DAWAI 2 ASMARA

DAWAI 2 ASMARA

Sutradara : Endri Pelita & Asep Kusnandar

Produksi : Rumah Kreatif 23 Picture, 2010

Di luar skeptisme sebagian orang terhadap sosok seorang Rhoma Irama dengan celoteh-celoteh dan tingkahnya yang kerap dianggap munafik di balik dakwah kental di tiap karyanya, sulit juga menampik status legenda dan ikon raja dangdut yang diembannya sejak lama. Kenyataan yang didengung-dengungkannya di film ini, bahwa dirinya sangat berjasa dalam sebuah revolusi musik dangdut untuk mengangkat statusnya dari sekedar orkes melayu yang digemari kalangan menengah bawah hingga mendunia pun begitu. Setelah lama tak merilis film, kini ia kembali dengan sebuah tendensi mempopulerkan putranya, Ridho Rhoma, yang juga baru sukses meniti karir di jalan utama sang ayah, lengkap dengan band-nya yang diberi nama Sonet2, dengan polesan musik modern ala Bollywood yang lebih kental dengan paduan aspek-aspek modern mulai dari rock sampai hiphop dan gaya anak muda yang lebih global. Dan demi tujuan ini pula, Bang Haji ini sampai terpaksa beradaptasi dengan budaya Barat ketimbang melulu ber-Arab ria seperti biasanya. Jadi tak usah heran melihat Rhoma kini berdialog campur bahasa Inggris dalam film ini. Peluncuran film ini juga sekaligus dilepas bersama album barunya dengan singel unggulan, Azza, yang juga muncul sebagai opening act.

Ridho (Ridho Rhoma) yang tengah kuliah di Australia seketika dipanggil pulang oleh sang ayah, Rhoma karena ia hendak meneruskan cita-citanya untuk terus mempopulerkan musik dangdut. Merintis karir barunya di tanah air, Ridho bertemu kembali secara tak sengaja oleh sebuah proyek malam gala yang ingin menampilkan Rhoma, dengan cinta monyetnya, Thufa (Cathy Sharon). Namun Thufa juga tengah dilanda kebimbangan dari kedekatannya dengan Delon (Delon) yang juga seorang superstar musik pop. Sementara masih ada siswi Australia Haura (Emily Graham) yang sedang meriset musik dangdut Indonesia dan supir taksi fans Rhoma yang terobsesi, Bruto (Pepeng Naif), yang mewarnai konflik cinta segitiga dan hubungan ayah-anak ini.

Sama dengan konsep lagu Rhoma yang berkiblat ke dangdut India ala Bollywood dan film-filmnya terdahulu, Dawai 2 Asmara juga dibesut dengan atmosfir dan semangat yang sama, namun ambisinya untuk memberi jalan terhadap sang putra diwarnai serangkaian proses adaptatif untuk membangunnya lebih modern. Namun itulah film kita, yang harus lagi-lagi berusaha keras menyamai ini dan itu, sehingga akhirnya hadir dengan konflik yang terasa tak masuk akal dengan karakterisasi tak jelas. Di saat sebuah melodrama India bisa muncul dengan konflik wajar dibalik dramatisasinya yang over, film kita selalu sebaliknya. Ridho juga belum pas benar untuk tampil sebagai seorang leading man. Tak hanya koreografinya, akting, intonasi dialog dan ekspresinya juga terlihat begitu canggung memikul beban debut ini, kontras dengan pendukung lain termasuk Rhoma yang santai dan cenderung sumringah seperti biasanya. Sementara Delon yang muncul proporsional di awal-awal menjadi overacting di turnover karakterisasinya, dan Pepeng Naif yang terlihat berusaha keras menjadi pesakitan juga akhirnya sama over dengan sempalan adegan aksi yang tak begitu relevan. Untunglah ada closing musical act lengkap dengan koreografi musikal ala Bollywood di airport dimana semua pendukung termasuk Ridho akhirnya bisa beraksi dengan lepas tanpa beban, yang membuat kita menyadari toh film musikal seperti ini memang dibuat dengan tendensi senang-senang saja, dan ambisi Rhoma untuk revolusi dangdut kedua itu ternyata juga terasa sebagai sarana pembuka jalan bagi Ridho, yang memang terlihat berhasil menyeimbangkan konsep modern musiknya. (dan)

~ by danieldokter on September 8, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: