REVI-EW-SITED : LOVE : A ‘SHY TO CONFESS’ STRAIGHT REMAKE

LOVE

Sutradara : Kabir Bhatia

Produksi : 13 Entertainment, 2008

Sejak press release awalnya, Love yang bertabur bintang terkenal hingga ke pemunculan kembali pasangan Sophan Sophiaan-Widyawati memang sudah langsung menarik perhatian. Malah, dari premis cerita kisah cinta multikarakter yang menunjang jadwal edarnya di momen Valentine, di banyak forum internet Love didapuk menjadi film paling ditunggu tahun ini. Tak bisa dihindari kalau banyak tudingan yang menuduh Love menjiplak Love Actually, sebuah komedi romantis fenomenal yang juga bergaya sama. Namun, mungkin tak banyak yang mengetahui, bahwa Love sebenarnya merupakan adaptasi dari film negeri tetangga berjudul Cinta, yang meraup sukses disana tahun 2006 lalu, langsung pula dibesut oleh sutradara aslinya sendiri, Kabir Bhatia. Entah dengan alasan apa kemudian pihak produser terkesan menolak mengumandangkan bahkan dalam kredit film sekalipun, kalau film ini adalah sebuah remake, dalam setiap press release-nya. Baru menjelang jadwal edarnya, karena banyaknya tuduhan atas Love Actually tadi, pihak produser angkat bicara kalau memang Love diilhami oleh film Malaysia tadi, itupun dengan berkilah hanya sekitar 10% kemiripan, apalagi sebelumnya penulis skenario Titien Wattimena, yang sebenarnya bukan berpredikat asal-asalan mengatakan bahwa ia menulis skenarionya melalui pengamatan pribadi tentang masalah-masalah cinta di sekitarnya, padahal jelas, keseluruhan plotnya nyaris sama persis dengan Cinta kecuali beberapa karakter yang dibongkar pasang dan dibalik-balik. Ada yang mengatakan, adanya rasa kurang enak mengingat selama ini film Indonesia dinilai jauh lebih maju dari Malaysia, walaupun sebenarnya tidak sepenuhnya begitu, juga aktris Luna Maya yang awalnya terkesan meremehkan film-film mereka dari sebuah wawancara.

Love sendiri mengisahkan lima pasang manusia dalam problematika cinta yang berbeda. Ada pak guru Nugraha (Sophan Sophiaan) yang menderita Alzheimer dengan pemilik warung Lestari (Widyawati), seorang penulis, Tere (Luna Maya) yang mengharapkan cinta dari penjaga toko buku, Awin (Darius Sinathrya) yang introvert, mahasiswa Restu (Irwansyah) dengan Dinda (Laudya Cinthya Bella), cinta pandangan pertamanya yang mengidap kanker payudara, pasutri Gilang-Miranda (Surya Saputra-Wulan Guritno) yang berada di ambang perpisahan karena perselingkuhan Miranda, serta pegawai percetakan Rama (Fauzi Baadilla) dengan gadis kampung, Iin (Acha Septriasa) yang sama-sama pernah dikecewakan oleh cinta.

Bagi yang sudah menyaksikan film aslinya, mungkin bisa menjawab kebenaran pengakuan pihak produser atas masalah adaptasi tadi. Kenyataannya bahwa Love, walau merubah sedikit karakterisasi dengan tambahan-pengurangan berbagai aspek, memang bisa dikatakan hampir 100% sama dengan Cinta, bahkan hingga ke angle-angle kamera dan pengaturan setnya. Dengan perbandingan sama seperti beberapa film Hollywood yang mengadaptasi film Asia bahkan mengontrak sutradara aslinya dalam pembuatan remake dengan pencantuman resmi sumber aslinya, mungkin sikap produser Love patut dipertanyakan. Sebuah remake tentu bukan hal tabu sebagaimana halnya jiplakan tak resmi, apalagi datang dari sutradara yang sama. Ditambah kenyataan pembuktian kualitasnya bahwa Love digarap sangat rapi dengan akting terjaga bahkan pada seorang Acha Septriasa yang selama ini aktingnya banyak dicerca sekalipun plus barisan soundtrack yang jauh mengangkatnya lebih ‘sempurna’ dari versi aslinya, agaknya masalah remake tadi justru bisa jadi daya tarik mengingat Love pun diedarkan ke Malaysia dimana penduduk mereka jelas-jelas menggemari film dan aktor-aktris dan penyanyi kita. Jadi, kenapa malu untuk mengaku? (dan)

this review also can be found in http://danieldokter.multiply.com/reviews?&=&page_start=80

~ by danieldokter on December 12, 2010.

2 Responses to “REVI-EW-SITED : LOVE : A ‘SHY TO CONFESS’ STRAIGHT REMAKE”

  1. wah, pas jaman sma liat ni film dan nggak pengen nonton versi aslinya karena ribet liat bahasa malay yg cepet banget kalo ngomong…

    love… nanti gue review deh hehe

  2. 🙂. sekali2 harus dicoba nonton film2 mereka, kalo ribet ngomongnya kan ada subtitlenya, krn sebagian ada juga yang bahkan lebih baik dari film2 kita from the ideas dan penggarapan juga aktingnya yang rata2 wajar dan non-sinetronis seperti aktor-aktris Indo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: