HARI INI PASTI MENANG : OPERA SEPAK BOLA INDONESIA

HARI INI PASTI MENANG

Sutradara : Andibachtiar Yusuf

Produksi : Bogalakon Pictures, 2013

HIPM9

            Katanya, sepak bola adalah pemersatu bangsa. Ada benarnya. Mau seberapa fanatik supporter-supporter bola ke tim daerahnya, bahkan kadang diwarnai ribut-ribut dari kecil sampai besar, kalau bicara soal Timnas, semuanya punya keinginan yang sama. Lantas, sepak bola bikin bangga bangsa?  Ada benarnya juga. Walau kita sering sekali berhadapan dengan kekecewaan, dukungan itu, dalam setiap pertandingan, tak pernah mati. Tapi satu yang semua orang tak suka, adalah politisasi yang ada dibaliknya. Kesemrawutan yang susah buat diperbaiki, sama dengan masalah-masalah lain di negara ini. Dan tersangkut mafia-mafia judi bola yang setiap harinya bermain dalam pengaturan skor? Bahwa sasaran akhirnya bukan prestasi, tapi hanya duit, duit dan duit? Well, itu juga mungkin bukan sekedar imajinasi.

HIPM3

            Now enter Andibachtiar Yusuf. Lewat dua dokumenter panjangnya, ‘The Jak’ (2007) dan ‘The Conductors’ (2008 ; tetap punya segmen yang bicara soal sepak bola) dan ‘Romeo Juliet’ (2009), kita sudah bisa bilang bahwa ia adalah sineas Indonesia yang paling mengenal wilayah itu. Bahwa soal sepak bola, Andibachtiar adalah jagonya. So, bermain di wilayahnya sendiri, ‘Hari Ini Pasti Menang’ yang sudah menempuh waktu persiapan cukup lama hingga finalisasinya hadir ke bioskop kita, adalah sesuatu yang menjanjikan. Kita mungkin cukup banyak punya film fiksi tentang sepak bola. Tapi hampir semuanya tak menempatkan hal itu sebagai satu-satunya tema yang ditonjolkan. Sebagian menyaru di wilayah film anak. Ada dua instalmen ‘Garuda Di Dadaku’ dan ‘Tendangan Dari Langit’. Ada ‘Gara-Gara Bola’ yang jelas adalah sebuah komedi. ‘Romeo Juliet’-nya sendiri adalah sebuah extreme lovestory berlatar sepak bola. Dan satu joint venture yang tak jelas nasibnya sampai sekarang, juga tak bisa dimasukkan dalam referensi. Disini, selain bicara tentang sepak bola, sebagian pemeran hingga karakternya juga dibangun dari dunia sepak bola nyata kita. So, does it makeHari Ini Pasti Menang’ sebagai ‘Goal’-nya Indonesia? Ah, nanti dulu. Bisa jadi, tapi bisa juga, lebih dari itu. Seperti tagline-nya, ‘Football Is A Stage Of Drama’.

HIPM7

            Dibuka dengan kliping-kliping berita koran yang merangkum sepak terjang nyata timnas sepak bola Indonesia, ‘Hari Ini Pasti Menang’ memulai kisah fiktifnya tentang Gabriel Omar Baskoro (dijuluki GO8), striker unggulan tim Jakarta Metropolitan dengan rekor pencetak enam gol yang membawa Indonesia masuk perempat final Piala Dunia di Brazil 2014. Muncul sebagai selebriti dan ikon baru Jakarta Metropolitan, apalagi dengan masuknya Bambang Pamungkas/Bepe (Ibnu Jamil) yang baru kembali dari  Fiorentina untuk timnya, Gabriel terhanyut dalam intrik kotor  pelatih/manajer Jakarta Metropolitan sekaligus penemu bakatnya dulu, Dimas Bramantyo / Coach Bram (Ray Sahetapy), yang berkolusi bersama mafia-mafia pengatur skor bola demi kepentingan judi. Padahal ayahnya, Edi Baskoro (Mathias Muchus), pejabat pemerintahan yang sangat idealis, selalu merasa Gabriel sudah berhasil mewujudkan mimpinya selama ini. Rahasia yang tersimpan rapat ini akhirnya mulai terbuka kala Andien (Tika Putri), jurnalis yang juga sahabat Gabriel sejak kecil mulai melancarkan investigasinya terhadap konspirasi yang juga melibatkan orang-orang penting dalam pemerintahan. Sekarang, Gabriel yang berada di persimpangan harus memilih untuk terus mengikuti coach Bram yang melimpahinya dengan kehidupan glamour, atau berbalik demi meneruskan impian dan harapan ayahnya di tengah segala resiko.

HIPM8

            Usaha Andibachtiar membangun karakter Gabriel Omar dengan latar belakang kepahlawanannya buat Indonesia sebagai perwujudan mimpi anak muda dan supporter bola negeri ini, jelas sangat menarik dan diperankan dengan sangat cemerlang pula oleh pendatang baru Zendhy Zain. Apalagi ada karakter Bepe (diperankan Ibnu Jamil) dengan latar fiktifnya untuk menyiasati koneksi yang tak sampai terlalu jauh dengan sisi imajinasnya kepada penonton. Alternate universe yang dibangun dibalik set tahun 2014-2018 juga digarapnya bersama tim artistik Edmond Waworuntu dengan kecermatan luarbiasa menampilkan detil-detil futuristik yang terjaga, dari markas para mafia judi bola hingga lembaran rupiah bergambar Gusdur. Tapi tetap yang paling menarik dalam sisi ini adalah set stadion serta atmosfer pertandingan yang dibangun dengan akurasi tinggi, dari para pemain hingga supporter-nya. Harus diakui, keahlian Andibachtiar dalam hal ini memang patut diacungi jempol.

HIPM4

            Dan sesuai tagline-nya, walaupun part-part pertandingan bola sampai ke scene after credits yang wajib Anda saksikan itu tampil luarbiasa seru, Andibachtiar ternyata bukan hanya ingin bicara soal sepak terjang Gabriel Omar dan Jakarta Metropolitan dalam dunia persepakbolaan fiktifnya. Ah, saya jadi teringat sekali dengan ‘Opera Jakarta’-nya Syumandjaja yang diangkat dari novel legendaris berjudul sama karya Arswendo Atmowiloto dengan nama pena Titi Nginung di tahun 1987 dulu yang berbicara lantang ke sisi olahraga soal tinju. Betapa karya Andibachtiar ini punya banyak kesamaan aspek dalam membangun karakterisasi dan plot penuh sentilannya.

HIPM2

               Way beyond its football theme, ‘Hari Ini Pasti Menang’ justru jadi sebuah opera penuh satire sampai sarkasme yang merangkum semua uneg-uneg penggemar sepak bola negeri ini dibalik isu-isu yang ada dari dulu sampai sekarang, sebagai kenyataan yang sudah bukan rahasia tapi tak pernah naik sampai ke permukaan. Politisasi, korupsi, intrik dan permainan kotor serta konspirasi tingkat tinggi muncul begitu informatif dibalik sebuah drama tentang hubungan manusia-manusia di dalamnya yang tak juga dibiarkan tertinggal di belakang. Dialog-dialognya bagus, karakter-karakter sampingannya yang diperankan Deddy Mahendra Desta, Henky Solaiman, Ramon Y. Tungka berikut Verdi Solaiman sebagai scene stealer pun ter-handle memperkuat karakterisasi tokoh-tokoh utamanya tanpa harus tersia-sia sebagai tempelan tak penting. Ray Sahetapy sebagai coach Bram juga menampilkan kekuatan akting yang sangat asyik bersama cameo-cameo dari pemain sepak bola hingga aktor seperti Pierre Gruno dan Cok Simbara. Walau sesekali masih memasukkan signature-nya bernakal-nakal dalam skrip yang ditulis istrinya, Swastika Nohara (yang juga tampil sebagai cameo sesuai profesinya disini), ‘Hari Ini Pasti Menang’ tetap punya relevansi dan heart factor sangat kuat dari father to son theme dengan karakter ayah yang diperankan Mathias Muchus, termasuk subplot tentang investigasi Andien (Tika Putri) yang penuh tantangan, yang tetap diberi garis batas buat menjaga dramatisasinya tak jatuh jadi campur aduk di genre-nya. Baik Mathias Muchus dan Tika Putri juga tampil dengan akting yang kuat.

HIPM6

      Kalau masih ada satu hal lagi yang sangat layak diberi penghargaan dalam ‘Hari Ini Pasti Menang’, pastilah buat scoring dan theme song yang di-composed oleh Ananda Sukarlan. Saya lagi-lagi jadi teringat pada ‘Opera Jakarta’ yang juga menampilkan scoring bernuansa klasikal sangat kental dari Marusya Nainggolan. Jangankan di film, ditanya ke banyak penonton sampai kritikus kita saja mungkin tak banyak yang tahu nama atau kiprah musisi-musisi klasik kita di negeri ini hingga internasional.  Seperti itu juga, Ananda, komponis klasik legendaris dengan seabrek prestasi internasional ini menghadirkan score yang sangat tak biasa buat film kita dengan nuansa klasikalnya. Sulit membayangkan musik klasik bisa membaur dengan sebuah film bertema sepak bola dan penuh sentilan seperti ini, namun tak hanya di scoring-nya yang unik, sampai-sampai menampilkan penggalan ‘Indonesia Raya’ dengan komposisi berbeda, theme songIndonesiaku’ yang dinyanyikan Judika (lirik oleh Swastika Nohara) hanya dengan piano tapi tak kalah megah dari sebuah anthem, juga terasa sangat padu dan well-blended ke filmnya. Buat penggemar heavy metal Indonesia, masih ada pula end credits song dari Roxx di penghujung yang mesti ditunggu hingga kreditnya selesai bergulir.

HIPM1

         So yes, ini adalah pencapaian sangat baik dari Andibachtiar Yusuf walau berselang lumayan lama setelah ‘Romeo Juliet’ di tahun 2009. Bersama ‘Finding Srimulat’-nya Charles Gozali yang hadir di minggu ini, all I can say, #KamisKeBioskop minggu lalu punya dua film nasional yang sangat layak untuk didukung, sama-sama kuat, bahkan mungkin satu yang terbaik dalam hari perilisan film kita setiap minggu itu. Sekarang terserah penonton kita yang sayangnya masih sering adem-ayem saja kala disuguhkan karya-karya bagus yang sangat jelas dibuat dengan sepenuh hati. If you miss these two, that will be your loss. Big loss. (dan)

About these ads

~ by danieldokter on April 15, 2013.

4 Responses to “HARI INI PASTI MENANG : OPERA SEPAK BOLA INDONESIA”

  1. menarik!

  2. Review yang sangat menggugah… sayang sekali website BicaraFilm.com sedang down, kalo nggak pasti saya minta posting di sana juga :'(

  3. […]  2.      HARI INI PASTI MENANG […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 6,911 other followers

%d bloggers like this: