KNIGHT AND DAY : ROM-COM WITH A ‘BIG’ BANG!

KNIGHT AND DAY
Sutradara : James Mangold
Produksi : 20th Century Fox & Regency Pictures, 2010

Curi-curi ide antar studio besar di Hollywood itu sebenarnya soal biasa. Jadi itu juga yang terjadi dengan Knight And Day, film terbaru Tom Cruise – aktor kontroversial yang mulai kehilangan taringnya sejak tingkah overnya di sebuah acara talkshow diikuti dengan penurunan tajinya di perolehan box office, belum lagi dengan putus kontraknya ke Paramount Pictures yang sudah begitu berjasa mencuatkan namanya, yang merupakan sajian summer tahun ini dengan promosi paling minim. Entah mengapa, sejak pre-produksi sendiri sudah banyak selentingan yang membuat Fox dan Regency seakan tak percaya diri. Mulai dari gonta-ganti judul dari Wichita, Trouble Man dan Knight And Day yang juga tak terlalu tepat itu, kemudian mengenai tukar-menukar ide itu. Knight And Day, pada awalnya sempat diberitakan sebagai proyek Cruise bersama Charlize Theron ketika ia gagal mengembangkan Salt yang khusus ditulis untuknya namun jatuh ke tangan Angelina Jolie dengan sejuta perombakan. Dengan tema nyerempet sama, sebuah kisah spy namun yang ini lebih kental unsur komediknya, muncul lagi berita bahwa plotnya merupakan re-hash, remake atau apalah, dari sebuah film Perancis Sophie Marceau-Yvan Attal, Anthony Zimmer, yang mungkin luput dari perhatian penonton kita saat ditayangkan secara singkat beberapa tahun lalu (di beberapa forum film internasional juga masih ada yang menyangka ini adalah remake film Perancis itu). Lantas, terdengar lagi kabar bahwa Knight And Day sudah bertukar plot karena remake resmi Anthony Zimmer sudah keburu diambil studio lain dengan Johnny Depp dan Angelina Jolie lagi sebagai bintangnya, dalam The Tourist yang bakal ditayangkan tahun depan. Ketiga film itu sama-sama bertema spy, tak jauh dari franchise-franchise James Bond atau lebih cenderung eksplosif seperti Mission:Impossible, sebuah franchise yang tak bisa lepas dari imej Cruise sendiri. Toh sebenarnya tak ada alasan untuk sebuah keraguan dengan reuni Cruise dan Cameron Diaz, plus sutradara berkelas Oscar pula, James Mangold (Copland, Girl Interrupted, Identity, 3:10 To Yuma dan Walk The Line). Apalagi sebagai sebuah sajian summer blockbuster, plot rom-com action itu dipenuhi adegan-adegan seru yang cukup eksplosif. Seperti Mission:Impossible tadi.

Knight And Day yang dimulai dengan pameran emergency crashlanding, baku-hantam dan baku-tembak itu memang sudah menjanjikan sejak awal. Penonton pun dikenalkan dengan sosok seorang Roy Miller (Cruise) yang beraksi bak seorang agen rahasia tingkat tinggi, sementara June Havenz (Diaz), gadis lugu yang hendak terbang ke Wichita untuk menghadiri pernikahan adiknya terjebak di dalam intrik yang sama sekali belum disadarinya. Miller, ternyata menyimpan rahasia dari sebuah teknologi mutakhir bernama Zephyr yang ditemukan seorang jenius bernama Simon Feck (Paul Duno) hingga dikejar-kejar agen pemerintah termasuk agen Fitzgerald (Peter Saarsgard). Maka Miller dan Havenz pun terpaksa bertualang keliling dunia demi menghindari kejaran itu, menuju sebuah transaksi kotor dengan gembong senjata gelap Antonio Quintana (Jordi Molla) di tengah-tengah keramaian Spanyol.

Penonton yang sering-sering mengikuti review di beberapa situs film terkemuka bolehjadi bertanya-tanya mengapa sebuah film dengan kesamaan pola bisa lantas diganjar review 180 derajat berbeda oleh para kritikus terkenal. Baru saja rasanya kita menyaksikan The A-Team yang juga menyajikan adegan aksi tak kalah absurd dan di luar logika demi sebuah bombastisme eksplosifitas adegan action namun dipuji-puji di sana-sini, namun Knight And Day dengan konsep tak jauh beda justru bagi sebagian dicaci-maki. Ah, apapun alasannya, adegan aksi memang menjadi dayatarik nomor satu untuk blockbuster ini untuk bisa dikategorikan kesana. Plot berlapis penuh intrik yang lagi-lagi bakal dinilai sebagian kritikus dan penonton kritis dangkal, penuh plothole dan tak masuk akal, rasanya juga tak jadi masalah, sama ketika penonton lain memenuhi antrian untuk menyaksikan kiprah Cruise dalam Mission:Impossible. Lantas mengenai chemistry yang mutlak diperlukan sebagai pendukung atmosfer rom-com nya, Cruise dan Diaz agaknya tetap standar-standar saja seperti di Vanilla Sky bila dibandingkan dengan Brad Pitt-Angelina Jolie di Mr & Mrs Smith yang beratmosfer sama, namun tak sampai merusak interaksi yang ada. Maklum saja, gaya komedik konyol Diaz dengan closeup-closeup tampangnya yang sengaja ditolol-tololkan memang mengharuskan Cruise kali ini yang menyesuaikan pace-nya, dan rasanya Cruise cukup berhasil mengimbangi itu dengan ekspresi yang pas. Begitulah, Knight And Day mungkin belum lagi bisa memenuhi selera penonton sekarang yang hampir selalu menuntut kewajaran plot dan anti-bombastisme di wilayah sana-sini, namun untuk pencinta rom-com action yang banyak menghiasi layar lebar di tahun 80 hingga 90an (siap-siap saja, like it or not, 3 dari 5 film yang bakal beredar memang sekarang lagi mengusung trend back to 80snya, sama seperti pemilihan soundtrack jadul yang disini menghadirkan Hall And Oates sebagai kegemaran Simon), dengan segala balutan teknologi filmis yang ada sekarang, Knight And Day bakal memanjakan Anda dengan segala pesonanya. Mmmm… and that also belongs to me, yang sama merasa sangat terhibur dengan sajian summer blockbuster se-eksplosif ini. (dan)

~ by danieldokter on June 23, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: