SANG PENCERAH

SANG PENCERAH

Sutradara : Hanung Bramantyo

Produksi : Multivision Pictures, 2010

Gosip atau hanya menjual nama, bersamaan dengan kritik yang dilemparkan seorang Roy Suryo atas ketidakakuratan landscape Jogja tempo doeloe di film ini, muncul juga protes dari seorang tokoh sastra Indonesia, Taufik Ismail, yang bernada cukup keras, yang muncul sebagai kutipan dalam banyak forum dari sebuah blog mahasiswa universitas negeri disana. Anggapan mulai dari Hanung yang dituduh menyempilkan pemikiran komunisme, paham aliran kiri, anti Islam ke dalam sebuah film yang seharusnya bernafaskan Islam, pemilihan Lukman Sardi yang digosipkan murtad hingga menyinggung-nyinggung ayahnya, dan sejumlah nada miring lain. Ah, memang agaknya susah menempuh sebuah perjuangan di negeri ini, termasuk juga perjuangan mewujudkan mimpi seorang Hanung Bramantyo ke sebuah biopik tentang pendiri Muhammadiyah, K.H. Ahmad Dahlan, ke layar lebar, untuk bisa melaju mulus walaupun kabarnya sudah mendapat rekomendasi banyak pihak termasuk organisasinya sendiri. Perjuangan yang juga sama sulitnya dalam mendobrak trend film sampah kita ke arah film-film inspiratif macam ini. Toh akhirnya Sang Pencerah terbukti cukup digandrungi penonton sebagai tontonan menyambut lebaran bersama tiga film Indonesia lainnya termasuk Lihat Boleh, Pegang Jangan-nya Dewi Perssik yang sangat mengikuti trend.

Begitulah, Hanung pun menggelar sejarah hidup K.H. Ahmad Dahlan sejak lahir hingga memulai perjuangannya membesarkan Muhammadiyah. Sejak kecil, Darwis remaja (Ihsan Tarore) merasa jengah dengan adat yang mencampuradukkan agama dengan mitos-mitos kuno yang menyelimuti kalangan kraton tempat ia tumbuh besar. Maka ditempuhnya pendidikan ke Mekkah untuk mempelajari Islam dan menunaikan ibadah haji, meskipun harus menunda pernikahannya. Sepulang dari Mekkah, Darwis yang mengganti namanya menjadi Ahmad Dahlan (Lukman Sardi) mulai menanamkan ajarannya di tengah-tengah kekacauan akibat penjajahan Belanda. Kecaman dari banyak tetua termasuk penghulu agama kraton Kamaludiningrat (Slamet Rahardjo) serta sebagian masyarakat yang menganggapnya sesat bahkan melawannya dengan anarkisme tak membuatnya berhenti. Bersama sang istri, Siti Walidah (Zaskia Adya Mecca) dan murid-murid setianya (Giring Nidji, Dennis Adhiswara, Ricky Perdana, Abdurrahman Arif dan Mario Irwinsyah), Ahmad Dahlan pun memulai perjuangannya bagi umat, agama, serta kemerdekaan bangsa.

Dalam banyak karyanya, bahkan Ayat-Ayat Cinta yang novel aslinya sangat Islami serta Perempuan Berkalung Sorban yang banyak menuai protes itu, Hanung memang suka sedikit nakal menyampaikan protes-protes kecil penuh sindiran terhadap fanatisme yang dianggapnya melenceng, jadi tak usah heran kalau sebagian yang merasa tersinggung kemudian men-cap-nya ini itu. Sudut pandang kreator dalam sebuah film sebenarnya sah-sah saja, bahkan untuk sebuah biopik dan film religius, sekali pun. Namun apapun itu, mendapatkan film Indonesia dengan nilai informatif serta edukatif tinggi, jelas belum tentu datang sekali dalam setahun. Apalagi pesan moral bijak, semangat perjuangan edukatif yang jauh lebih layak diangkat ketimbang perjuangan fisik serta akting konsisten tiap pendukungnya hingga Giring dan Ihsan yang baru memulai debut layar lebar mereka tampil solid bersama bintang senior lainnya dibalik gaya penceritaan yang mengalir begitu lancar . Ditambah setting yang meski dinilai melenceng namun berhasil menghidupkan atmosfer tempo doeloe berikut score besutan Tya Subiakto yang tampil megah itu, rasanya layak sekali mensejajarkan Sang Pencerah dengan salah satu biopik terbaik lain, R.A. Kartini, yang pernah dilahirkan sineas alm. Sjumandajaya dulu. Paling tidak untuk membuka mata generasi muda bangsa ini akan pentingnya nilai-nilai edukasi yang ditempuh para pejuang dalam melawan penjajahan, yang sayangnya sekarang semakin pupus ditelan zaman. (dan)

~ by danieldokter on September 21, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: