DEVIL : WORKS IN MYSTERIOUS WAYS, TOO

DEVIL

Sutradara : John Eric Dowdle

Produksi : Media Rights Capital, Blinding Edge Pictures, The Night Chronicles & Universal Pictures (distributor), 2010

Aha. So, seorang M. Night Shyamalan juga bisa jengah kala dicaci terus-menerus dengan penurunan kualitas karya pasca The Sixth Sense yang begitu superior. Karena itulah mungkin dirinya tak lagi mau salah melangkah. Pemikirannya yang seharusnya mendapat pengakuan atas konsep demi konsep yang berbeda dengan yang pernah ada kecuali mungkin The Last Airbender dimana Shyamalan terkesan hanya ‘mempergunakan’ konsep franchise aslinya untuk sedikit aji mumpung terjun ke wilayah blockbuster fantastis, kini dipersiapkannya dalam sebuah trilogi bernama ‘Night Chronicles’ yang bisa punya multi-definisi dan berisi konsep urban legend di tengah masyarakat modern itu, dimana Shyamalan menyerahkan kursi penyutradaraan ke sineas lain, John Eric Dowdle, bagian dari The Dowdle Brothers yang sukses menyutradarai remake horror fenomenal REC ke versi Hollywood-nya, Quarantine. Entah nanti Shyamalan berubah pikiran setelah Devil ternyata meraih review beragam yang cukup memperbaiki reputasinya, untuk kembali menyutradarai bagian kedua dan ketiganya, yang salah satunya di-rumor-kan sebagai sekuel Unbreakable. Wo-hoo!

Dengan tagline dan beberapa press release bahkan tampilan poster pintu lift yang sudah hampir menjelaskan premisnya, ‘Five Strangers Stranded, One Of Them Is Not What They Seem’ (don’t take this as a spoiler karena twistnya tetap ada di konsep pemikiran yang ingin dijelaskan Shyamalan pada endingnya), Shyamalan menggelar Devil dengan kasus bunuh diri seorang pekerja di sebuah gedung setelah narasi tentang kekuatan setan yang turun ke bumi. Detektif Bowden (Chris Messina) yang baru saja bangkit dari trauma kematian tabrak lari istri dan anaknya kemudian dihadapkan pada masalah baru di gedung yang sama. Lima orang yang tak saling mengenal terperangkap di lift ; Ben (Bokeem Woodbine), sekuriti dengan masalalu kasus kekerasan, Vince (Geoffrey Arend), salesman dan tukang tipu, Tony (Logan Marshall-Green), mantan mekanik di korps Marinir perang Afganistan, Sarah (Bojana Novakovic), istri yang tengah menghadapi kasus cerai dengan kepentingan tersendiri, serta seorang nenek kleptomaniak (Jenny O’Hara). Semua kejelekan masing-masing mulai terkuak dari penyelidikan Bowden untuk menentukan siapa pelaku saat satu-persatu dari mereka tewas dengan mengerikan di dalamnya, sementara usaha penyelamatan juga turut memakan korban baru.

Harus diakui bahwa premis ‘who done it?’ ala Agatha Christie yang di-wrapped dengan atmosfer klaustrofobik dari lima orang yang terperangkap menunggu giliran kematian mereka satu-persatu di dalam lift macet adalah sesuatu yang luarbiasa menarik setelah ke-fenomenal-an Buried yang juga klaustrofobik barusan. Pengembangan plot-nya juga berjalan cukup menarik sejak awal untuk memancing rasa penasaran penonton untuk menunggu twist yang masih mereka harapkan dari Shyamalan, yang masih saja dijual oleh promo-promonya. Kredit terbesar untuk keberhasilan ini terletak pada sinematografi Tak Fujimoto, sineas yang sudah biasa bekerjasama dengan Shyamalan di kebanyakan filmnya, plus dua film pemenang Best Picture Oscar, ‘Philadelphia’ dan ‘Silence Of The Lambs’. Visual yang hampir keseluruhannya mentok di satu set sempit dan beberapa sisi gedung itu seakan tampil bahu-membahu dengan score besutan Fernando Velazquez untuk membangun suasana ‘eerie’ dan peningkatan intensitas ketegangannya. Pendukung-pendukung yang rata-rata belum terlalu dikenal kecuali Bokeem Woodbine yang sudah sedikit lebih senior juga tampil cukup baik. Sayangnya ada sebuah visual yang terasa terlalu cepat memberi jalan ke arah jawaban ‘who done it’-nya meski sebenarnya konsep kesimpulan akhir yang dimaksud Shyamalan tak sepenuhnya terletak pada wilayah itu. Anda boleh saja kurang bahkan tak suka dengan pilihan kesimpulan itu, as truthfully, me, too, namun rasanya Shyamalan sudah memberikan sebuah pameran kengerian yang tak biasa, sekaligus punya kejelasan konsep tentang setan-setanan yang ingin disampaikannya dari pakem urban legend di tengah masyarakat modern dalam trilogi Night Chronicles. It’s the storyteller’s choice, after all, and however we hate it, I still believe that Shyamalan’s still a remarkable conceptor in his every stories. (dan)

~ by danieldokter on December 11, 2010.

3 Responses to “DEVIL : WORKS IN MYSTERIOUS WAYS, TOO”

  1. […] This post was mentioned on Twitter by Mohamad Firas Bakrie, Soeby, eksa catra, aria gardhadipura, Daniel Irawan and others. Daniel Irawan said: DEVIL : WORKS IN MYSTERIOUS WAYS, TOO: http://wp.me/pVV2A-5E […]

  2. “Sayangnya ada sebuah visual yang terasa terlalu cepat memberi jalan ke arah jawaban ‘who done it’-nya meski sebenarnya konsep kesimpulan akhir yang dimaksud Shyamalan tak sepenuhnya terletak pada wilayah itu.”

    setuju banget sama kata kata yg itu, dari awal gw udah mulai bisa nebak, tapi toh tetep pada akhirnya, sebenernya “itu” yg mau disampaikan si shyamalan, hehe, bener, ini film comeback yg bagus, semoga dia ntar turun jadi sutradara di sequel unbreakable, hehe…

  3. yup. would be a real letdown kalo emang itu sekuelnya unbreakable dan bukan dia yg jd sutradara🙂. hayo Shyamalan! kamu bisa! wkwkwkwkwk…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: