MADAME X : THE REBIRTH OF INDONESIAN SUPERHERO

MADAME X

Sutradara : Lucky Kiswandi

Produksi : Kalyana Shira Films & Happy Ending Pictures, 2010

Sejak Gundala Putra Petir di tahun 80an, layar lebar Indonesia agaknya sudah sepenuhnya meninggalkan genre superhero, yang sekali waktu dulu pernah merajai dunia komik Indonesia, tapi muncul hanya segelintir saja di film. Rama Superman Indonesia adalah salah satunya, dan Darna Ajaib, terserah Anda, karena ini memang proyek tiruan dari superhero asli Filipina yang sudah malang melintang dari tahun 50an disana. Booming film-film dengan genre ini belakangan sebenarnya sudah menimbulkan banyak demand dari penonton dan pengikut forum-forum film, namun melihat jeleknya tampilan genre ini di dunia sinetron yang notabene dikhususkan untuk penonton anak-anak, sineas kita juga seakan enggan mendobrak trend yang ada. Sampailah akhirnya Nia Dinata dengan Kalyana Shira merespon ide dari Amink untuk mengangkat kembali genre ini ke layar lebar. O ya, itu juga yang mungkin membuat balutan komedi tak bisa lepas dari proyek ini. Dan ini bukan sekedar komedi. Ini komedi nyeleneh ala Amink-Nia dan sineas-sineas generation X angkatan mereka termasuk Joko Anwar. Seperti Quickie Express, yang nyaris terdengar gila. Jadi mengharapkan sesuatu yang berjalan normal-normal saja, rasanya juga tak bakal mungkin terjadi. Dan catat, perlu ada konsep open-minded untuk bisa menertawakannya bersama mereka.

Begitulah. waria Adam (Amink) awalnya tak menyangka hidupnya bakal berubah seketika saat ia dan sekumpulan rekan warianya diculik oleh ormas misterius Bogem yang sudah lama melakukan teror-teror anarkis terhadap pelanggaran moral versi mereka. Peristiwa yang merenggut nyawa teman baiknya, Aline (Joko Anwar), akhirnya membawa Adam ke sanggar tari Lenggok milik Om Rudy (Robby Tumewu) dan Tante Yantje (Ria Irawan) yang transeksual, di kawasan Tanjung Awan yang tengah diterpa isu politik dengan kampanye Kanjeng Badai (Marcell Siahaan) sebagai calon pemimpinnya. Disana, Adam ditempa menjadi sesosok jagoan tangguh dengan nama Madame X, lengkap dengan gadget ala superhero, dan misi utamanya adalah menumpas Kanjeng Badai dengan trio istrinya (Titi DJ, Shanty dan Sarah Sechan) yang berada di balik usaha penculikan gadis-gadis tenaga kerja ke luar negeri. Awalnya Adam sempat menolak, namun dendamnya pada Kanjeng Badai membuat dirinya mau juga menjalani takdir ini, dengan bantuan Din (Vincent Rompies) serta sahabatnya, Cun Cun (Fitri Tropica).

Sama seperti isu-isu budaya yang beredar di negeri ini, yang menghasilkan banyak konsep-konsep penuh kemunafikan, termasuk di-banned-nya Q Film Festival barusan, gambaran luar Madame X mungkin membuat sebagian penonton mencerca, menghina bahkan mencaci-makinya sebagai tontonan yang tak berbeda jauh dengan tontonan-tontonan sampah penuh buka-bukaan lain yang kian membanjiri bioskop kita. Humor nyeleneh yang menggambarkan dunia waria dan homoseksual tentu tak bisa begitu saja diterima sebagian orang, apalagi Madame X memang menampilkannya dalam versi sedikit over, dimana beberapa adegannya digelar dengan vulgar dan penuh dengan bahasa waria yang mendominasi dialognya secara serampangan. Namun lagi, bila ditelusuri jauh lebih dalam, film ini jauh lebih ketimbang sekedar menawarkan vulgarisme itu. Coba lihat dengan pikiran lebih terbuka, bahwa tak hanya dunia yang disebut sebagian orang ‘miring’ tadi yang melulu tampil ke depan mata penontonnya. Ada pendobrakan penuh sindiran menyentil dari banyak isu-isu yang beredar di sekitar kita selama ini selayaknya film-film Kalyana sebelumnya, bicara dengan sisi feminisme yang bijak, plus dalam hal genre superhero yang kembali mendobrak layar lebar Indonesia. Oke, pencampuradukan ide itu mungkin membuat satu dari yang lainnya tak lagi bisa tampil fokus walaupun semua aktor dan kru pendukung senior sampai junior yang sudah punya nama dan masing-masing punya kelucuan khas yang berbeda itu berakting beres, termasuk Joko Anwar yang biasanya hanya muncul dalam cameo tak berarti namun disini bisa mencuri (perhatian). Kemudian efek-efek green screen yang memang masih terkesan tak maksimal namun bisa bersinergi dengan kegilaannya, kostum over tapi tetap stylish dan meski sebagian dialog latar yang simpang-siur mencampur bahasa waria, slank ibukota dengan Bahasa Belanda itu tak bisa tercerna baik oleh semua penonton (hey, next time, membubuhkan subtitle nyeleneh ala komik Asterix mungkin bisa membuatnya jadi tambah lucu), namun Madame X tetap bisa dikategorikan ke sebuah tontonan yang berbeda. Jayus? maybe, depends on how you did or didn’t get it. Lucu? Ah, saya bisa tertawa juga kok. Efeknya? Untuk ukuran Indonesia, tak lebih baik daripada iklan-iklan teve yang ada. Seru? in some scenes, okelah. Sebagian orang boleh-boleh saja menuduhnya meniru superhero waria dari Filipina, Zsa-Zsa Zatturnah, yang mungkin belum pernah didengar kebanyakan penonton kita, atau ambisinya dalam mengimbangi usaha Malaysia mengangkat genre ini lewat Cicak-Man dengan aktor Syaiful Apek yang fisik dan celotehnya juga mirip-mirip Amink berikut teknik green screen yang digunakan hingga tampilan mirip dengan RRama, villain Cicak-Man 2 yang dibintangi aktris kita, Tamara Blezynski. Namun apapun itu, sebuah usaha untuk awal yang baru sudah selayaknya mendapat apresiasi lebih dari sekedar hujatan dan caci-maki, dan sekali lagi, perlu pikiran terbuka untuk bisa sampai ke sana. Maju terus superhero Indonesia! (dan)

~ by danieldokter on October 7, 2010.

2 Responses to “MADAME X : THE REBIRTH OF INDONESIAN SUPERHERO”

  1. Film ini audio-nya payah! Omongan waria dan celotehan mereka kadang gak jelas di telinga sehingga susah nangkap komedi-nya.

  2. di bioskop oke2 aja kok, ga tau ya kalo di dvd.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: