THE SOCIAL NETWORK : SO YOU KNOW THE FACEBOOK HISTORY NOW, DON’T YOU?

THE SOCIAL NETWORK

Sutradara : David Fincher

Produksi : Columbia Pictures, 2010

You Don’t Get To 500 Million Friends Without Making A Few Enemies. Aha. Ini adalah tagline yang menarik sekali untuk menjelaskan sisi historikal dari sebuah jejaring sosial paling fenomenal di abad, atau paling tidak, dasawarsa ini. Orang-orang aslinya boleh saja tak merestui pembuatannya, termasuk larangan syuting di Harvard dan beberapa diantaranya tak dilibatkan sama sekali, namun itulah sistem yang ada di luar sana. Oleh data-data, wawancara, sampai penelusuran lebih detail, sebuah interpretasi baru bisa dibangun dalam banyak reaksi berbeda. Benar atau tidak? Oh, you have to be one of them to really know it. Tapi yang jelas, as a part of that 500 Million, kita cuma tahu bahwa ini adalah guliran realitas sebuah based on true story movie, yang membuat sebagian pengguna yang tak pernah tahu sejarah terciptanya situs itu jadi lebih melek. Begitulah The Social Network  diterjemahkan dari skenario Aaron Sorkin (selain The West Wing, Sorkin sudah menyuguhkan karyanya di sejumlah film-film best seller tahun 90an seperti Malice, A Few Good Men dan American President, semuanya rata-rata tergolong mild unbombastic movie yang bisa berbicara panjang lebar dalam pemaparannya). atas novel bestseller “The Accidental Billionaires’ karya Ben Mezrich. Kursi penyutradarannya dipegang oleh David Fincher, sineas vanguard yang karya-karya terakhirnya sudah lumayan melunak sejak lonjakan debutnya di Alien 3, The Game, Fight Club dan tentu saja, Se7en. Begitupun, Fincher masih menyisakan absurditas gelap-nya yang terasa khas di film-film terakhirnya, termasuk dalam The Social Network ini.

It all begins at 2003’s Harvard University, dimana seorang mahasiswa geek bernama Mark Zuckerberg (Jesse Eisenberg) yang baru diputuskan kekasihnya, Erica Albright (Rooney Mara), mengungkapkan kekesalannya dengan meng-hack seluruh database asrama mahasiswi, mengunduh foto mereka dan membuat laman situs bernama ‘facemash’, lengkap dengan perhitungan algoritma dari sahabatnya, Eduardo Saverin (Andrew Garfield), dimana semua mahasiswa bisa membuat perbandingan atraktifitas mahasiswi-mahasiswi itu. Dalam sekejap, server universitas menjadi kewalahan atas tingkah Mark, dan ia segera direkrut oleh kembar jetset Winklevoss (Armie Hammer, yup, pemerannya hanya satu dibantu seorang body double) dan teman mereka Divya (Max Minghella) dalam rencana pembuatan sebuah date site khusus untuk Harvard bernama Harvard Connection. Namun Mark ternyata jauh lebih bisa membaca situasi. Bersama Eduardo yang menjadi pendananya, Mark pun menciptakan situs‘Thefacebook’ yang bernada sama. Akibatnya, Divya dan si kembar pun langsung menuntut Mark setelah popularitas situs jejaring sosial ini kian menanjak keluar Harvard dengan bantuan Christy Lee (Brenda Song) yang akhirnya menjadi kekasih Eduardo. Belum lagi proses pengembangan itu akhirnya semakin menimbulkan jarak antara dirinya dan Eduardo yang sejak awal bertentangan di masalah ads, setelah mereka bertemu dengan Sean Parker (co-founder situs sharing Napster) yang banyak memberi masukan (termasuk membuang ‘the’ menjadi facebook) dan menarik perhatian Mark lebih ketimbang Eduardo. Semua ini akhirnya berujung pada sebuah proses legal dimana Mark tak harus hanya menghadapi Divya dan The Winklevoss, namun juga sahabat terbaiknya sendiri, Eduardo, di tengah sebuah perjuangan meraih mimpi dan kekayaan dari masing-masing pihak yang berseteru.

Latar setting di dunia universitas dan kedekatan pasar bagi pengguna facebook yang persentasenya lebih besar di kalangan muda membuat Fincher mungkin sedikit harus menyesuaikan gaya penyutradaraannya di sisi ini, yang di banyak adegan muncul dalam feel 80s-90s teenage movies yang agak komikal, namun The Social Network memang tak hanya berisi penggambaran kehidupan mahasiswa itu melulu. Fincher masih tetap bisa memunculkan gaya khasnya lewat serangkaian adegan di testify session tertutup antara Mark, pengacara dan para penuntutnya, yang juga sama-sama mendominasi keseluruhan film, plus tentu saja alur maju mundur yang memberi kesempatan luas untuk mengeksplor style vanguardnya seperti biasa. Dari perpaduan ala St Elmo’s Fire atau The Breakfast Club dalam set ala John Grisham dari sudut pandang Fincher itulah, The Social Network, meski tampil sebagai film yang sarat dialog-dialog bagus  yang ‘never lets up’ namun tetap ada di genre ‘diam’, (means not attractively closed to most happy-viewers), bisa menjadi sangat enak untuk diikuti siapa saja, apalagi maniak facebook yang ingin menelusuri sejarah lahirnya situs jejaring sosial ini. Soundtracknya yang diisi Trent Reznor juga ikut mewarnai feel itu. Dari sisi akting, adalah Andrew Garfield yang menampilkan akting paling intens dan menonjol sebagai Eduardo Saverin, yang memang porsi karakternya sangat memerlukan akting emosional, sementara Jesse Eisenberg terkadang terlihat tak konsisten dan kelewat geeky (meski tampilan asli Zuckerberg memang menyiratkan hal ini ; di salah satu wawancara saja Fincher mengakui ia sampai mensyut hampir seluruh akting Jesse dua kali, satunya emosional dan satunya geeky), namun terkadang memang diperlukan untuk membangun reaksi positif terhadap karakter Mark yang pintar namun naif ini. Dari sudut itu, Jesse memang lumayan berhasil menampilkan motivasi Mark yang bisa dimaklumi penonton untuk tak men-cap-nya sebagai karakter antagonis ketika berhadapan dengan reaksi-reaksi Eduardo yang akibat akting Garfield lebih terlihat sebagai korban yang patut mendapatkan simpati, apalagi dengan interpretasi Justin Timberlake sebagai Sean yang lebih cenderung terlihat manipulatif ketimbang seorang oportunis itu. Seperti banyaknya pro dan kontra dari pengamat film hingga sosial dan teknologi, dari dialog akhir yang muncul dari seorang pengamat hukum dari sidang tertutup, Marylin Delpy (Rashida Jones) terhadap Mark, “You’re not an asshole, Mark. You’re just tryin’ so hard to be”, Fincher membawa kita ke sebuah kesimpulan moral di grey area dari sebuah dramatisasi kisah nyata yang tak lagi memerlukan judgment ini-itu. By Fincher and Sorkin’s intriguing perceptive, this is a great story of some  ‘not yet an adults’ fighting their way chasing dreams and making money. Huge dreams and lots of money! (dan)

~ by danieldokter on November 3, 2010.

2 Responses to “THE SOCIAL NETWORK : SO YOU KNOW THE FACEBOOK HISTORY NOW, DON’T YOU?”

  1. […] This post was mentioned on Twitter by Mas Djay Ganteng™, Daniel Irawan. Daniel Irawan said: THE SOCIAL NETWORK : SO YOU KNOW THE FACEBOOK HISTORY NOW, DON'T YOU?: http://wp.me/pVV2A-4p […]

  2. ternyata reviewnya bagus yah… kupikir ini bakal jadi flm jelek😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: