MERAH PUTIH 2 : DARAH GARUDA

MERAH PUTIH 2 : DARAH GARUDA

Sutradara : Yadi Sugandi & Connor Allyn

Produksi : Margate House Films & Media Desa Indonesia, 2010

Janji para produser dengan sebarisan kru luar negeri dari sejumlah film-film perang terkenal yang mendunia termasuk Saving Private Ryan, Black Hawk Down dan Band Of Brothers, dalam Merah Putih, sebuah epik kemerdekaan Indonesia yang dirancang dalam bentuk trilogi, belum lagi terbukti lewat film pertamanya yang masih dipenuhi segudang kekurangan yang terus terang, untuk ukuran produksi sebesar itu, sangat mengganggu. Mulai dari adegan perangnya yang jauh dari kelas kolosal, figuran-figuran yang gaya jatuh tertembaknya sangat tak meyakinkan, plot pembuka yang belum lagi berhasil membangun chemistry erat karakternya, sementara soal masalah bahasa terlalu kaku yang digunakan, agaknya kita harus maklum demi keakuratan sejarah yang diembannya. Toh beberapa line dialognya masih kelepasan menggunakan bahasa yang belum dikenal di zaman itu. Lagipula ada tendensi lain untuk kepentingan peredaran internasionalnya. Bergerak ke chapter kedua petualangan patriot-patriot fiktif dengan pesan bijak sebuah persatuan religi dan budaya, Darah Garuda sudah memancangkan taringnya jauh sebelum peredaran serentaknya, dengan pemutarannya di berbagai festival internasional berkelas seperti Cannes, Pusan dan Berlin.    Dan promosi untuk menghadirkan adegan perang yang jauh lebih kolosal juga turut dikumandangkan di setiap press releasenya.

Sisa dari barisan tentara rakyat yang berhasil menyelamatkan diri dan menyandera seorang Mayor Belanda, Amir (Lukman Sardi), Tomas (Donny Alamsyah), Dayan (T.Rifnu Wikana) dan Marius (Darius Sinathrya) bersama mantan wanita penghibur, Lastri (Atiqah Hasiholan), istri Amir, Melati (Astri Nurdin) dan Senja (Rahayu Saraswati), kini melanjutkan perjuangan gerilya mereka untuk bergabung dengan pasukan Jendral Sudirman. Disitu, mereka bertemu dengan Sersan Yanto (Ario Bayu) dan prajurit cilik penembak jitu, Budi (Aldy Zulfikar), yang mendampingi mereka dalam sebuah misi bunuh diri untuk meledakkan sebuah lapangan terbang yang menjadi basis tentara Belanda dalam agresi militernya.

Review meyakinkan dari berbagai media internasional seperti Variety dan The Hollywood Reporter tampaknya tak hadir sekedar asal-asalan. Dibandingkan pendahulunya, bagian kedua trilogi ini sudah memulai langkahnya dengan jauh lebih mantap dengan bantuan Connor Allyn yang turun tangan di kursi sutradara bersama sutradara sebelumnya, Yadi Sugandi. Kekurangan-kekurangan yang masih tersisa dari bagian pertama termasuk di kendala penggunaan bahasa kelewat resmi dan bahasa Indonesia tentara Belanda yang terasa komikal seperti biasa itu juga seakan tersapu bersih dengan plot dan konstruksi konflik yang mengalir lancar, chemistry karakter utamanya yang semakin erat, termasuk satu yang paling ditunggu, adegan perang, yang meski belum lagi sampai ke taraf kolosal namun hadir begitu eksplosif di perempat akhir Darah Garuda. Pesan-pesan moral dan patriotik di tengah sempalan drama dan komedinya pun jadi terasa semakin kuat. Rasanya tak usah lagi terlalu mementingkan aspek lain karena sebagai epik perang kemerdekaan, Merah Putih sejak awal memang sudah dicanangkan sebagai sajian fiktif yang hanya menggunakan akurasi sejarah sebagai latar belakangnya. Paling tidak, bersama Sang Pencerah yang hadir bersamaan, usaha orang-orang di belakangnya demi sebuah tontonan yang selain bertujuan komersil namun juga memicu semangat nasionalisme dan persatuan, bisa membuka jalan bagi film-film bertema patriotik yang sudah semakin jarang hadir ke tengah-tengah kita. (dan)

~ by danieldokter on September 13, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: