DRIVE ANGRY : A STRAIGHT DRIVE-IN CLASSIC!

DRIVE ANGRY

Sutradara : Patrick Lussier

Produksi : NuImage & Millenium Films, 2011

Kecuali Anda penulis review atau chronic moviefreaks yang harus menonton semua jenis film, a review could save your money. Bukan untuk mengikuti bagus tidaknya rating ini dan itu, tapi ke sebuah pendekatan filmis produk bernama film itu. Or else, bersiaplah kecewa bila film bergulir tak sesuai dengan ekspektasi Anda, terlebih bila posternya cuma bisa bergerak linear tanpa panjang lebar penjelasan genre, dan aktor pemerannya hanya aktor yang kerap memilih film-film tipikal dalam karirnya. Seorang Nicolas Cage agaknya tak begitu. Seolah tak perduli dengan review penuh hujatan, box office yang anjlok dan tudingan banyak orang, aktor yang satu ini memang suka mengeksplor jenis-jenis perannya. Muncul dari peran-peran tak penting di film-film remaja 80an, Cage kemudian besar lewat film-film bernuansa festival. Setelah itu, ia sempat terpuruk di film-film kelas B sebelum akhirnya melambung lewat sederetan produksi Jerry Bruckheimer yang mainstream dan penuh adegan aksi. Namun Cage tak betah terus-menerus seperti itu. Ia kembali mengeksplor peran-peran lain yang berbau drama, sampai akhirnya merambah genre fantasi di dua film sekaligus, Sorcerer’s Apprentice dan Season Of The Witch. Dua-duanya ternyata tak begitu sukses. So here he comes with another side of exploration. Now let’s talk about drive-in. Trend yang marak di tahun 50-70an dan kemudian merambah Asia di 70-80an sebelum mati itu memang rata-rata berskup usaha kecil yang jauh dari gegap gempita mewahnya sebuah gedung bioskop. Thus, film-film yang diputar pun merupakan film-film usang yang pitanya pun sudah tak utuh, penuh goresan atau produk kacangan sesuai tujuan kebanyakan orang melewatkan waktu mereka buat bersantai, bukan benar-benar menikmati tontonan serius. Kecuali sudah kadaluwarsa satu dekade, mungkin, kita takkan pernah bisa menikmati film-film kelas A disana. Dari sanalah trash movie atau yang lebih berkelas sebutannya, grindhouse, film-film sampah, seakan mendapatkan soulmatenya, hingga akhirnya perkembangan film sampai ke sinema vanguard dengan cult classics dari pengikut-pengikut sineas macam Quentin Tarantino, Robert Rodriguez, etc. Posisinya pun membaik, dimana film-film sampah ini dicari-cari kembali oleh sebagian penggemarnya, diremastered dan muncul dalam banyak collector’s boxset DVD. Drive Angry besutan Patrick Lussier ini pun tak jauh dari spirit itu. Lussier yang memang biasa berkarya di film-film kelas B termasuk Dracula 2000 dan My Bloody Valentine agaknya merupakan salah satu fans trash movie ala drive-in ini. Kesempatannya membesut Drive Angry pun digunakannya dengan sangat baik dalam membangun trend yang belakangan mulai marak apalagi dengan Grindhouse-nya Tarantino dan Piranha-nya Alexander Aja barusan, dengan eksplorasi gila bersama Cage yang kelihatan menikmati sekali eksplorasi perannya disini. Like most drive in’s trash movies, you’ll get action, cheesy dialogues, crazy logics, boobs, bloods, more boobs, dan sekarang ditambah lagi dengan loose organs. Bad hair day? Oh, itu memang sudah bawaan lahir Cage, so just leave it.

Without explanation, selayaknya film-film grindhouse yang tak mementingkan plot, kita dibawa ke seorang John Milton (Nicolas Cage). Seorang vigilante yang beraksi bak superhero membantai penjahat-penjahat jalanan dengan ketangguhan luarbiasa. Ternyata, Milton adalah pelarian dari neraka dengan satu tujuan. Merebut cucunya yang masih bayi, yang akan dipakai sebagai korban dalam ritual pemimpin aliran setan, Jonah King (Billy Burke). Apalagi King sebelumnya sudah membunuh putri Milton yang mengikuti aliran itu. Pencarian Milton membawanya pada waitress bar penuh masalah, Piper (Amber Heard) yang kemudian dipilihnya sebagai partner. Sementara, petugas neraka, The Accountant (William Fichtner) yang bertugas bak malaikat pencabut nyawa, siap menangkap Milton sewaktu-waktu.

Oh yeah!. Dalam spirit grindhouse atau trash movies konsumsi drive-in itu, Drive Angry memang bakal membingungkan logika penonton yang menyangkanya sebagai film action seru ala Nicolas Cage, apalagi dengan tampilan kejar-kejaran mobil ala Gone In 60 Seconds. Semakin jauh film berjalan, Lussier yang juga ikut menulis skenarionya pun semakin menggelar kegilaannya yang benar-benar nyeleneh. Tak hanya sadis, penuh adegan dewasa, kombinasi-kombinasi berikut shot dan pengembangan plot yang ditampilkan pun jauh melampaui batas-batas sinematis yang selama ini ada. Paradise FX dengan Gary Tunnicliffe sebagai pembesut efek spesial dan 3D nya di sisi lain kelihatan memberikan sinergi yang sangat padu dengan niat Lussier. Shot-shot dengan kamera 3D-nya mungkin belum benar-benar maksimal di setiap adegan, namun secara keseluruhan, tampilan 3D ini yang justru semakin menekankan kegilaan itu. Peluru melayang, organ terputus, car crash, semua muncul dengan kadar trash yang tinggi, berikut adegan paling spesial saat Milton membantai begundal-begundal King di tengah desingan peluru sambil ML dengan seorang waitress bar. Bloody crazy. Cage, dengan ciri khas tampilan rambutnya yang sangat-sangat ‘bad hair day’, seperti biasa, tampil dengan kadar eksploratif maksimal, namun sekali ini harus menyerah dengan Fichtner yang santai-santai saja, tapi masuk sekali ke dalam karakter anehnya sebagai The Accountant. Selain Amber Heard yang merupakan pilihan jitu buat pameran seksi-seksian, Lussier juga menyelipkan Tom Atkins, bintang kelas B yang dulu pernah menjadi jagoan utama di Maniac Cop, grindhouse bernuansa persis seperti Drive Angry ini, seolah sebuah tribute. Tak usah heran kalau hasil box officenya pun merupakan sebuah ‘bomb’ walau review-review kontroversi bertaburan dimana-mana. Ini memang bukan film aksi pada umumnya. So then you know what Drive Angry was all about, you’d better stepped back avoiding it. Namun bila Anda benar-benar mengaku pencinta grindhouse nyeleneh, go for it. Drive Angry, terutama versi 3Dnya, adalah treatment yang pas buat selera Anda. A straight drive-in classic! (dan)

~ by danieldokter on March 10, 2011.

One Response to “DRIVE ANGRY : A STRAIGHT DRIVE-IN CLASSIC!”

  1. […] Drive Angry 3D […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: