DESPICABLE ME

DESPICABLE ME

Sutradara : Pierre Coffin & Chris Renaud

Produksi : Illumination Entertainment, Universal Pictures, 2010

Tak usah heran kalau perusahaan-perusahaan raksasa Hollywood kini berlomba-lomba memproduksi film animasi. Selain rekor box office yang bagus serta latah-latah trend 3D yang memanjakan mata penontonnya, juga ada semacam perlawanan untuk mengalahkan dominasi Pixar, yang selalu mendapat rating tertinggi selama ini. Perpisahan Universal Pictures dengan Dreamworks di tahun 2009 yang sebelumnya sudah berdiri mantap di jalur animasinya kini melahirkan Illumination Ent. dengan Despicable Me ini sebagai produk animasi digital layar lebar pertama mereka. Jualannya tentu saja tak jauh-jauh dari teknologi digital termasuk ‘eye-popping 3D’ tadi, dan mengikuti rata-rata studio di luar Pixar, sejumlah aktor ternama pun didapuk menjadi pengisi suaranya. Ada Steve Carell, Russell Brand dan Jason Segel, komedian-komedian terkenal era sekarang hingga aktris legendaris Julie Andrews. Di kursi sutradara sendiri, ada Chris Renaud, story artist yang hijrah dari Blue Sky Studios, divisi animasi 20th Century Fox yang sudah mengukir sukses lewat franchise Ice Age. Dengan percaya diri, mereka pun menjadwal peredarannya untukbersanding di pertarungan summer blockbuster tahun ini melawan Toy Story 3 dan Shrek 4.

Sebagai penjahat nomor satu di dunia, Gru (disuarakan Carell), merasa terusik ketika mengetahui ada penjahat lain yang melakukan kejahatan fenomenal dengan mencuri Piramida di Mesir. Ia pun merancang proyek raksasa untuk mencuri bulan dengan bantuan ilmuwan setianya, Dr. Nefario (Brand) serta makhluk-makhluk kecil jenaka bernama The Minions, buat menciptakan sebuah senjata kosmik yang bisa mengecilkan benda apa saja. Namun untuk mewujudkan keinginan itu, Gru harus mendapat dana dulu dari ‘Bank Of Evil’, sementara sang penjahat baru, Vector (Segel), terus membayang-bayanginya dengan segala cara. Saat senjata pengecil itu berhasil dicuri Vector, Gru pun terpaksa memanfaatkan bantuan tiga gadis yatim piatu penjual kue kegemaran Vector; Margo, Edith dan Agnes (Miranda Cosgrove, Dana Gaier, Elsie Fisher) yang ternyata perlahan-lahan mulai memutar balik semua kehidupan dan predikat ‘despicable (=tercela)’ Gru selama ini.

Selagi Pixar menguasai dominasi persaingan animasi dengan pendekatan realistis dari plot, karakterisasi serta pengembangan konflik demi sebuah pesan moral yang ingin disampaikan terhadap penerimaan universal pada penonton anak-anak serta dewasa sekaligus, studio-studio lain termasuk Illumination justru masih belum bisa lepas dari pakem konvensional animasi pada umumnya. Despicable Me pun dipenuhi oleh karakter-karakter komikal yang meski lucu, namun kelewat annoying termasuk The Minions, makhluk-makhluk mini bertingkah slapstick bak maket Charlie Chaplin namun kadang menyebalkan seperti Jar Jar Binks-nya Star Wars, yang menjadi maskotnya untuk tampil sebagai karakter animasi memorable itu. Pierre dan Chris agaknya terlalu memaksakan sisi tersebut hingga tiga karakter anak-anak sebagai satu-satunya karakter paling realistis dari film ini tak lagi mampu mengambil kesempatan untuk tampil menjadi penyelamat ke sisi manusiawi pesan moral yang harusnya bisa lebih menyentuh hati. Ditambah konflik utama mencuri bulan yang mungkin kelewat absurd buat penonton dewasa dan kebanyakan penonton sekarang yang sangat mendambakan realisme tema tadi, Despicable Me hanya menyisakan kelucuan demi kelucuan, tampilan teknologi 3D yang memang yahud termasuk adegan rollercoaster yang sangat wah, serta dialog dan pengisian suara dari komedian-komedian yang benar-benar masuk ke karakter animasi mereka namun tak menghilangkan kesan aslinya, seolah kita memang sedang menyaksikan film-film komedi nyeleneh Carell, Brand atau Segel. Animasi yang bagus, mungkin benar juga. Lucu? Pastinya. Tapi dalam sekejap ingatan tentangnya juga bakal hilang seketika, jadi jelas masih jauh dari karya-karya Pixar atau bahkan How To Train Your Dragon, sekali pun, untuk menyebut pesaing dari studio lain yang hadir dengan kualitas cukup luarbiasa. (dan)


~ by danieldokter on July 14, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: