ROBIN HOOD : AND SO THE LEGEND BEGINS

ROBIN HOOD
Sutradara : Ridley Scott
Produksi : Universal Pictures, 2010

Oh, okay, so mostly everybody knows already about this legend. Folktales Inggris tentang seorang pencuri berhati emas dari hutan Sherwood, yang sudah berkali-kali diangkat ke layar lebar dan serial TV (generasi sekarang mungkin tak lagi mengenal film animasi Disney-nya, tapi pasti tahu versi Kevin Costner dengan themesong (Everything I Do) I Do It For You-nya Bryan Adams yang sama legendarisnya itu). So does the legend need a re-boot?

Kembali ke beberapa tahun silam, saat seorang Ridley Scott dikabarkan akan meracik sebuah kisah baru dari legenda ini, tetap dengan muse-nya, Russell Crowe, apalagi berita ini muncul masih di masa-masa pasca kesuksesan Gladiator yang sekaligus bakal memainkan peran ganda Robin dan musuhnya, sang sheriff dari Nottingham, banyak orang terperanjat dengan modifikasi yang bakal menempatkan Robin justru pada tokoh antagonis dalam film yang rencananya diberi titel Nottingham ini. Toh akhirnya, setelah (kabarnya) Crowe mengancam keluar dari proyek ini, skenarionya langsung dirombak kembali ke pakem awal, dimana Robin Hood tetap akan menjadi sentral protagonis, dengan judul yang diganti menjadi tokohnya sendiri. Ternyata, Ridley Scott tak semudah itu mau mengulang-ulang lagi versi biasa dari Robin Hood. Legenda ini pun lantas muncul dengan sebuah racikan baru ala trend ‘darker’ adaptasi-adaptasi Hollywood sekarang.

Seperti Casino Royale yang me-reboot lagi kisah James Bond berlapis-lapis sebelum menyentuh imej yang selama ini dikenal orang, Robin kini dipindahkan jauh sebelum ia menggelandang di hutan Sherwood. Tak ada lagi gelar bangsawan Robin of Loxley, namun hanya seorang serdadu Saxon pemanah pasukan Raja Richard ‘The Lionheart’ (Danny Huston) dalam perang salib tanpa garis keturunan jelas bernama Robin Longstride yang mengambil identitas Robert Loxley, seorang bangsawan yang tewas bersama Sang Raja di tengah perang. Atas amanat Robert, Robin diserahi tugas mengembalikan pedangnya pada ayah Robert, Sir Walter Loxley (Max Von Sydow) sekaligus mahkota raja ke istana. Ketidakadilan yang terjadi atas hukum pajak dan Raja John (Oscar Isaac), adik Richard yang naik tahta, kemudian mendesak hati Robin untuk muncul sebagai pahlawan. Apalagi dengan ulah Sir Godfrey (Mark Strong), musuh dalam selimut kerajaan yang bersekutu dengan Raja Phillip dari Perancis untuk menaklukkan Inggris. Bersama istri Robert, Lady Marion (Cate Blanchett, dan yes, bukan lagi Maid Marian yang biasa kita dengar, tapi mungkin menurut Scott dan penulis skenario Brian Helgeland ini hanya masalah penyebutan saja, mengingat sebuah nama jalan di Inggris juga bernama Maid Marion, bukan Marian), Friar/Frater Tuck (Mark Addy) dan sahabat-sahabat setianya, Little John (Kevin Durand), Allan-A-Dayle (Alan Doyle), Will Scarlett (Scott Grimes), Robin pun memulai perlawanannya untuk menyelamatkan Inggris dari serbuan Perancis dan dominasi Raja John yang menyengsarakan rakyat.

Kolaborasi Scott dan Crowe sekali lagi menyuguhkan adegan-adegan perang kolosal ala Gladiator sebagai sajian summer blockbuster yang cukup menggelegar. Tak ada lagi imej pahlawan gentleman yang lembut seperti yang dibawakan Kevin Costner, namun diganti dengan sisi macho Crowe yang dipush sebesar biasanya. Namun di luar itu, perombakan banyak pakem legenda asli serta sejarah Inggris yang selama ini dikenal orang, bahkan kali ini sedikit keluar jalur dengan keterlaluan, mulai dari asal-usul Robin yang dirubah habis-habisan, timeline sejarah Raja Richard dan perebutan kekuasaan yang sama sekali melenceng dari sejarahnya, hingga mengganti tokoh Sheriff Nottingham sebagai tokoh antagonis abadi legendanya dengan Sir Godfrey (okelah, soal Will Scarlett yang di banyak versi lain legendanya masih punya hubungan keluarga dengan Robin bahkan menjadi adik tirinya di versi Kevin Costner atau postur Little John yang masih kurang gede mungkin masih bisa dimaafkan), sedikit mengganggu kenyamanan mengikuti kisahnya. Untunglah Scott kemudian memilih ending manis yang mengantarkan penonton ke imej Robin biasanya, termasuk latar perseteruannya dengan Sheriff Nottingham dan tampilnya hutan Sherwood sebagai basis pemberontakan Robin yang membuka sejuta kemungkinan pada sebuah sekuel. Seperti tagline di salah satu posternya sebagai sisi legenda yang belum pernah didengar sebelumnya, serta quote epilog yang mengakhiri filmnya, , ini memang merupakan usaha Scott untuk memperkenalkan Robin Hood dalam metamorfosis awalnya. It’s a prequel, dan walaupun seorang Robin Hood terlihat seperti pendekar gadungan pada awalnya, Scott dan Helgeland harus diakui sudah meraciknya menjadi sedemikian menarik. ‘And So The Legend Begins’, and you might enjoy it as well. (dan)

Multi-Quote This Message

~ by danieldokter on May 22, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: