THE SORCERER’S APPRENTICE : PSYCHIC VS PHYSICS, AND NIC’S IN FOR THE BAD HAIR DAY AGAIN

THE SORCERER’S APPRENTICE
Sutradara : Jon Turteltaub
Produksi : Walt Disney Pictures & Jerry Bruckheimer Films, 2010

Film apapun yang dirilis setelah hype yang begitu menggunung dari Inception, memang sedikit bunuh diri. Begitulah, di luar beberapa review yang memuji kerjasama ke-sekian kalinya dari tim National Treasure, produser raksasa Jerry Bruckheimer-sutradara Jon Turteltaub-dan aktor Nicolas Cage, Anda pasti kerap menemukan update status di situs-situs jejaring sosial atau ulasan review yang bertaburan dengan “SORCERER’S APPRENTICE AIN’T NO INCEPTION”, or something else yang kira-kira tendensinya sama, seminggu ke depan. Apalagi, dari barisan nama diatas, ini adalah sebuah film hiburan. Murni hiburan. Tak berbeda dari National Treasure, atau film-film Jerry Bruckheimer lainnya. Yang tak memerlukan kerinyitan kening, yang tak akan dibicarakan dengan debat seru, yang jelas-jelas melawan trend ‘tontonan pintar’ yang sekarang lagi didengung-dengungkan penonton kritis, sebagai sajian summer blockbusters se-‘murni-murni’-nya. Tapi bahwa blockbuster Disney terbaru ini juga mengandung nilai klasik cukup gede, itu juga belum pasti semuanya tahu. Sorcerer’s Apprentice adalah interpretasi lepas dari animasi pendek Disney yang terinspirasi dari sajak Inggris kuno ciptaan Goethe, yang termuat dalam animasi klasik kebanggaan Disney, Fantasia, yang sayangnya tak banyak menarik perhatian penonton-penonton sekarang. Animasi yang menggambarkan salah satu icon Mickey Mouse paling dikenal (lebih dikenal dari Fantasia sendiri), bertopi kerucut dan jubah merah penyihir, menghadapi sapu-sapu lepas kendali akibat kesembronoannya. Dipoles dengan kisah baru, versi live-action ini dibuka dengan pengkhianatan Maxim Horvath (Alfred Molina), satu dari tiga murid penyihir legendaris Merlin, yang bersekutu dengan penyihir wanita jahat Morgana (Alice Krige) dan membunuh Merlin. Dua murid lainnya, Veronica (Monica Bellucci) akhirnya berkorban menarik jiwa Morgana dan ikut terperangkap ke dalam sebuah boneka kayu berlapis (nesting doll), sementara Balthazar Blake (Cage) melanjutkan perlawanannya melawan Horvath dan berhasil memerangkap juga jiwa Horvath dalam boneka itu. Pesan terakhir Merlin untuk menemukan seorang ‘Prime Merlinian’, penyihir yang dapat menuntaskan semua kejahatan itu nantinya, melalui sebentuk cincin naga, membuat Balthazar menggelandang dari abad ke abad mencari sang terpilih. Hingga akhirnya di akhir abad ke-20 ia menemukan sosok itu pada seorang bocah bernama Dave Stutler (Jake Cherry), yang sayangnya membuat Balthazar kembali terperangkap ke dalam sebuah guci, dan boneka kayu tadi hilang entah kemana. Kejadian yang membuat Dave kehilangan masa depannya sebagai seorang nerd yang dianggap sakit jiwa ini kembali menyeruak 10 tahun kemudian, dimana Balthazar harus muncul sebagai mentor Dave dewasa (Jay Baruchel) untuk menyelamatkan dunia dari quest Horvath dan Morgana untuk membangkitkan penyihir-penyihir jahat yang selama ini terperangkap dalam dunia mereka.

Dengan penyajian ala kolaborasi Bruckheimer dan Disney seperti halnya National Treasure, family-friendly, polesan efek CGI dan sempalan komedi ringan, Sorcerer’s Apprentice sebenarnya punya segudang potensi untuk jadi sebesar pendahulunya yang berhasil meraup mega box-office itu. Plot melawan sihir dengan sains fisika-nya juga diracik cukup menarik. Namun apa boleh buat, jadwal perilisannya yang berjarak sangat dekat dengan Inception membuat banyak penonton melihatnya dari ekspektasi yang jadi berbeda. Padahal, chemistry yang ditampilkan Cage dengan Baruchel di film ini cukup erat. Baruchel yang belakangan kian menanjak sebagai komedian muda sejak kiprahnya di Tropic Thunder dan pengisi suara utama di How To Train Your Dragon, memang terlihat pas memerankan Dave, penyihir penyuka fisika, dengan tampang nerd dan suaranya yang sangat kartun itu. Sementara Alfred Molina tampil mantap sebagai villain dengan gaya komikal, seperti peran barusannya di Prince Of Persia. Pendukung lainnya, Kristen Stewart versi pirang, Teresa Palmer, aktris senior bertampang menyeramkan, Alice Krige dan beberapa aktor muda termasuk pemeran murid Horvath, Toby Kebbell, yang juga baru kita saksikan dalam Prince Of Persia juga muncul menyenangkan sesuai porsinya. Justru Monica Bellucci yang rasanya agak tersia-sia dengan tak diberinya kesempatan tampil lebih dan jual tampang belaka. Cage sendiri, yang lucunya tahun ini tampil dalam dua film bertema mirip (satunya lagi, Season Of The Witch, juga berperan sebagai penyihir dengan setting berbeda dan hadir akhir tahun ini) dengan tatanan rambut sama persis, satu dari sekian banyak tampilan ‘bad hair day-nya’gondrong ikal berantakan seperti Limbad, mau tak mau membuat sebagian orang semakin leluasa melontarkan kritiknya. Namun apapun itu, Sorcerer tentu tak pantas disikapi dengan ekspektasi sebesar Inception. Seperti sekolah dengan liburan, ujian atau kuliah biasa, we need that popcorn once in a while, dan mungkin, bahkan lebih daripada disajikan tontonan berat terus-menerus untuk sebuah hiburan. Set ekspektasi itu sesuai tempatnya, and trust me, Anda pasti bisa menikmati Sorcerer’s Apprentice se-renyah film-film Disney atau Bruckheimer yang pasti wajib memenuhi barisan koleksi film Anda di rumah. (dan)

~ by danieldokter on July 21, 2010.

One Response to “THE SORCERER’S APPRENTICE : PSYCHIC VS PHYSICS, AND NIC’S IN FOR THE BAD HAIR DAY AGAIN”

  1. cool n’ fun movie..!!!like it..!!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: