FASTER : LIVE HARD WITH A VENGEANCE

FASTER

Sutradara : George Tillman, Jr

Produksi : Castle Rock Entertainment & Tri Star Pictures, 2010

Semua pasti setuju kalau Dwayne ‘The Rock’ Johnson bukan komedian yang jelek. Kiprahnya di genre komedi dalam serangkaian film terakhirnya termasuk cukup baik, namun, postur dan tampangnya memang sepertinya purely belongs to action genre, dan kebanyakan penggemar dewasanya pun mengharapkan itu. So enough playing, Mr. Dwayne. Pemanasan ke penampilannya di sekuel ke-5 Fast And The Furious nanti mungkin sedikit menyadarkan Dwayne untuk kembali ke akarnya, beraksi baku hantam dan main kasar. Dan inilah Faster. Sebuah sajian full action di awal 2011 yang, sebentar dulu, tak juga hanya action bak-bik-buk tanpa arah. Dari barisan castnya saja, ada nama-nama kredibel seperti Billy Bob Thornton, Tom Berenger (yang sayangnya cuma lewat sekelebat saja di bagian awal), Carla Gugino (juga menggantikan Salma Hayek yang cabut di menit-menit terakhir pre-produksi), rising actress Moon Bloodgood dari Terminator Salvation plus dua pendukung serial teve ‘Lost’, Adewale Akinnuoye-Agbaje dan Maggie Grace. Sutradara awalnya, Phil Joanou (State Of Grace), juga bukan sineas sembarangan, walaupun kemudian keluar dan digantikan oleh George Tillman, Jr. yang juga cukup diperhitungkan setelah kesuksesan ‘Men Of Honor’ waktu itu. Tema jagoan tangguh yang keluar dari sarangnya untuk sebuah ultimate vengeance sama sekali bukan hal baru dalam genre sejenis, namun Faster paham sekali dengan trend yang ada sekarang. Ada banyak touch berkelas dalam ambisinya menjadi action yang bergaya noir dengan sedikit touch ‘spaghetti western’ klasik dengan plot yang tak sekedar bergerak linear-linear saja.

Sekeluarnya dari penjara, Driver (Dwayne Johnson) hanya punya sebuah tujuan. Membalaskan dendamnya atas sebuah pengkhianatan yang merenggut nyawa sang adik 10 tahun lalu. Driver terus menyusuri jejak orang-orang yang bertanggung jawab melalui sebuah daftar nama sambil menghadapi serpihan-serpihan masa lalunya, tanpa menyadari kalau ia diincar oleh dua detektif polisi tangguh (Billy Bob Thornton & Carla Gugino), sementara seorang pembunuh bayaran sakit jiwa (Oliver Jackson-Cohen) juga membuntuti Driver atas sebuah kontrak mati terhadapnya.

Plot balas dendam? Pengkhianatan dalam sebuah perampokan? A right man in the wrong place? Cops vs Robbers? Twist siapa pelakunya? Ah, jangan ditanya lagi. Ribuan film bergenre action sudah melahirkan pakem yang sama dengan highlights yang sama pula, penuh desingan peluru, baku tikam, banting-bantingan plus adegan kejar-kejaran plus tampilan jagoan tangguh berbadan kekar yang bisa menghajar ratusan begundal yang menghalangi jalannya. Namun sesekali, tema dan plot klise ini bisa muncul dengan sentuhan yang berbeda. Seperti yang pernah dilakukan Steven Seagal dulu sekali lewat salah satu filmnya dengan plot cukup berisi, Out For Justice, kekuatan plus itu bisa tampil lewat racikan skenario yang baik. Tony Gayton, penulis yang pernah menyuguhkan kita Murder By Numbers, sebuah thriller underrated Sandra Bullock dengan duet maut Ryan Gosling-Michael Pitt kini berkolaborasi dengan saudaranya, Joe Gayton, membesut skenario Faster dengan perlakuan penuh turnover yang jarang-jarang muncul dari sebuah blockbuster action. Lupakan sejenak penampilan Dwayne’The Rock’ Johnson yang kembali membawa tampang sangar serba serius dan jatidiri-nya ke genre action sebagai jualan utamanya. Dalam pakem kritik-mengkritik, Faster memiliki keunikan dari penyampaian cerita dan dialog-dialog kuat ke sebuah pesan redemption mendalam yang sungguh tak seperti biasa tanpa harus mengorbankan seru-seruannya, mengikuti trend sekarang yang semakin menjauhi film-film popcorn murni, seperti layaknya film-film action bergaya noir tempo doeloe yang kerap menempatkan karakter utamanya dalam turnover sejenis atau tokoh-tokoh kuat tanpa nama seperti sebuah spaghetti western kuno itu. Twist demi twistnya bisa jadi sedikit tertebak, namun ada satu daya tarik yang paling mencuat, cast yang seakan berlomba mencuri guliran pita seluloid dengan penampilan ambisius masing-masing. Billy Bob Thornton dan Carla Gugino mungkin sudah teruji dalam banyak film mereka, namun justru aktor-aktor muda seperti Oliver Jackson-Cohen yang memulai karirnya di dunia pertelevisian BBC, Inggris, serta the Afro-American Adewale Akinnuoye-Agbaje yang menyapu bersih predikat scenestealing actors dalam Faster. Oliver yang muncul dengan style sangat intens sebagai pembunuh obsesif dengan bahasa tubuh dan sorot mata luarbiasa liar itu bahkan sukses sekali menyita perhatian penonton dari karakter utama The Rock. Jangan heran kalau beberapa tahun ke depan Oliver akan muncul sebagai aktor yang patut diperhitungkan. Thus, dengan fondasi bangunan plot yang sangat kaya serta penuh belit-membelit itu, Faster adalah sebuah adrenaline show dalam porsi komplit yang sangat memikat untuk mengawali tahun ini. (dan)

~ by danieldokter on January 14, 2011.

One Response to “FASTER : LIVE HARD WITH A VENGEANCE”

  1. […] This post was mentioned on Twitter by Hary Susanto. Hary Susanto said: RT @danieldokter: Review : FASTER : LIVE HARD WITH A VENGEANCE: http://t.co/5CcWNOv […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: