THE MECHANIC : A NICE REMAKE WITH A BIG BANG!

THE MECHANIC

Sutradara : Simon West

Produksi : Millenium, NuImage & CBS Films, 2011

Kecuali yang memang penggemarnya, tak banyak mungkin penonton sekarang yang pernah menyaksikan The Mechanic (1972), sebuah film terbaik dari Charles Bronson, icon action tempo doeloe yang berwajah sangar itu. Selain menjual nama Bronson, The Mechanic memang tak hanya menawarkan plot yang detil sekali menggambarkan seluk-beluk ketrampilan dan aturan seorang pembunuh bayaran dibalik kisah pengkhianatan seorang murid pada mentornya, namun juga sebuah pionir dari awal tanjakan karir seorang bintang 80an yang sangat dikenal lewat serial Airwolf, Jan-Michael Vincent, yang di era itu dipuja karena faktor fisiknya seperti kira-kira, Tom Cruise atau Keanu Reeves di zaman sekarang. Jadi rasanya tak juga salah kalau film bagus yang kurang dikenal secara fenomenal namun belakangan menjadi ‘cult classic’ ini diremake lagi di trend Hollywood sekarang. Apalagi, duo produsernya, Irwin Winkler dan Robert Chartoff, sineas legendaris dibalik kesuksesan franchise Rocky, Raging Bull hingga puluhan film-film hebat lainnya, turun tangan langsung bersama penulis skenario dan penggagas cerita aslinya juga, Lewis John Carlino. Pasangan Jason Statham dengan Ben Foster kemudian diplot untuk menggantikan Bronson dan Jan-Michael Vincent, sementara Simon West (Con Air, Tomb Raider) yang memegang kursi sutradara menjadikan proyek ini sebagai comebacknya ke layar lebar setelah absen beberapa tahun (terakhir lewat When A Stranger Calls di 2006). So mostly it’s not just about Jason Statham, tapi lebih ke sebuah ekspektasi bisa tidaknya versi baru ini mengalahkan kharisma the late Charles Bronson yang legendaris itu.

Arthur Bishop (Statham) yang dikenal dengan nama The Mechanic dalam profesinya sebagai pembunuh bayaran tangguh dan bekerja untuk sebuah organisasi rahasia, sama sekali tak menyangka kalau ia bakal ditugaskan membunuh Harry McKenna (Donald Sutherland), senior sekaligus mentornya selama ini, atas kebocoran info di sebuah proyek. Namun sebuah aturan adalah aturan. Mengikuti permintaan Dean (Tony Goldwyn), sang perekrut, Bishop pun menjalankan tugasnya dengan rapi. Baru setelah itu Bishop bertemu dengan Steve (Ben Foster), putra Harry yang ambisius dan dari dulu ingin mewarisi pekerjaan ayahnya. Ambisi itu membuat Steve terus memaksa Bishop untuk menjadikannya partner, dan Bishop sulit menolak atas rasa bersalahnya pada Harry. Tapi Steve ternyata bukan seorang murid yang patuh. Kesembronoannya membuat organisasi akhirnya memburu dirinya bersama Bishop yang dituding melanggar code dengan membawa Steve ikut serta, sementara sewaktu-waktu Bishop harus waspada bila Steve mengetahui apa yang terjadi dibalik kematian Harry.

Kharisma seorang Charles Bronson mungkin terlalu sulit untuk bisa dilampaui, bahkan oleh Jason Statham yang dikenal luas sebagai icon film action zaman sekarang sekali pun. Namun yang pasti, balutan aksi Statham-esque yang sudah kita saksikan di serangkaian film-film ikoniknya itu di sisi lain juga hadir sebagai highlight baru yang sangat seru. Sosok Statham yang cool, jantan dan tangguh ini diimbangi dengan Ben Foster yang sekali lagi menampilkan kegilaan sinematisnya berakting sebagai bocah temperamental yang berbahaya seperti yang dilakukannya dalam Hostage atau 3:10 To Yuma. Foster mungkin tak memiliki tampang setampan Jan-Michael Vincent, namun gesturnya sebagai Steve baru di versi 2011 ini justru menghadirkan sisi kontras yang sangat intens dengan Statham dalam menciptakan chemistry yang menarik. Dan Simon West agaknya cukup taktis meracik perbedaan dengan versi lamanya dengan menambah intensitas adegan aksinya, walau sedikit banyak mem-blur-kan apa yang membangun The Mechanic versi lama menjadi begitu kuat sebagai action thriller yang monumental. Selain feel 16 menit pertama di versi 1972nya yang hadir tanpa dialog hadir sedikit kelewat singkat disini, ‘killer’s code’ dan motivasi karakternya yang jadi terlihat sebagai subplot dibalik skenario baru penuh gelaran aksi yang tetap melibatkan penulis aslinya, sementara di versi lama, motif balas dendam Steve justru tampil asyik sebagai twist yang tetap tersimpan rapi, begitu juga dengan penjabaran kelemahan tiap pembunuh bayaran berikut karakterisasi tokoh-tokohnya yang enak sekali untuk dibahas. Kekurangan lain ada di sebuah informasi medis tentang adrenalin/epinefrin (oh, yang satu ini memang jadi spesialisasinya film-film Statham) yang terdengar agak salah kaprah. But overall, gelaran aksi dan akting intens Ben Foster yang bahkan membuat seorang kritikus cerewet sekelas Roger Ebert saja bisa terpesona tadi memang sangat menyelamatkan kualitas The Mechanic versi baru ini untuk tak memalukan buat disandingkan dengan versi orisinilnya. Walau masih belum bisa menyaingi versi Bronson, this is a nice remake, with a big bang! (dan)

 

~ by danieldokter on January 28, 2011.

One Response to “THE MECHANIC : A NICE REMAKE WITH A BIG BANG!”

  1. […] The Mechanic […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: