SEX AND THE CITY 2 : LIFESTYLE, SEX AND LIFESTYLE

SEX AND THE CITY 2
Sutradara : Michael Patrick King
Produksi : Warner Bros & HBO, 2010

Sebagian orang yang memandang sebelah mata terhadap franchise yang masa penayangannya sudah berakhir sejak 6 tahun lalu mungkin masih bertanya-tanya, dimana sih daya tariknya hingga bisa memunculkan hype sebesar itu? Well guess what. Penggemarnya pasti muncul dengan segudang argumen tentang pameran lifestyle, fashion, brand-brand terkenal, sampai ke pesan moral, oh ya, pesan moral, yang meski sedikit nyeleneh, berani, begitu terus terang sehingga tak lagi terlihat bermoral, bagi mereka, inspirasional. Tapi justru disanalah letak spesialnya. Seperti teman curhat Anda yang membicarakan semuanya benar-benar terbuka, mereka bisa kelihatan pintar atau terkadang bodoh sekaligus. But then, haven’t we all like that once in a while? So that’s it. ‘The thing’ yang menjadi jualan dan rahasia sukses Sex And The City lewat empat karakter sentralnya, dengan tingkah-polah dan masalahnya yang berbeda, tapi juga jadi pengejawantahan mimpi dan karakter dari banyak orang di sekitar kita, or else, ourselves.

Kesuksesan yang masih bertahan hingga adaptasi layar lebarnya dua tahun lalu, di tengah serangan film-film summer yang penuh gegap gempita efek spesial membuat sekuel yang sudah lama direncanakan dan diterpa isu absennya Kim Catrall itu dibesut dengan dana lebih besar lagi, brand-brand terkenal yang semakin ‘happening’ (ada Mercedez Benz, SKYY Vodka, Hewlett Packard, and so on), plus, oh yeah, durasi bak film-film epik. Dua setengah jam, yang membawa kita larut lagi ke ‘hangout experience’ wanita-wanita paruhbaya yang tak juga terlihat tua-tua ini. Melanjutkan kehidupan empat wanita metropolis tadi, kini Carrie Bradshaw (Sarah Jessica Parker) diterpa kebosanan atas kehidupan pernikahannya dengan Mr. Big (Chris Noth), sementara Charlotte (Kristin Davis) dilanda paranoid akibat babysitternya yang seksi, lantas Miranda (Cynthia Nixon) yang bingung memilih menjadi ibu yang baik atau mempertahankan karir pengacaranya, dan Samantha (Kim Catrall) harus menghadapi sindroma menjelang menopause yang menurunkan gairahnya. Mereka pun merencanakan sebuah getaway atas prakarsa seorang sheik (Art Malik) yang mendanai film terbaru pacar Samantha (Jason Lewis). Perjalanan penuh glamoritas ke Abu Dhabi, yang kembali akan menguji hasrat sekaligus integritas persahabatan mereka dalam menghadapi pelarian masalahnya masing-masing.

Everything about Sex And The City, seperti biasa, adalah hiburan murni, dan seorang Michael Patrick King, penulis dan sutradara yang juga berdiri di kesuksesan serialnya tahu benar hal itu. Ekplorasinya menghadirkan masalah-masalah seputar keinginan wanita, fashion, lifestyle dan tentunya, seks, kini dikembangkan semakin jauh dan sedikit ekstrim. Dengan sorotan cultural-gap penuh sindiran sosialita kasar yang memilih setting negara timur tengah yang (kenyataannya) memang sering terlihat munafik, King bisa menggagas idenya dengan leluasa, meski buat sebagian pihak terkesan kurangajar dan menghina, namun buat sebagian lagi, justru jadi highlight paling bersinar dan sebuah eksplorasi baru dalam sekuel ini. Chemistry Parker, Nixon, Davis dan Catrall yang di luar syuting digambarkan mulai memanas malah tetap tampil sekompak biasanya. Jadi buat apa lagi susah-susah mengkritik segi filmis yang lain? Ah, semua pasti sudah tahu apa yang bakal disaksikan dalam franchise ini, apalagi dengan tampilan cameo-cameo yang sama glamornya dengan semua hal yang ditawarkan disini. Ada Miley Cyrus, Penelope Cruz, plus diva-aktris legendaris Liza Minelli yang tampilannya penuh facelift dan suntikan botox namun masih luwes bergoyang itu. Oke, dua setengah jam durasinya mungkin terasa overexhausting, dan potongan-potongan sensor LSF mungkin terasa sedikit mengganggu, namun seperti kebosanan yang bisa seketika pupus ketika sekumpulan gang Anda mengajak hangout di the most happening pubs yang meriah, Just take the glass, drink the cocktails, dance like crazy and forget the rest seakan sebuah hangover pun tak mampu menghilangkan kesenangan itu. This sequel is absolutely freakin’ hilarious! (dan)

~ by danieldokter on June 3, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: