TAKERS : AN INTENSE BUT INCONSISTENT ACTION EXTRAVAGANZA

TAKERS

Sutradara : John Luessenhop

Produksi : Screen Gems, 2010

Sebuah film yang bermain-main dengan ensembel cast yang ramai sudah jelas punya daya tarik tersendiri, sekaligus jadi trend yang tak pernah mati. Jadi seperti itulah Takers menancapkan pesonanya sejak promonya dimulai berbulan lalu sampai bergonta-ganti jadwal edar. Mulai dari aktor-aktris muda seperti Paul Walker, Hayden Christensen, Zoe Saldana dan Jay Hernandez sampai senior Matt Dillon, plus highlight dari kolaborasi rapper-rapper kulit hitam Chris Brown dan Tip ‘T.I.’ Harris, yang juga berdiri di belakang kursi salah satu produsernya. Gambaran sebuah stylish action pun langsung muncul dari press release picture perdananya tempo hari, dimana ensembel ini duduk bersusun mengenakan jas rapi bak sebuah grup gangster. Plotline-nya juga mengisyaratkan hal itu. Sebuah heist movie yang bakal penuh dengan intrik tipu-menipu, dan jelas, seru. John Luessenhop, seorang sutradara yang debutnya, Lockdown, adalah film kelas C atau D straight to video yang sama sekali tak penting buat diingat, didapuk menjadi sutradaranya. Ah, mungkin saja karena ada hubungan kekerabatan dengan rapper-rapper itu.

Takers pun digelar dengan sepak terjang sekelompok perampok bank elit di bawah pimpinan Gordon Cozier (Idris Elba) bersama orang terpercaya, John (Paul Walker) dan anggotanya, A.J. (Hayden Christensen), kakak beradik Jake (Michael Ealy) dan Jesse (Chris Brown) serta Ghost (T.I.). Di seberang mereka, ada duo polisi, Jack Welles (Matt Dillon) dan partnernya Eddie Hatcher (Jay Hernandez) yang punya dendam pribadi pada kelompok ini. Tertangkapnya Ghost pada sebuah aksi kemudian menghentikan aktifitas mereka sementara, namun ketika Ghost kembali dengan sebuah rencana perampokan besar terhadap mobil yang membawa 30 juta dolar, sebuah intrik baru penuh pengkhianatan pun dimulai. Bukan hanya harus menghadapi kejaran Jack dan Eddie, Gordon dkk juga harus menghadapi Ghost yang bekerjasama dengan mafia Rusia untuk menjebak mereka.

Action intens yang sudah digelar Luessenhop sejak menit-menit pertama dengan shot-shot dinamis yang terlihat se-realistis action ala Bourne Trilogy diselingi baku tembak, car chase serta ledakan bom itu memang terlihat sangat menjanjikan. Apalagi, balutan plot berlapis yang hadir satu-persatu semakin menambah dayatarik itu. Namun secepat itu juga satu demi satu kekuatan itu semakin menurun ketika kita perlahan mulai menyadari bahwa banyaknya karakter yang disajikan tak diikuti dengan adanya kejelasan karakterisasi plus sebagian besar nama terkenal yang mendapat treatment sekedar numpang lewat untuk memberi ruang pada sejumlah pendukung berkulit hitam plus Chris Brown dan T.I secara sangat jelas. Konflik bertingkat yang sudah dibangun baik sejak awal pun dengan cepat juga berbalik menjadi eksekusi-eksekusi klise, bahkan akhirnya dituntaskan dengan sesuka hati saja. Terlalu banyak karakter yang terasa percuma disini, termasuk dua aktrisnya. Lebih parah lagi, adegan action yang hadir di klimaksnya, meski tetap berintensitas luar biasa seru namun dengan polesan slow motion dan sound justru jadi terasa tak konsisten dengan jalur sebelumnya yang digelar Luessenhop. Begitupun, pada seperempat akhir, sebenarnya saya sempat mendapatkan sedikit feel ke sebuah western legendaris lama karya Walter Hill, The Long Riders yang juga bercerita tentang perampok-perampok tangguh, hingga berharap ke sebuah eksekusi yang sama, atau paling tidak, mirip dengan itu. Namun apa boleh buat, apa yang muncul kemudian justru semakin mengesankan bahwa tujuan film ini sepertinya, termasuk bagi seorang T.I. yang banyak berperan di produksinya, untuk memuaskan ambisi kekanak-kanakannya seolah sedang bermain dengan figur-figur serdadu masa kecilnya. It may sounds racial, namun nyatanya ada banyak juga film yang dipenuhi nama-nama Afro-Amerika masih bisa memberi ruang untuk mengembangkan karakter-karakter oppositenya dengan lebih konsisten dan seimbang. Secepat stok popcorn dan softdrink Anda menipis, Takers pun secepat itu berubah dari sebuah good start ke total letdown. (dan)

 

 

~ by danieldokter on October 23, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: