SALT

SALT

Sutradara : Phillip Noyce

Produksi : Columbia Pictures, 2010

Ketika Tom Cruise akhirnya mundur dari proyek dengan karakter yang khusus ditulis untuknya, Edwin A. Salt, sebuah kisah spy tentang mata-mata rusia di tubuh CIA, pihak Columbia mendapuk Angelina Jolie sebagai penggantinya. Nama Edwin pun kemudian diubah menjadi Evelyn, dengan pengembangan skenario yang dibantu oleh Brian Helgeland. Pilihan itu sepertinya cukup tepat, karena karir Cruise yang sudah meredup juga tak terlalu terselamatkan lewat Knight And Day barusan. Di tangan Jolie yang selalu pas hadir sebagai seorang heroine yang tangguh, karakter Salt pun tampil solid seperti franchise spy lain yang juga mendapat sentuhan Helgeland, trilogi Bourne.

Kedatangan mendadak Orlov (Daniel Olbrychski), mata-mata Rusia yang hendak menjual info pada CIA tentang rencana pembunuhan presiden Rusia di hari pemakaman wakil presiden AS menyadarkan seluruh agensi bahwa Evelyn Salt (Jolie), salah satu dari agen mereka adalah moles, mata-mata penyusup yang menunggu saatnya untuk diaktifasi pihak musuh. Dalam sekejap, Salt pun berubah menjadi pelarian yang dikejar-kejar oleh seluruh agen pemerintah di bawah pimpinan agen Peabody (Chiwetel Ejiofor) dan Ted Winter (Liev Schreiber), rekan sekaligus sahabatnya selama ini. Suaminya, Krause (August Diehl) juga diculik entah kemana. Perlahan, rahasia masa lalu Salt mulai terbuka namun ancaman terhadap keselamatan presiden AS, gerakan moles Rusia dan nuklir yang siap diluncurkan ke Mekah dan Tehran untuk memicu perang dunia juga ikut merebak bersamaan.

Porsi seorang Phillip Noyce, sutradara asal Australia yang sudah mengukir karirnya lewat debut Nicole Kidman di Hollywood, Dead Calm dan serangkaian franchise Jack Ryan-nya Harrison Ford, dalam penyutradaraannya, membuat Salt tak hadir sebagai sekedar tontonan aksi bertabur efek seperti Wanted, Tomb Raider atau heroine action lainnya. Noyce tetap memilih berada di pakemnya untuk menghadirkan adegan action bergaya realistis dengan shot-shot dinamis ala trilogi Bourne tanpa efek CGI, dan ini sekaligus memberi kesempatan bagi pengembangan skenario asli Kurt Wimmer untuk mengalirkan twist-twist spionasenya dengan cukup baik, meski tak sampai sedalam Bourne, namun di sisi lain sedikit terlihat lebih penuh pameran kesadisan dan muncratan darah. Penolakan Noyce terhadap kompromisme itu membuat gerakan anggun penuh slowmotion Jolie dalam adegan action seperti yang kita saksikan dalam film-filmnya sebelum ini tak lagi bisa menjadi sajian utama, namun bagi penonton dan kritikus serius pilihan ini justru muncul jadi kelebihan Salt sebagai pengikut trend trilogi Bourne.  Whatever it is, rasanya tak berlebihan kalau eksekusi akhirnya membuka sejuta peluang bagi Salt untuk menjadi sebuah franchise, namun sepanjang film terus terang, saya tak bisa menghindarkan pemikiran berandai-andai menyaksikan Salt dalam versi awalnya yang dibintangi Tom Cruise, karena meski Jolie tetap akan terlihat lebih wah dalam hal adegan-adegan action, sebagian besar line dialognya memang terasa sangat ’Cruise’ dan sedikit tak pas dengan mimik serius Jolie, terlebih bila ditimpali dengan senyum sumringah ala Cruise yang kerap menjadi trademark-nya itu. (dan)

~ by danieldokter on July 28, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: