THE EXPENDABLES : LAST ACTION HEROES IN A CELEBRITY DEATHMATCH

THE EXPENDABLES

Sutradara : Sylvester Stallone

Produksi : Millenium Films & Nu Image, 2010

Anda mungkin harus masuk dulu ke limbo kalau mengharapkan The Expendables, proyek ambisius Sylvester Stallone yang digarapnya dengan semangat mengumpulkan bintang-bintang aksi lintas generasi ke dalam satu layar, akan berakhir dengan segala kemegahan sinematis ala festival, dengan plot njelimet, dialog-dialog yang harus dicerna dengan pikiran, atau akting sekelas Oscar. Sejak awal, Stallone memang sudah mengarahkan proyek ini seolah suatu tribute bagi popularitas film-film aksi yang dulu melambungkan namanya ke puncak ketenaran di era 80an. Ringan bak popcorn, mindless dan murni komersil. Yang penting, pameran action yang dihadirkan berada di tingkatan eksplosif, bukan sekedar seru. Dan maklum saja, film yang bermain dengan ensembel cast segudang bintang besar sudah punya daya tarik tersendiri dalam jualannya. Mau dinilai gagal ini dan gagal itu, kolektor film serius sekalipun pasti memerlukan film-film ini di jajaran koleksi mereka, sebut saja A Bridge Too Far, The Longest Day, How The West Was Won hingga The Thin Red Line yang sebarisan bintang raksasanya hanya terkesan numpang lewat itu. Jadi lagi-lagi, dari barisan cast yang sudah berulang kali gonta-ganti itu (masuk di dalamnya yang batal tampil, Jean Claude Van Damme, Steven Seagal, Wesley Snipes, Sandra Bullock, Ben Kingsley, Forest Whitaker, Kurt Russell, Danny Trejo, Jonny Lee Miller, sementara ikon action lainnya Mark Dacascos atau Michael Dudikoff memang tak disodori tawaran) , naif sekali kalau Anda susah payah berdiri di barisan antrian dengan ekspektasi yang salah, dan akhirnya mengomentari plot klise, predictable, dialog payah, karakterisasi dangkal dan segala tetek-bengek sinematis serius. Bagaikan permen manis atau popcorn tadi, The Expendables memang hanya menawarkan mindless action scenes yang eksplosif, sedikit humor cheesy, ensembel cast yang ramai, plus feel nostalgik ke era 80an. Tak kurang, dan tak lebih. If you’re not into it, then just leave it.

Barney Ross (Stallone), Lee Christmas (Jason Statham), Yin Yang (Jet Li), Gunnar Jensen (Dolph Lundgren), Hale Caesar (Terry Crews), Toll Road (Randy Couture) yang tergabung dalam satuan elit tentara bayaran The Expendables, mendapat tugas dari pentolan CIA Mr. Church (Bruce Willis) untuk terjun ke Villenia, sebuah negara di pedalaman Amerika Selatan untuk memberantas agen CIA pembelot, James Monroe (Eric Roberts), yang mengontrol seorang jendral diktator dengan tangan kanannya, Paine (Steve‘Stone Cold’Austin) dan The Brit (Gary Daniels). Kekacauan luarbiasa di Villenia membuat Ross dan Christmas awalnya mengurungkan niat mereka, namun ketika hati kecil Ross memberontak saat melihat penderitaan rakyatnya serta semangat Sandra (Gisele Itie), putri sang Jendral untuk melawan dominasi Monroe, tim ini pun nekat untuk kembali ke tengah-tengah kancah perang itu. Apalagi Monroe memang berniat meneruskan dendamnya dengan merekrut Gunnar yang merasa tersisih karena ulahnya.

Entah atas dasar apa nama Eric Roberts dan Gary Daniels tak diikutsertakan di posternya, padahal keduanya termasuk ikon film aksi di era 80-90an, kemudian salahsatu highlight terbesarnya, cameo Arnold Schwarzenegger juga seakan disimpan sebagai kejutan, sementara Willis sebagai perekrut mereka dan satu nama lagi, Mickey Rourke, juga ikut tampil sekelebat disini sebagai mantan anggota tim yang beralih menjadi tattoo artists. Begitulah, The Expendables memang secara total menawarkan adegan action yang eksplosif hampir di sepanjang durasinya, bahkan sama sekali tanpa kompromi ke plot, dialog atau aspek filmis lainnya. Sempalan adegan tambahan untuk menjelaskan karakterisasinya pun terasa tak terlalu penting. Masih menggunakan style yang terakhir dipakainya di Rambo IV, Stallone kembali menghadirkan serangkaian adegan supersadis seperti anggota tubuh yang terpecah-belah dengan ekstrim. Di faktor chemistry, interaksi Stallone dengan Statham terlihat paling kontras dibanding yang lain, dan Statham agaknya layak mendapatkan kredit terbesar atas penampilannya yang lagi-lagi mendominasi aktor lain bahkan Stallone sendiri disini. Namun bukan berarti porsi peran yang lain lantas menyia-nyiakan bakat para aktor laga ini. Mulai dari Jet Li, Lundgren, Roberts, Daniels, superstar NFL Crews dan dua highlight WWF, Couture dan Austin tampil di kelasnya masing-masing. Apapun kekurangannya, rasanya memang ensembel cast yang dihadirkan Stallone benar-benar terasa dahsyat untuk digabungkan, terlebih sebuah scene yang menghadirkan tiga penggagas Planet Hollywood; Stallone, Schwarzenegger dan Willis sekaligus, yang mungkin mustahil untuk bisa disaksikan lagi even in a thousand years. Selain itu, adegan tarung ala Celebrity Deathmatch (only this is in a live action scene) yang melaga Jet Li vs Lundgren, Couture vs Austin dan Li-Statham vs Daniels juga tampil jadi highlight lain yang benar-benar memicu adrenalin. Seperti dialog-dialog cheesy penuh humor garing diantara aktor-aktor laga lintas generasi ini, better not get too serious untuk menilai ini-itu. Just enjoy the action, feel the adrenaline rush and let yourself blown away with their explosives! (dan)

~ by danieldokter on August 13, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: