THE A-TEAM : ANOTHER ‘A’ LIST OF TV ADAPTATION

THE A-TEAM
Sutradara : Joe Carnahan
Produksi : 20th Century Fox, 2010

Bersama The Karate Kid, remake The A-Team di ajang summer movies tahun ini serasa bagai sebuah Battle Of The 80s atas tanggal rilisnya yang hampir bersamaan. Maklum saja, keduanya merupakan franchise terkenal yang menjadi ikon di masa itu. The A-Team, serial TV kreasi Frank Lupo-Stephen J.Cannell (juga merupakan kreator serial TV Hunter dan Riptide) yang mengisahkan petualangan 4 mantan special force AS dalam pelarian mereka karena sebuah fitnah dengan penayangan bertahan tiga tahun sebanyak 98 episode, juga sukses memulai karir Mr.T dan trend rambut mohawknya lewat karakter B.A Baracus, yang kabarnya adalah karakter pertama yang mereka ciptakan dalam pengembangannya. Kabar tentang adaptasi layar lebarnya sendiri sudah dimulai sejak lama dengan isu bongkar pasang calon pemerannya, termasuk George Clooney/Mel Gibson, Brad Pitt, Jim Carrey dan Ice Cube yang pernah disebutkan sebagai kandidat-kandidatnya. Niat Cannell yang ikut turun tangan sebagai produser bersama dua sutradara ternama, Ridley & Tony Scott akhirnya mengumumkan press releasenya sekitar setahun lalu dengan Joe Carnahan, sutradara dan penulis yang memulai debutnya di film-film kacangan namun mulai besar lewat kesuksesan Smokin’ Aces di kursi sutradaranya. Dari teaser picture yang terlihat sangat menjanjikan dan memiliki persentase besar kemiripan dengan karakter-karakter serial aslinya, dimana aktor senior Liam Neeson yang kini semakin memantapkan karirnya di film-film aksi, Hollywood heartthrob Bradley Cooper yang kian sering muncul di banyak film, juara MMA (mixed martial arts) Quinton ‘Rampage’ Jackson dan sutradara-aktor District 9, Sharlto Copley, masing-masing sebagai Hannibal, Face, B.A. dan Murdock, remake ini pun menjadi salah satu blockbuster paling ditunggu tahun ini, plus tampilan cameo pula dari pemeran aslinya, Dirk Benedict dan Dwight Schultz. Sayang George Peppard, pemeran Hannibal asli sudah keburu almarhum dan Mr.T akhirnya menolak tampil.

Mengikuti trend remake dari banyak franchise lain yang diulang lagi dari awal dengan interpretasi berbeda, The A-Team versi layar lebar ini dimulai dari pengenalan satu-persatu karakternya dan proses kolaborasi mereka sebagai mantan prajurit perang teluk AS yang terfitnah oleh intrik-intrik politik dan kemudian membentuk biro tentara bayaran dalam pelariannya. Setelah sukses melenyapkan seorang diktator Meksiko, Kol. John ‘Hannibal’ Smith (Neeson), Lt. Templeton ’Face’Peck (Cooper), Kopral B.A Baracus (Jackson) dan pilot setengah sinting Kapt. H.M ‘Howling Mad’ Murdock (Copley) direkrut pemerintah AS untuk menjalankan misi-misi rahasia di bawah kepemimpinan Hannibal, dan setelah 80 misi sukses selama 8 tahun, mereka kini ditempatkan sebagai pasukan elit di Irak. Hannibal kemudian mendapat misi oleh petinggi CIA, Lynch (Patrick Wilson) untuk mencuri plat pencetak dolar AS yang dikuasai oleh Irak dalam sebuah Black Ops. Jendral Morisson (Gerald McRaney dari serial 80an Simon & Simon yang juga pernah diputar di TVRI), sahabat Hannibal sekaligus satu-satunya saksi operasi itu kemudian menjadi korban saat seorang utusan firma sekuriti Black Forest, Pike (Brian Bloom), membajak plat tersebut untuk dijual ke pihak lawan. Mereka lantas menjadi tersangka, diadili, dipecat dari korps bahkan dipenjarakan pemerintahnya. Ditambah kejaran Kapt. Charise Sosa (Jessica Biel), mantan kekasih Face dari Dephan AS yang tak kenal henti, Hannibal bersama Face, B.A. dan Murdock pun terpaksa menyusun strategi untuk membersihkan nama baik sekaligus membuka intrik dari konspirasi tingkat tinggi yang sudah menjebak mereka.

Salah satu kunci kesuksesan serialnya yang mengkombinasikan action seru dengan komedi dari interaksi character-gap adalah sebuah chemistry yang tampil sangat kompak. Penontonnya pun dibawa masuk ke dalam berbagai highlight yang kerap ditampilkan. Permainan strategi tingkat tinggi, kecerdasan dan keberanian Hannibal, Face yang flamboyan, playboy dan selalu rapi memakai stelan jas, kegilaan Murdock yang sering rebut dengan B.A., serta ikon paling terkenalnya sendiri, B.A. yang sangar namun takut terbang dan tak mau membunuh orang plus music score besutan komposer serial TV terkenal, Mike Post, yang begitu memorable itu. Jadi ini jugalah yang menjadi jiwa yang harus tampil dalam adaptasi layar lebarnya, dan Cannell sebagai kreator aslinya tahu benar hal itu. Sejumlah modifikasi termasuk penelusuran asal-usul trauma B.A., rancangan kostum Face yang lebih up-to-date namun tetap fashionable berikut latarbelakang semua karakternya pun digelar tanpa harus melenceng dari pakem-pakem tadi, tak seperti adaptasi layar lebar beberapa serial TV Starsky & Hutch yang keterlaluan men-dagelan-kan karakternya, Mission:Impossible yang terang-terang merombak karakter asli serialnya, SWAT yang kelewat garing dan banyak lagi kekurangan adaptasi lain. Plot penuh konflik politik berlapis yang disempalkan sedikit terlalu sesak sejak awal mungkin bisajadi sebuah letdown yang agak berlawanan dengan plot episode demi episode serialnya yang lebih santai, namun skenario yang ikut ditulis oleh Brian Bloom (pemeran Pike yang memulai karirnya di beberapa film TV terkenal dan sering menyumbang suara untuk bestselling videogames termasuk Call Of Duty) itu bisa mengatasinya dengan tampilan adegan aksi yang terasa begitu eksplosif sebagai sebuah summer blockbuster. Chemistry Neeson dkk yang awalnya sedikit garing juga muncul semakin erat seiring perjalanan durasinya, dan mungkin ada poin tersendiri yang jadi terlihat relevan disana, mengingat ini adalah awal mula kolaborasi kompak mereka berempat. Lantas, meski pemilihan castingnya patut diacungi jempol, Jackson mungkin tetap terlihat kurang pas menggantikan sosok Mr.T yang begitu ikonik itu, namun apapun alasannya, aspek lain selebihnya bisa dikatakan sebagai sebuah keberhasilan yang sama dengan pencapaian adaptasi baru Star Trek versi JJ Abrams tempo hari. Dan ini yang paling menarik ; ending yang mengantarkan kita pada prolog opening credits yang selalu tampil di setiap episode serialnya dengan intro voiceover berikut alunan maintheme yang sama : Still wanted by the government, they survive as soldiers of fortune. If you have a problem, if no one else can help, and if you can find them, maybe you can hire… THE A-TEAM. (dan)


~ by danieldokter on June 12, 2010.

One Response to “THE A-TEAM : ANOTHER ‘A’ LIST OF TV ADAPTATION”

  1. […] This post was mentioned on Twitter by Novia Riani Putri, Kaskus Forum Movies. Kaskus Forum Movies said: RT @danieldokter: THE A-TEAM : ANOTHER 'A' LIST OF TV ADAPTATION: http://wp.me/pVV2A-1u […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: