CEWEK GOKIL : SIMPLICITY REDEFINED

CEWEK GOKIL

Sutradara : Rizal Mantovani

Produksi : MVP, 2011

Sesekali, kita disuguhi film yang sekilas terlihat sangat simpel. Seperti penggalan-penggalan orang bercerita tanpa juntrungan dengan tendensi menghibur belaka, konfliknya juga bukan yang terlalu njelimet, namun bila diselami lebih dalam, tetap ada pesan yang ingin disampaikan, malah terkadang, bisajadi sangat berharga. Ini seperti misalnya Anda menasehatkan sesuatu yang jauh-jauh ternyata yang dekat, penting dan mudah terjadi itu, terlewatkan. Kalau ingin contoh lebih jauh, film-film seperti About A Boy, The Nanny Diaries, Bridget Jones’ Diary, bahkan beberapa adaptasi-adaptasi chicklit/teenlit yang termasuk di kategori bagus. Plot simpel, konflik klise, tapi kesederhanaan dalam penyampaian pesan berarti itu yang justru membalutnya menjadi karya yang baik. Apalagi pengadeganan Rizal disini memang terasa sangat, sangat chicklit. Oke, jangan buru-buru ingin melempar saya untuk membandingkan judul-judul ini dengan filmnya Rizal Mantovani yang hadir minggu ini. Don’t get me wrong, saya sama sekali tak membandingkan dari sisi kualitas atau pencapaiannya, namun kenyataannya karya-karya itu ada di garis pakem yang sama. A simplicity ; yang secara luas bisa punya banyak arti, namun dasarnya singkat saja. Simpel. Dan Rizal, memang selayaknya membesut film-film seperti ini saja seperti yang pernah dilakukannya di ‘Ada Kamu, Aku Ada’. Simpel namun mengalir. Sederhana tapi punya pesan, ketimbang film-film seperti Air Terjun Pengantin atau another ridiculous Piranha rip-off yang bakal hadir nanti, ‘Jenglot Pantai Selatan’.

Begitulah skenario yang ditulis Ve Handojo yang juga sering bekerjasama dengan Rizal ini memulai kisahnya. Tentang seorang Keke (Velove Vexia) yang sejak kecil sudah terbiasa diterpa masalah mulai dari kurang kasih sayang dari sang ibu yang menjadi tulang punggung keluarga dengan menjahit, ayah yang pergi meninggalkannya, serta seorang kakak yang juga lebih memilih boneka daripada Keke. Ini berlangsung sampai Keke usai SMU. Sang ibu makin sibuk, sang ayah tak pernah kembali, Fitri (Endhita Bonacelli), kakaknya pun kerja sebagai waitress karaoke dan semakin merepotkan hidup Keke dengan anak yang lahir di luar nikah. Namun Keke tak membalas semua perlakuan yang dianggapnya negatif pada dirinya itu. Atas suatu kejadian, Keke justru berniat membeli mobil demi membantu ibunya mengantar jahitan. Bukan mobil mewah, tapi cukup sebuah Mini Cooper kuno yang dicicil dulu dari bodynya, kemudian baru mesinnya. Pelan-pelan, sambil kuliah, Keke menempuh niatnya mengumpulkan uang. Mulai dari aktif di MLM, mengajar les matematika, ikut casting sampai jadi SPG, plus kursus menyetir mobil yang membawanya pada Dino (Syailendra Soepomo) yang lantas menjadi pacarnya. Semua dilakukan Keke lewat cara-cara yang unik (baca=gokil) hingga akhirnya sebuah kejadian membuat seluruh pengorbanan dan rasa terpendam itu meledak, namun juga sekaligus memberi Keke pencerahan atas kenaifannya selama ini.

Lewat penyampaian yang sangat chicklit, mulai dari style hingga pemilihan lagu-lagu soundtrack yang cukup dikenal, Cewek Gokil yang sudah tertahan rilisnya sejak dua tahun silam ini sekilas memang terlihat seperti pameran senang-senang ala remaja, penuh adegan komedi yang hanya berisi sedikit pesan tentang kegigihan meraih mimpi yang sudah umum ditampilkan di film-film sejenis. Namun salah juga bila Anda berpendapat esensinya hanya ada disitu. Turnover di bagian endingnya di satu sisi bekerja bagai sebuah twist meski bukan di pakem twist mengejutkan, dengan keunikan yang sekaligus juga ada disana. Dan keakraban komunikatif itu terbangun dengan kuat dari akting seorang Velove Vexia, yang tampil komikal dengan segala kepolosan anak remaja tanpa harus terlihat sok dewasa atau tetap kelihatan cantik selalu di layar. Pilihan departemen casting terhadap Velove terasa begitu pas, termasuk juga peran pendukung lain yang tampil tak mubazir sesuai porsi mereka, kecuali pemeran Dino yang meski punya tampang cukup menjual, mungkin masih sedikit terlihat kaku di beberapa scene-nya. Dialog-dialog bergaya naratif-nya juga mengalir dengan lancar serta menarik untuk menutupi guliran plot dan sebagian pengadeganan klise ala sinetron. Saya tak akan menampik kalau penceritaan yang kelewat simpel itu lama-lama jadi sedikit membosankan tanpa kita tahu tujuannya mau dibawa kemana, namun tepat di saat turnover-turnovernya sudah semakin keluar jalur, justru disitulah muncul bagian terkuat dari film yang sebenarnya punya judul kurang kena ini. Sebuah penegasan dan penekanan ulang tentang pesan moral yang juga sama simpel dengan plotnya, namun jarang-jarang tersentuh film-film lain dari genre yang sama, yang meski bergaya naratif namun tak terasa menggurui. Di momen-momen penghujung inilah Rizal dan Ve membawa kita ke sebuah retrospeksi singkat dari komunikasi simpel mereka tadi, sebelum akhirnya menyadarkan kita pada sebuah kesalahan manusiawi dari sebuah sudut pandang yang kerap muncul di kehidupan sehari-hari. In the end, it’s a simple, yet precious morals in human’s naiveness. (dan)

~ by danieldokter on January 20, 2011.

3 Responses to “CEWEK GOKIL : SIMPLICITY REDEFINED”

  1. […] This post was mentioned on Twitter by Fiko Agretiko, Hary Susanto and Daniel Irawan, Soeby. Soeby said: RT @danieldokter: CEWEK GOKIL : SIMPLICITY REDEFINED: http://wp.me/pVV2A-9l […]

  2. […] Cewek Gokil […]

  3. judul lagu cinta difilm cewek gokil ini apa ya,pas adegan dino kasih radio sama keke.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: