PARKER : STATHAM-ESQUE MEETS OLD FASHIONED CRIME ADAPTATIONS

PARKER

Sutradara : Taylor Hackford

Produksi : Incentive Filmed Entertainment, Sierra Pictures, Sidney Kimmell Entertainment, FilmDistrict, 2013

P11

            Di tengah gempuran comeback-nya 80s – 90s action heroes belakangan ini, dari segelintir aktor sekarang yang bisa solid mempertahankan kualitasnya sebagai action hero, jelas ada nama Jason Statham. Semua orang tahu itu. Tapi sesekali, ia juga kelihatan ingin mengeksplor peran-peran beda, walau juga tak terlalu melangkah jauh dari comfort zone-nya di nuansa action, memang. Ada ‘Blitz’ yang lumayan dengan straight cop vs killer homage ke 80s euro crime thriller, dan ada juga ‘13’, which sunk big time. Sekarang, Statham melangkah dengan ‘Parker’, dan ini merupakan kombinasi yang beda lagi. Still with Statham’s fist and bullets action style, ada nama Taylor Hackford, dibalik nafas adaptasi dari crime novel berusia lebih dari 50 tahun karya Richard Stark, pseudonym dari Donald E. Westlake, penulis crime fiction terkenal disana. Ah ya, semua movie-buffs pasti tahu bahwa Hackford, the real life husband of Helen Mirren dan sekarang jadi Presiden dari ‘Directors Guild Of America’ ini bukan sutradara main-main. Generasi 80an mengenalnya dari ‘Against All Odds’, ‘An Officer And A Gentleman’, dan ‘White Nights’, sementara yang lebih baru, ‘The Devil’s Advocate’, ‘Proof Of Life’, dan ‘Ray’ yang memberinya nominasi Oscar’s Best Director. Semua adalah film-film yang tak sembarangan.

P7

            Menjadi instalmen baru dari karakter Parker yang sudah muncul dalam 24 dari 28 karya Westlake dengan pseudonym Richard Stark, dan sudah diadaptasi ke film berkali-kali pula termasuk lewat novel pertamanya ‘The Hunter’ ke ‘Point Blank’ (1967) dan ‘Payback’ (1999). ‘Parker’  ini diangkat dari novel ke-19-nya yang bertitel ‘Flashfire’ (2000) dan menjadi film adaptasi pertamanya yang tetap menggunakan nama Parker. Sesuai dengan gaya Westlake, Hackford membesut ‘Parker’ dengan old fashioned crime action style yang populer sepanjang 80 ke 90an. Sociopath antihero, hot sidekick yang hampir selalu jadi damsels in distress dibalik motivasi-nya berinteraksi dengan karakter utama, heist themes, seringkali gone berserk, serta latar set westcoast yang cantik. Ini seperti ‘The Specialist’-nya Luis Llosa (1994) yang lebih dikenal sebagai filmnya Sylvester Stallone dan Sharon Stone, atau dalam cakupan yang lebih sempit, ‘Cat Chaser’-(1989)-nya Abel Ferarra dengan cast Peter Weller dan Kelly McGillis yang juga diangkat dari novel Elmore Leonard, seorang penulis dengan spesialisasi yang mirip. Crime fictions. So we can see, mengapa Hackford kali ini mau menangani Statham yang biasanya lebih dikenal lewat brainless action tanpa isi lebih. Daya tarik jualannya yang lain, tentu saja Jennifer Lopez aka J-Lo, yang mengaku sesekali ingin kembali beraksi dalam tema-tema action setelah lama stuck di sejumlah drama dan rom-coms.

P6

            Berbeda dengan kriminal biasa, Parker (Jason Statham) adalah kriminal profesional yang memegang teguh prinsip dan kode etiknya tak melukai orang tak bersalah. Atas rekomendasi ayah kekasihnya, Claire (Emma Booth) sekaligus mantan partnernya, Hurley (Nick Nolte), Parker menyetujui untuk bekerja bersama 4 kru lain ; Melander (Michael Chiklis), Ross (Clifton Collins, Jr.), August Hardwicke (Michah Hauptman) dan Carlson (Wendell Pierce) dalam sebuah perampokan. Misi itu berhasil namun Parker dikhianati dan ditinggalkan dalam keadaan sekarat. Parker yang berhasil selamat kemudian merancang pembalasan dendam, walaupun resikonya membahayakan Hurley dan Claire karena Hardwicke ternyata punya koneksi ke organisasi mafia besar, melacak 4 orang ini ke Palm Beach dimana mereka merencanakan sebuah perampokan jauh lebih besar dari sebelumnya. Disinilah ia bertemu dengan Leslie Rogers (Jennifer Lopez), agen real estate desperate yang kemudian membantu Parker menjebak satu-persatu orang-orang yang mengkhianatinya.

P4

            So this is Hackford, dengan kualitas directing-nya yang tetap sangat menonjol meskipun dalam keseluruhannya ‘Parker’ tetaplah sebuah crime action yang tak menawarkan sesuatu yang benar-benar spesial. Selagi di satu sisi ia memberikan Statham keleluasaan untuk beraksi dengan tipikalitas action-nya di tengah peluru dan tinju, termasuk highlight action scene one on one bloody brutal fight antara Statham dengan Daniel Bernhardt, aktor laga 90an yang muncul sebagai algojo mafia yang menyeramkan, di sisi lain, ia tetap mempertahankan old style crime adaptations di tengah elemen-elemen novelnya. Di pemilihan Statham sebagai Parker pun, cast-nya jelas tak salah. Ini memang sangat Statham. Karakter J-Lo sebagai Leslie juga cukup mendapat eksplorasi cukup penting dengan batasan-batasan yang pas serta tambahan karakter ibu cerewetnya (Patti LuPone) dan Bobby Cannavale sebagai Jake the crushed policeman, sebagai sidekick Parker yang memberikan kesegaran beda di tengah crime theme-nya. Getting out of her typical glamourism, J-Lo tampil cukup bagus memerankan Leslie tanpa sekalipun meninggalkan eksotisme seksi-seksiannya. Sayang karakter Nick Nolte sebagai Hurley tak diberi kesempatan lebih dengan status remarkable aktornya yang cukup besar.

P3

            Namun begitu, penelusuran Hackford yang sangat tipikal di sempalan-sempalan romance dalam film-filmnya pun kembali terulang disini. Might be, Hackford hampir selalu mengeksplor seducing exotism aktrisnya secara lebih, apalagi karakter hot sidekick itu memang wajib dimunculkan kelewat transparan di tema-tema sejenis, atau mungkin J-Lo, seperti di banyak filmnya, kelewat menggoda sehingga chemistry itu justru jatuh ke status tak aman buat masing-masing aktingnya. But not only happened in many of his movies seperti ‘Against All Odds’ antara Jeff Bridges dan Rachel Ward serta ‘Proof Of Life’ yang mencatat affair Russell Crowe-Meg Ryan dulu, sama juga seperti Stallone dan Stone di ‘The Specialist’ atau Weller dan McGillis di ‘Cat Chaser’ tadi,  J-Lo dan mostly, Statham, kerap terlihat salah tingkah saat berinteraksi di dialog-dialog dan scene yang menjurus ke arah romantisme. Ekspresinya yang seharusnya serius membangun ketertarikan malah lebih terlihat canggung dengan mupeng-mupeng tak tertahan. Not really a bad thing, karena masih tetap memunculkan sparks yang diperlukan, namun sedikit banyak juga mengundang tawa dengan perubahan-perubahan kurang konsisten dalam karakter mereka, apalagi bagi karakter Parker yang digambarkan tetap gahar saat berhadapan dengan Claire tapi kelewat tersipu-sipu saat berinteraksi dengan Leslie.

p16

            Selebihnya, tak ada yang salah dengan ‘Parker’. Selain karakter Parker dengan kode etik kriminalitas dan unbreakable quality-nya terjelaskan dengan detil yang cukup dibalik sinematografi cantik yang memotret nuansa Palm Beach’s high life dengan informatif, empat pemeran antagonisnya juga bekerja dengan baik membangun motivasi menuju klimaks yang cukup seru hingga ke ending scene-nya yang asyik. So don’t worry. Walau sedikit berkompromi dengan intrik plot simpel yang agak dicoba terlihat berbelit dengan banyak karakter selayaknya adaptasi novel, ‘Parker’ tetap menyisakan action brutal ala Statham yang sama sekali tak mengecewakan. Tak sebaik ‘Point Blank’ atau ‘Payback’ mungkin, juga jauh lebih ringan, but let’s just say, Hackford sudah berhasil membangun keseimbangan antara old fashioned crime adaptation style bersama pameran action-nya, dan secara hiburan, ini artinya cukup bagus. (dan)

P5

About these ads

~ by danieldokter on January 26, 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 6,343 other followers

%d bloggers like this: