BURIED : AN ‘OUT OF COMFORT’ CLAUSTROPHOBIC CHILLER

BURIED

Sutradara : Rodrigo Cortés

Produksi : The Safran Company, Versus Ent, Dark Trick Films, & Lionsgate (distributor), 2010

Well, while most happyviewers bisajadi tak perduli dengan publikasinya, penonton-penonton serius pasti menjadikan Buried sebagai salah satu film paling ditunggu tahun ini. Sebuah thriller -bahkan mungkin menjurus ke horror- claustrophobic yang keseluruhan setnya berada pada sebuah peti kayu yang tertanam di bawah tanah, serta bertumpu pada Ryan Reynolds seorang ; sebagai aktor yang sebenarnya juga lebih dikenal bukan karena aktingnya namun karena popularitasnya di kebanyakan blockbusters (incl the upcoming DC Comics’ Green Lantern) sekaligus Mr. Scarlett Johannson plus gelar The Sexiest Man Alive versi majalah People tahun ini. Ditambah lagi dengan kualitas premierenya di Sundance Festival, salah satu ajang pemasaran produksi independent paling bergengsi, serta review-review positif yang bahkan menyempilkan sebutan ‘ala Hitchcock’ dalam publikasi mereka, kita pun mau tak mau harus tergoda dengan kiprah Rodrigo Cortés, sutradara asal Spanyol yang pernah menghasilkan ‘The Contestant’ (2007) yang juga tak dikenal luas meski memenangkan beberapa festival dan dipuji-puji kritikus itu, dalam membesut atmosfer ambisius yang dibawa film ini.

Mengawali Buried, Cortes membawa penontonnya ke beberapa menit blankspot hitam (yang mungkin bila diputar di Indonesia akan mengundang teriakan sebagian penontonnya pada reel man) sebelum memperkenalkan seorang Paul Conroy (Reynolds), supir truk sebuah perusahaan kontraktor AS di Irak, yang mendadak sontak menemukan dirinya terkubur di sebuah peti dengan sebuah ponsel, zippo serta beberapa barang kecil lainnya tanpa tahu lokasi persis dirinya berada. Yang tertinggal di ingatannya hanya sebuah ambush dimana kru-nya hampir semua terbunuh disana. Dengan setengah usia batere ponsel yang ada, Conroy pun berusaha menghubungi beberapa orang untuk melacak keberadaannya sambil meminta pertolongan, dan mengetahui kalau sekelompok teroris berada di belakang semua ini meminta tebusan sebesar 5 juta AS. Yang bisa membantunya hanyalah Dan Brenner (Robert Paterson), pimpinan Special Forces yang terus berkomunikasi sambil berusaha menemukannya. Toh Conroy masih harus menghadapi banyak ancaman lain termasuk birokrasi perusahaan dan negaranya sendiri dalam peti yang mulai dimasuki pasir itu.

Adalah penulis cerita/skenario Chris Sparling bersama Reynolds lah yang sangat berjasa menghidupkan Buried sebagai film dengan penuturan inovatif yang belum pernah menyentuh visual penontonnya dengan cara unik dengan set tunggal ber-felt klaustrofobik murni ini. Selagi Sparling dengan leluasa mampu bermain-main di sejumlah sentilan dan sindiran politis, ekonomi serta birokrasi dalam dialog penuh makna sambil sesekali memasukkan adegan-adegan cinematically cliché untuk berkompromi dengan sedikit sisi komersialnya, Reynolds memegang peranan utama untuk menjaga komunikasi dengan penontonnya. Well this may sounds like a stand-up comedian namun dalam kapasitas yang sungguh bertolak-belakang. Pencapaian Reynolds dalam akting tunggalnya memang benar-benar patut, paling tidak, diganjar awards bergengsi. Mimik, ekspresi, gestur hingga intonasinya saat berdialog di ponsel terhadap orang-orang yang berbeda, mencoba bergerak di ruang sempit itu serta bertarung dengan waktu sungguh menunjukkan taraf terdalam dari ketakutan manusia yang terasa luarbiasa manusiawinya. Selebihnya, adalah usaha Cortés untuk menggelar ambisi besarnya itu. Dan saya tak akan mencoba menampik beberapa kritikus yang menyamakannya dengan gaya Hitchcock dalam menyentuh saraf ketegangan itu, karena feel claustrophobic yang kerap hadir di film-film Hitchcock itu memang sepenuhnya tergelar disini, dari awal hingga ke ending yang benar-benar terasa menggedor jiwa. Dalam semua kesulitan tingkat tinggi (oh, trust me, it is) itu, Buried mampu hadir dengan kesederhanaan bercitarasa sinematis luarbiasa besarnya. You really won’t get this kind of movie even over a decade. (dan)

 

~ by danieldokter on November 23, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: