibie tengah istirahat sementara dari kuliahnya di Jerman, jurusan teknik penerbangan, karena penyakit tuberkulosis yang dideritanya, sedangkan Ainun sudah menjadi dokter muda. Ainun kemudian menyetujui lamaran Habibie, mengorbankan mimpinya untuk mendukung visi dan impian Habibie berjuang meraih gelar di bidang konstruksi pesawat terbang demi memajukan IPTN negerinya. Keduanya pun berjuang bersama dalam kehidupan baru di negeri orang. Dari sini, kisah cinta itu bergulir hingga Habibie diangkat menjadi Menteri, Wakil Presiden dan kemudian menjadi Presiden menggantikan Soeharto (Tio Pakusadewo) yang lengser di tahun 1998, di tengah dukungan Ainun yang tak pernah sekalipun beranjak dari sisinya hingga akhirnya takdir memisahkan mereka. But their love, lives on.

HA2

Lebih dari faktor utama yang paling diperlukan ‘Habibie & Ainun’, chemistry dua pemeran utamanya yang membuat kita percaya terhadap sebuah kekuatan cinta dibalik sisi historikal karakter-karakternya, kredit terbesar dalam ‘Habibie & Ainun’ layak diberikan pada Reza Rahadian. Dibalik perbedaan jelas fisik mereka, tanpa harus di-make-up berlebihan, tak juga perlu merubah potongan rambutnya, Reza menampilkan akting terbaik dalam sejarah karirnya, melebur menirukan mimik, gestur hingga intonasi Habibie yang sangat khas. In almost every move, yang kita lihat di layar lebar bukan lagi Reza melainkan Habibie. Dan bukan berarti Bunga Citra Lestari tak ikut bersinar memerankan Ainun. Meski kerap banyak dipertanyakan, seperti biasa, akting remarkable Bunga yang sering jadi penyelamat dalam film-film biasa yang diperankannya, turut memberi warna dalam chemistry sempurna itu.  Pergolakan batinnya, perhatian dan kekhawatiran seorang istri terhadap sang suami, hingga ketegarannya menghadapi takdir di akhir hidupnya, dibawakan dengan sangat baik oleh Bunga.

HA1

Skrip besutan Gina dan Ifan juga menjadi faktor pembangun yang hadir dengan sangat baik. Detil-detil dialognya terjaga dengan kecermatan tinggi hingga selipan dialog-dialog resmi sesuai zaman serta bahasa asing yang well-blended ke storytelling-nya, termasuk dialog tentang pesawat yang hadir dalam trailer-nya, thrill-thrill yang dibangun menarik dari sempalan komedi hingga gambaran komikal beberapa konfliknya tanpa harus kelebihan porsi, meskipun di bagian tengah yang memuat konflik-konflik pemerintahan Habibie terasa kurang berani dan sedikit terganggu dengan penampilan Hanung Bramantyo sebagai salah satu karakter antagonis yang agak berlebihan. Namun yang terpenting, tentunya adalah bangunan atmosfer romansa-nya yang mampu muncul dengan dialog-dialog yang sangat believable. Satu keseimbangan pencapaian yang jarang didapat di film-film kita. You’ll laugh, smile and even cry at many scenes. Bahkan istilah-istilah memorable dalam kisah nyatanya, ‘Gula Jawa’ dan ‘Gula Pasir’ yang disematkan Habibie buat Ainun ikut dimunculkan secara cukup ikonik.

H8

Kekuatan selanjutnya adalah detil-detil penggarapan yang hadir dengan baik sekali di tangan Faozan, Hanung beserta timnya. Dari set dan lokasi yang tampak tak menyia-nyiakan bujet gedenya, meskipun beberapa efeknya masih terlihat agak mentah, namun mampu tertutupi oleh sinematografi Ipung Rachmat Syaiful secantik kisah sejatinya, tata artistik yang sangat cemerlang dari Fauzi, hingga ke kecermatan tata rias dan tata kostum dari Retno Ratih Damayanti.  Skor dari Tya Subiakto Satrio juga bekerja dengan baik memberi penekanan emosi bersama theme song ‘Cinta Sejati‘ ciptaan Melly Goeslaw yang dinyanyikan Bunga Citra Lestari, plus pengaturan akting sebagian pemeran pendukung lainnya yang hadir dengan detil cukup terjaga. Sekali lagi, etos kerja yang sangat terlihat punya keseriusan tinggi dalam penggarapannya.

HA9

So that leaves MD Pictures dengan keputusan konyolnya dalam product placements itu. Tak peduli atas alasan kebutuhan dana, tampilan iklan dalam sebuah produk bernama film, tak seharusnya sekasar ini dan bisa lebih disiasati. Meski borok-borok ini tak sampai menenggelamkan kualitas penggarapan yang begitu cemerlang dari tim Dapur Film berikut cast utamanya, kalian tetap merupakan contoh memalukan bisnis film bangsa ini, yang sangat perlu buat dibenahi. Mari menganggapnya sebagai riak kecil, and let the sinners take the blame. Toh penonton kita tak lagi bodoh untuk menilai. Selebihnya, ‘Habibie & Ainun’ punya sejuta alasan untuk bisa jadi tontonan yang mencuri hati, selain dengan sineas-sineas yang masih punya hati, karena apa yang menjadi esensinya adalah everybody’s story. Our story. Cinta sejati, sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari yang bisa dialami setiap orang. And I’m gonna leave you with Habibie’s last note to Ainun. May true love, forever lives on. (dan)

Surat terakhir B. J. Habibie untuk Alm. Hasri Ainun Habibie :

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,
dan kematian adalah sesuatu yang pasti,
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat adalah kenyataan
bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang,
sekejap saja,lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati,
hatiku seperti tak di tempatnya,
dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.

Kau tahu sayang,
rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,
pada kesetiaan yang telah kau ukir,
pada kenangan pahit manis selama kau ada,
aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.

Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua,
tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia,
kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.

Selamat jalan,
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.
Selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
selamat jalan, calon bidadari surgaku ….

B.J. Habibie

HA6

About these ads

~ by danieldokter on December 24, 2012.

11 Responses to “HABIBIE & AINUN : TRUE LOVE, FOREVER LIVES ON”

  1. Review yang luar biasa, love the movie :-)

  2. Belum nonton sih tapi, still, saya rasa si Reza miscast… I really can’t imagine Habibie setinggi dan setegap itu…

  3. Belum nonton sih tapi saya rasa Reza miscast… I still can’t imagine Habibie setinggi dan setegap itu…

  4. Hahaha.. reviewnya cukup menarik..
    Jujur, kalo aja yg produserin bukan si MD, saya mgkn akan nonton.. tp berhubung udah terlanjur ilfil sm itu PH, plus yg maen si BCL, jadinya males.. pernah liat komennya si MD di salah satu media, dia bilang make BCL dgn alasan komersil.. anjir dah..
    Product placementnya emg parah bener, ya? haha..

  5. [...] HABIBIE & AINUN [...]

  6. [...] Habibie & Ainun [...]

  7. wah, reviewnya keren banget, bang. ini yg nulis pasti pernah bikin film, tahu banget cara bikin film dgn penonton jutaan orang, bukan kayak orang lain yg cuma nonton saja. bravo.

  8. [...] ^ HABIBIE & AINUN : TRUE LOVE, FOREVER LIVES ON [...]

  9. film nya keren banget… lebih keren dari film yang selama ini aku tonton. kesan serta motivasi dari film ini bagus banget. nggak puas kalau nonton cuma 1x aja. haha,, rencana pengen nonton lagi dan carii vcd original nya. dan tentunya novelnya :) congrats to BCL dan Reza Rahardian. Akting nya kena chemistry nya banget :) Success

  10. Sruh bgt n Ak sngt trsntuh dgn film ni, n kisah mnbwt ak trmotivasi tok sma dgn sosok habibie n mncari sosok sprti ainun

  11. Great review! :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 6,819 other followers

%d bloggers like this: