LONDON BOULEVARD : JUST A RETRO-PLEASURE

LONDON BOULEVARD

Sutradara : William Monahan

Produksi : GK Films, 2010

This might be a bit personal. Tapi saya merasa poster London Boulevard, right in the moment I had it on my collection, menjanjikan sesuatu yang begitu menarik. Bukan saja dari paired-up Colin Farrell dan Keira Knightley, two of the beautiest people on earth and also acclaimed movie stars, bau-bau British mob thriller  atau Euro-arthouse yang stylish dari trailernya, dan nama William Monahan. So who is William Monahan? Penulis skenario yang melambung sejak The Departed dan kemudian masih menunjukkan kehebatannya di film DiCaprio berikutnya, Body Of Lies, serta Edge Of Darkness Mel Gibson yang dalam itu. Sekarang, selain menulis adaptasi dari novel best seller tahun 2001 berjudul sama karya Ken Bruen, Monahan juga memulai debutnya sebagai sutradara. Tak lupa menyebutkan nama-nama pendukung yang cukup remarkable di sinema Inggris, David Thewlis, Ben Chaplin, Anna Friel dan tentu, Ray Winstone, yang belakangan terkenal sekali dalam tema bantai-membantai, sebuah ekspektasi tinggi pun mau tak mau muncul dari sana.

Mitchell (Farrell), gangster dari East End’s underworld, London, baru saja merasakan udara bebas setelah lepas dari penjara. Niatnya ingin mundur dari dunia hitam menemui banyak benturan apalagi mantan partnernya, Billy (Ben Chaplin) yang trouble-maker terus menempel Mitchell untuk menawari tugas-tugas baru, sementara sang kingpin, Gant (Ray Winstone), juga tak sudi melepasnya begitu saja. Mitchell kemudian memilih alternatif untuk bekerja sebagai bodyguard bagi aktris bermasalah, Charlotte (Keira Knightley). Lingkungan baru ini ternyata tak bisa menjauhkan Mitchell dari kekerasan, apalagi ketika temannya, seorang tunawisma tua (Alan Williams) dibantai di jalanan, dan Gant semakin masif melancarkan ancamannya atas penolakan Mitchell yang terlanjur jatuh cinta pada Charlotte. Mengatasi sekumpulan gangster dengan siasat tinggi mungkin bukan hal yang sulit bagi Mitchell, namun keinginannya berbalik ke jalan lurus secara perlahan, sewaktu-waktu justru bisa jadi bumerang bagi keselamatannya.

Ah, rasanya sudah kelewat banyak film dengan premis seperti ini, walau eksekusi keseluruhannya bisajadi berbeda-beda dengan menyisakan ending tipikal berupa sebuah redemption yang muram. Mulai dari Euro arthouse 70an, mainstream Hollywood hingga genre gangster Hongkong era 80-90an-nya Andy Lau, membuat premis itu tak lagi terasa fresh. Penggarapan Monahan dengan tone warna-warna kontras yang membalut atmosfer muram dan sedikit komedi sakit ala Inggris might be a little something, namun kesetiaannya memasukkan semua karakter berikut subplot yang tumpang tindih justru mengganggu fokus utama plotnya, terutama hubungan Mitchell-Charlotte yang seharusnya bisa tampil mendominasi. Farrell dan Knightley ternyata muncul dengan chemistry serba tanggung menerjemahkan getaran antar karakter mereka, terlebih Knightley yang terlihat seperti penderita anorexia, rasanya belum bisa lepas dari ekspresi depresifnya di Never Let Me Go. Peran-peran pendukungnya yang hampir semua tampil remarkable, termasuk David Thewlis, Ben Chaplin, Anna Friel sebagai Briony, adik perempuan Mitchell yang penuh masalah dan Eddie Marsan, langganan peran-peran loser brengsek, plus Winstone yang selalu mencuri layar dalam setiap penampilannya, pun tak lagi bisa jadi penyelamat. London Boulevard akhirnya hanya menyisakan penampilan-penampilan sampingan yang baik tadi, berikut shot-shot stylish ala Euro arthouse berbalut score/soundtrack bergaya jadul yang sangat mendukung. Apa boleh buat, ini seperti menu utama yang kemasannya menarik namun terasa hambar, dengan appetizer dan dessert yang ternyata jauh lebih lezat. That’s too bad. (dan)

~ by danieldokter on March 14, 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: