HARRY POTTER AND THE DEATHLY HALLOWS PART 1

HARRY POTTER AND THE DEATHLY HALLOWS PART 1

Sutradara : David Yates

Produksi : Warner Bros, 2010

So one of the greatest franchise in the world has finally come to an end, meski masih menyisakan rasa penasaran ke bagian keduanya yang baru akan digelar di pertarungan summer movies tahun depan. Harry Potter and The Deathly Hallows, yang diterjemahkan menjadi Relikui Kematian (mengacu pada istilah relic, barang peninggalan orang suci yg dianggap berharga; benda-benda keramat), yang sudah mengundang review-review positif di beberapa screening awalnya, masih dibesut oleh David Yates yang sudah menghidupkan film kelima dan keenamnya sekaligus. Sama seperti tone novel asli karya J.K. Rowling yang benar-benar meningkatkan intensitas petualangan Harry melawan Voldemort ke sebuah final showdown diantara hiruk-pikuk perseteruan para penyihir baik dan jahat, Yates rasanya bukan merupakan pilihan yang percuma. Kiprahnya di bagian kelima dan keenam Harry Potter sudah melahirkan seorang sutradara franchise yang benar-benar terlihat memahami karakterisasi aslinya sehingga mampu menggelar visual sekuat membaca novelnya.

Di tengah kekuatan Voldemort (Ralph Fiennes) dan barisan penyihirnya yang sudah menguasai kementrian penyihir bahkan sekolah Hogwarts pasca kematian Dumbledore (Michael Gambon), Harry Potter (Daniel Radcliffe) bersama Ron Weasley (Rupert Grint) dan Hermione Granger (Emma Watson) harus meniti takdir mereka menuju perhitungan terakhir dengan Voldemort. Di belakang mereka, penyihir-penyihir sekutu Harry sudah siap mengorbankan jiwa mereka demi perang suci ini, namun sebelumnya trio Harry-Hermione-Ron harus terlebih dahulu mencari Horcrux, belahan-belahan jiwa Voldemort sekaligus kunci dari kekuatannya yang masih tersebar di beberapa tempat rahasia, dan semua ini masih diwarnai lagi dengan konflik pribadi diantara mereka bertiga.

Menerjemahkan novel ke layar lebar sudah jelas bukan sebuah usaha gampang, dimana harus ada beberapa bagian penting yang diharapkan banyak fansnya untuk tampil terpaksa dipadatkan ke masa putar terbatas untuk sebuah sajian bernama film. Begitulah, hal ini tak bisa tidak, masih tak terhindarkan dalam banyak review-review yang ada pada sebuah adaptasi. Namun apapun itu, skenario besutan Steve Kloves terasa sudah menghadirkan sebuah sinergisme yang cukup padat dengan penyutradaraan Yates yang berkembang semakin matang di part final ini, dimana hampir seluruh cast yang pernah tampil di film-film sebelumnya kembali hadir dengan set yang tak lagi bertumpu pada atmosfer Hogwarts, ditambah pula dengan kemunculan karakter-karakter baru yang tak juga terlewat percuma dan menambah lagi daftar aktor-aktor papan atas Inggris yang ikut berkolaborasi dalam franchise ini. Satu kelebihan terbesar dari The Deathly Hallows adalah intensitas dan visualisasi set, creatures serta adegan pertarungan sihir yang semakin banyak dihadirkan Yates ketimbang dramatisasi alurnya. Meski kepadatan plot itu di beberapa sisi masih terlihat berjalan agak lambat termasuk di konflik segitiga antara Harry-Hermione-Ron yang sedikit over dan menurunkan tensi ketegangannya, namun Yates sudah bisa semakin lancar berkomunikasi dengan penontonnya, bahkan yang bukan pembaca novelnya sekalipun. Di wilayah turnover petualangan Harry yang berkembang semakin gelap dan dewasa pasca The Chamber Of Secrets, intensitas ketegangan serta visualisasi kaya itu sudah sukses menjadikan The Deathly Hallows menjadi instalmen terbaik franchisenya sekaligus menunjukkan pemahaman karakterisasi mendalam yang digelar oleh Yates. Sekarang semuanya akan terpulang kembali pada bagian keduanya nanti, apakah kolaborasi sukses ini bisa mengakhiri semuanya dengan gemilang, atau justru menjadi sebuah letdown terhadap ekspektasi yang sudah menjulang sedemikian tinggi itu. (dan)

~ by danieldokter on November 20, 2010.

2 Responses to “HARRY POTTER AND THE DEATHLY HALLOWS PART 1”

  1. […] This post was mentioned on Twitter by Ferry Rumahorbo, Daniel Irawan. Daniel Irawan said: HARRY POTTER AND THE DEATHLY HALLOWS PART 1 : http://wp.me/pVV2A-4I […]

  2. I love that film ,….
    I want get it all about this excellent film

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: