SHAOLIN : AN EXPLOSIVE TREAT FOR THIS CHINESE NEW YEAR

SHAOLIN

Sutradara : Benny Chan

Produksi : Emperor Motion Pictures, 2011

A friend of my father, a businessman, once said why he loved Chinese martial arts movies. Film-film silat mandarin itu, katanya, penuh dengan nilai-nilai hidup dibalik balutan plot yang sekilas penuh bak-bik-buk dan tema-tema balas dendam. Mengajarkan tentang kesetiaan, kearifan and so on, yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari, dan juga, berbisnis. Aha! But for me, tipikalnya kalau diambil rata-ratanya seperti ini, when Western movies teach you how to learn, Bollywood’s teach you how to love, and Indonesian movies teach you how to fuck, these Chinese movies teach you how to fight, in all ways, seperti budaya mereka yang terkenal gigih. Karena itulah pakem film-film mereka hampir selalu sama sejak zaman dulu, di luar genre-genre new generation yang muncul sekarang. Penuh nilai, tapi tak pula melupakan unsur hiburannya yang kadang juga sangat popcorn-ish ke selera pasar dengan mencampur semua rasa ke dalamnya. Di saat sebuah adegan hadir luarbiasa sadisnya, adegan berikutnya bisa membuat kita tertawa dengan selipan banyol-banyolan tak penting. Invasi sinema nasionalnya, ala Zhang Yi Mou ataupun Wong Kar Wai, yang jadi langganan festival-festival dunia mungkin sedikit banyak mempengaruhi sinema Hongkong yang cemen namun notabene jadi bagian sinema yang paling meng-internasional dari dulu dan melahirkan bintang-bintang legendaris dari negeri mereka, menjadi lebih berkelas sekarang. Namun kebanyakan toh tetap setia di resep yang sama. Seperti chinese food yang terkenal lezat, harus ada semua rasa di dalamnya. Dan re-telling (tak begitu tepat juga disebut re-telling karena semua versi yang pernah ada selalu punya plotnya sendiri-sendiri, mulai dari zaman jebot sampai ke dua yang paling legendaris, versi Shaw Brothers dan debut Jet Li) dari salah satu epik mereka yang paling dikenal, Shaolin Temple, kini kembali ke rasa serba ada tadi tapi diracik sangat up-to-date dengan gaya epik lumayan kolosal hingga efek spesial ledak-ledakan yang cukup dahsyat. Daya tarik dari ensemble cast nya juga tak main-main, mulai dari Andy Lau, Nicholas Tse, Jacky Wu, Fan Bing Bing hingga Jackie Chan, Shaolin versi sutradara Benny Chan ini hadir sebagai sajian menyambut Imlek 2011.

Reputasi Jendral Hao Jie (Andy Lau) yang angkuh dan tanpa ampun itu sudah terkenal ke pelosok negeri, bahkan tak segan membunuh buronannya di biara Shaolin. Namun keserakahannya dalam sebuah rencana pembunuhan terhadap seorang Jendral yang dianggapnya seperti kakak angkat berujung pada pengkhianatan dari saudaranya sendiri, Huo Lung (Nicholas Tse), yang sudah lama memendam ambisi dan sakithati terhadap kekerasan Hao Jie. Dalam penyergapan itu, Hao Jie dalam sekejap kehilangan semuanya. Ia dikejar sebagai buronan, istrinya (Fan Bing Bing) terluka dan putri satu-satunya meninggal. Hao Jie yang galau kemudian memutuskan untuk mengabdikan dirinya menjadi pendeta Shaolin untuk mengatasi dendamnya pada Huo Lung. Di biara itu, Hao Jie dirawat oleh Cook (Jackie Chan) bersama kepala biara dan tiga kakak tertua disana (Jacky Wu Jing, Yu Shaoqun & Xing Yu), namun Huo Lung ternyata tak juga membiarkan Hao Jie hidup tenang. Bersama penjajah Inggris, penguasa-penguasa daerah dan segenap pasukan perangnya, Huo Lung pun menyatroni biara Shaolin dengan persenjataan lengkap.

Benny Chan, sutradara Hongkong yang sudah terkenal karena style-nya yang bombastis dan sudah berulangkali mengarahkan Andy Lau, Jackie Chan serta Nicholas Tse dalam film-film terkenalnya dari ‘A Moment Of Romance’, ‘Rob-B-Hood’ sampai ‘Gen-X Cops’ yang fenomenal dengan efek spesial dari Hollywood kini kembali bergabung bersama penata laga Corey Yuen yang juga sudah cukup punya nama di Hollywood. Ambisinya membesut versi baru dari legenda Shaolin Temple sebagai sajian dalam momen terpenting perfilman Mandarin menyambut Hari Raya Imlek direncanakannya sejak lama dengan kombinasi komplit pakem film-film sejenis. Pengadeganan epik dalam taraf yang cukup kolosal, kisah pengkhianatan antar kerabat, balas dendam, sejarah penjajahan Cina, pameran martial arts yang seru lengkap dengan aksi Jackie Chan yang jenaka, subplot-subplot klise ala film silat hingga efek spesial penuh ledakan seperti yang digagasnya dalam Gen-X Cops? Semua ada disini, dengan sedikit sempalan pesan moral relijiusme Buddha yang terasa begitu menyeruak tampil ke depan. Namun ini juga yang kerap membuat perfilman mereka bisa melaju mulus sampai ke peredaran Internasionalnya, dibalik semua tetek-bengek bombastisme komersial yang penuh dengan hal-hal filmis kelewat klise tadi ; Balutan aktingnya tak sekedar asal-asalan, dan penggarapan adegan-adegan kolosal yang melibatkan ratusan figuran itu juga bukan dibesut dengan main-main. Andy Lau, aktor dengan filmografi jauh melampaui 100 film itu tetap muncul dengan akting intensnya yang sangat baik, berikut Jackie Chan yang meski tampil tak terlalu menonjol tetap diberi kesempatan untuk sebuah adegan highlight yang cukup seru dan tak melepaskan atribut komediannya.  Sayangnya Jacky Wu, aktor yang mulai naik daun setelah perjalanan panjang karir dan kemampuan beladiri ekstranya namun kerap tak bisa memilih film yang tepat itu lagi-lagi tersia-sia disini. Adegan klimaks yang meluluhlantakkan biara Shaolin itu juga tergambarkan sama intensnya dengan efek-efek ledakan yang cukup baik. Oke, Shaolin Temple versi Jet Li mungkin tetap sulit tergantikan sebagai versi yang paling fokus menggambarkan titel besarnya dengan suka-duka kehidupan murid-murid Shaolin yang legendaris itu, namun versi baru ini tak lantas jatuh menjadi film komersil semata. Keseluruhan kombinasi lebih dari dua jam masaputar itu mungkin membuatnya sekilas terlihat kelewat klise, bombastis serta secara relijius terlalu menggurui lewat pesan-pesannya, namun di saat yang sama, Shaolin versi Benny Chan ini juga jadi sajian epik kolosal yang eksplosif, dan ini yang terpenting. Tontonan seru dengan ensembel cast yang sangat enak untuk dinikmati. Gong Xi Fa Cai! (dan)

~ by danieldokter on January 24, 2011.

3 Responses to “SHAOLIN : AN EXPLOSIVE TREAT FOR THIS CHINESE NEW YEAR”

  1. […] This post was mentioned on Twitter by Johannes Prayudhi, Irfan Mulyana and Soeby, Daniel Irawan. Daniel Irawan said: SHAOLIN : AN EXPLOSIVE TREAT FOR THIS CHINESE NEW YEAR: http://wp.me/pVV2A-9q […]

  2. […] Shaolin […]

  3. Shaolin the best

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: