LEGEND OF THE GUARDIANS : THE OWLS OF GA’HOOLE : TAKE IT TO THE SKIES!

LEGEND OF THE GUARDIANS : THE OWLS OF GA’HOOLE

Sutradara : Zack Snyder

Produksi : Warner Bros & Village Roadshow, 2010

First, saya akan kembali dulu ke tujuan Anda menikmati sebuah sajian animasi. Apakah hiruk pikuk dengan komedi yang diusung studio-studio pesaing Disney seperti Dreamworks, Columbia atau Universal, soft dan klasik seperti Disney, pintar dan hi-tech seperti Pixar, atau bahkan serius seperti animasi Ghibli dari Jepang? Seorang Zack Snyder, yang dalam sekejap sudah berstatus ’acclaimed’ lewat 300 dan Watchmen, ternyata tak memilih semuanya. Dalam perjalanan karirnya, ia sudah menghasilkan sebuah epik tak biasa, superhero tak biasa, dan kini, animasi yang juga tak biasa, yang rata-rata merupakan adaptasi buku apakah itu novel, komik atau novel grafis. Tak heran, trailer dari sebuah kisah fabel yang diangkat dari buku anak-anak best seller gubahan Kathryn Lasky ini sudah membius kita di teater-teater 3D pasca Avatar tempo hari, sebagai sebuah persembahan visual yang sepertinya, sangat layak untuk ditunggu. Dentuman emo-rock 30 Seconds To Mars dengan lagu Kings And Queens (oh, ya, we must admit kalau soundtrack trailer itu memang sangat berperan menambah daya tariknya) mengiringi tampilan visual 3D yang sangat apik itu ke depan mata tiap penontonnya. So, tak ada alasan untuk tak menunggunya dengan ekspektasi tinggi.

Lewat tokoh utama burung hantu (o, ya, hampir seluruh pendukung fabel ini adalah mereka, plus kelelawar algojo dan seekor ular) Tyto bernama Soren (disuarakan Jim Sturgess), yang sejak kecil sangat mengagumi cerita ayahnya tentang kepahlawanan para burung hantu ’Guardians’ dari Ga’Hoole, kita dibawa ke sebuah kisah perseteruan antara para Guardians dengan kelompok ’The Pure Ones’ yang memiliki recruitment sama dengan menculik para burung hantu cilik yang tersesat, namun maksud dan tujuan bertolak belakang. Sementara para Guardians bertujuan baik, Pure Ones dibawah pimpinan Metalbeak (Joel Edgerton) adalah kelompok pemberontak yang kejam ingin menguasai kerajaan burung hantu, sekaligus memiliki dendam pribadi pada pahlawan legendaris Guardian yang dijuluki Lyze of Kiel (Geoffrey Rush). Keinginan Soren untuk menemukan The Guardians mengantarkannya bersama abangnya yang ambisius, Kludd (Ryan Kwanten), ke sarang The Pure Ones hingga menjadi lawan berseberangan ketika Soren akhirnya direkrut oleh The Guardians setelah melarikan diri, apalagi ketika adik terkecil mereka, Eglantine (Adrienne deFaria) hampir menjadi korban The Pure Ones. Soren pun menemukan takdirnya bersama Sang Lyze of Kiel serta rekan-rekan barunya untuk menyelamatkan dunia mereka dari ancaman Metalbeak dan seluruh pasukannya yang siap membumihanguskan Ga’Hoole.

Pilihan Snyder memilih jalur yang lain dari animasi biasanya mau tak mau membuat Legend Of The Guardians sedikit keluar dari jalurnya sebagai sebuah animasi yang biasa menjadi tontonan seluruh keluarga. Meski tampilan burung hantunya disesuaikan dengan tendensi itu berikut juga theme song ’To The Sky’ dari Owl City yang terasa kelewat ringan dibanding soundtrack trailernya, plot berbelit dengan twist-twist kecil dan gaya penceritaan yang juga tak linear mungkin membuat pemirsa belia sedikit kesulitan mengikuti alurnya, apalagi bagian klimaksnya memuat pertarungan massal dengan tingkat kesadisan tusuk-menusuk selayaknya 300, meski tanpa muncratan darah. Banyaknya karakter dari sumber aslinya juga sepertinya terasa kelewat padat walau tak sampai terlewat percuma, sementara wajah-wajah dan ornamen para owls ini juga hampir menyerupai satu dengan yang lainnya, belum lagi kepentingan setting yang hampir selalu harus tampil di malam hari. Namun dari semua kekurangan-kekurangan itu, adalah sebuah tampilan visual yang terasa begitu solid membawa penontonnya ke sebuah dunia petualangan imajiner yang digelar Snyder, sekaligus wilayah baru dunia animasi yang belum pernah kita nikmati sebelumnya. Lihatlah betapa butiran air hujan dan cipratan dari permukaan laut, jilatan api, getaran bulu-bulu burung yang diterpa angin serta kepakan sayap mereka tampil dengan visual yang benar-benar luarbiasa, terlebih bila disaksikan dalam versi 3D. Intensitas ketegangan ala Snyder juga tetap muncul dengan fondasi yang kuat, dengan pengisi suara yang dipenuhi bintang-bintang terkenal dan score musik David Hirschfelder yang sangat mendukung kemegahan visual itu.  Dan sebagaimana juga jiwa sebuah animasi, Snyder tetap tak lupa menyempilkan pesan-pesan moral yang bisa bicara bijak tanpa harus menggurui, berikut beberapa popular knowledge yang sangat informatif tentang dunia burung hantu. Ah, rasanya akan semakin banyak pujian yang dilontarkan ketika saya mengingat-ingat lagi pengalaman visual luarbiasa tadi, namun yang jelas, Snyder sekali lagi sudah menunjukkan kelasnya sebagai acclaimed director dengan kemampuan ekstra menyuguhkan kita sesuatu yang tidak biasa. (dan)

~ by danieldokter on September 29, 2010.

One Response to “LEGEND OF THE GUARDIANS : THE OWLS OF GA’HOOLE : TAKE IT TO THE SKIES!”

  1. Setuju banget ^^ detail hujan, jilatan api…keren!! apalagi waktu terbang bener-bener seperti burung hantu sungguhan. thx uda review tentang “legend of The Guardian” ya ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: