CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE : MAGIC EVERYWHERE!

CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE Aka A LITTLE THING CALLED LOVE/FIRST LOVE/สิ่งเล็กเล็ก ที่เรียกว่า..รัก/SING LEK LEK THEE RIAK WA RUK

Sutradara : Puttipong Pormsaka Na-Sakonnakorn & Wasin Pokpong

Produksi : Sahamongkol International & Work Point, 2010

Talking about love themes or genre, some movies are just born magic. Kita mungkin tak pernah tahu dimana sisi lebihnya secara filmis karena dari sisi akting, film-film ini bukanlah kelas festival. Sinematografi? Selayaknya film-film mainstream yang tak juga jadi perhatian spesial kritikus. Plot? Oh-ow. It’s full of cliché-ness, yang dalam sebutan ‘so-called smart viewers now’, ‘Dangkal’. But look back. Kuch Kuch Hota Hai, Windstruck bahkan Titanic sampai Ada Apa Dengan Cinta? adalah film dengan kualitas ‘magic’ tadi. Kuncinya adalah perasaan yang terbangun dari penggarapan yang serba padu. Tak perduli sedih, senang, bahkan tertawa keras-keras, ada rasa yang sangat begitu menonjol di film-film ini, yang membuat Anda ingin mengulangnya lagi, dan lagi, sebagai visualisasi klasik yang bisa mengingatkan Anda ke esensi paling dasar dari sebuah rasa bernama cinta. Ah ya, sebagai bagian dari sinema Asia yang memang paling suka bermain-main di lovestory melodramatis, Thailand sebenarnya bukan hanya sekali in jadi besar lewat serangkaian film-film lovestory-nya. Dulu ada My Girl, yang disini didub ulang dengan lagu-lagu klasik kita dan dibandrol judul Cinta Pertama, sayangnya menyaksikan film aslinya jadi segmental dan tak sama menarik dengan versi dub Indonesia karena tribute to old songs asli Thailand yang tak kita kenal baik itu, kemudian kembali tenggelam dengan ramainya horror mereka. Belakangan ini, lewat kesuksesan Bangkok Traffic Love Story, menjamur lagilah film-film bergenre sejenis. Semua bagus, apalagi Hello Stranger yang booming sebelum ini. Namun, dari sisi klasik yang menciptakan ‘magic’ itu, rasanya film ini yang benar-benar pantas masuk ke kategori. Seperti resep masakan umum dengan racikan luarbiasa pas yang membuat kita ingin mencobanya lagi. Coming of age highschool lovestory, a heartthrob Romeo and the ugly-turn-lovely Juliet, bangunan tawa dari tampang-tampang jelek yang diekspos maksimal sebagai pelengkap penderitanya, a little drama, plus tentu lagu-lagu soundtrack yang asyik. Truly hilarious, dan pernah kita semua alami, either you’re categorized as the idol or the ugly duckling then. And maybe, you’ll ended up thinking of what they’ve become now.

Lewat plot yang sudah berkali-kali diulang dengan sejuta adegan klise ala film sejenis, namun tak tampil dengan predikat plagiat (penulis-penulis Indonesia, mohon dicatat, this is the right way on writing a typical story), Crazy Little Thing berpusat pada karakter Nam (Pimchanok Luewisetpaiboon), ugly duckling geek yang juga se-gang dengan anak-anak jelek lainnya, yang diam-diam mendambakan seniornya, Shone (Mario Maurer), cowok super sempurna yang jadi idaman setiap gadis di sekolahnya. Segala cara dilakukannya untuk bisa menarik hati Shone, jauh dari sekedar merubah penampilan, kalau perlu harus bersaing dengan primadona sekolah, bahkan berjuang menjadi mayoret drumband bintang sekolah. Sementara sang guru, Inn (Sudarat Budtporn ; Budi Anduk versi cewek Thailand yang jadi highlight paling bersinar disini), juga harus berhadapan dengan jatidirinya menjadi wanita bertampang buruk diantara naksir-naksirannya sesama para guru idola.

So there you go. Crazy Little Thing Called Love yang punya seabrek judul alias ini memang sudah berjasa besar menorehkan a little thing called magic tadi dalam perjalanan sinema Thailand yang semakin menyeruak ke dunia internasional. Sebagian orang boleh saja mencibirkan bibir mereka terhadap kita yang begitu menyukai gelaran keajaiban dalam genre-genre lovestory tadi, but there won’t be such thing kalau tak dengan racikan yang pas dari semua unsur pendukungnya. Plotnya boleh jadi klise lengkap dengan adegan yang membuat kita deja vu seratus kali ke film-film sejenis dari seluruh dunia, tapi kekuatan utama adalah bagaimana pendukungnya meyakinkan kita ke karakterisasi yang mengundang semua penonton untuk masuk dan merasakan apa yang menjadi tendensi penulisan ceritanya. Dibalik kesederhanaan penggarapan itu, selalu ada detail-detail yang mungkin tak tersadari oleh pemirsa-pemirsa serius. Casting yang pas dengan chemistry super adalah salah satunya. Mario Maurer, half-breed heartthrob sinema Thailand yang sudah mengukir karirnya dalam peran-peran sejenis tentunya tampak pas sekali berperan sebagai seorang bintang sekolah, sementara turnover pemeran Nam dari seorang ugly nerd menjadi wanita cantik juga muncul dengan detail yang sangat believable. Berdua dengan Mario, Pimchanok menciptakan chemistry yang sangat kuat. Pendukung lain juga ditekan seekstrim mungkin dengan tampilannya untuk mendapatkan porsi masing-masing, termasuk Budi Anduk versi cewek yang langsung melejit ke film-film Thailand yang bakal tayang, dalam porsi peran komedik yang sama, tentunya. Terakhir, semua sempalannya, seperti film-film yang saya sebutkan diatas, sama sekali tak terbuang percuma dan malah memberi penekanan terhadap karakterisasi yang, percayalah, sama detailnya dengan film-film serius. I would say film-film seperti ini sebagai overexposed exploration yang asyik, dan batasan yang lebih luas ketimbang Hello Stranger yang sedikit lebih dewasa itu adalah senjata ampuhnya, kecuali mungkin, err… Anda adalah orang yang melewatkan bangku sekolah dengan semua nostalgianya. Kap Khun Krap! (dan)

~ by danieldokter on March 31, 2011.

6 Responses to “CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE : MAGIC EVERYWHERE!”

  1. Nice article….sangat inspiratif. Good luck and salam kenal yach sob…by info mesin roti

  2. thanks a lot! glad you enjoyed it. salam kenal juga🙂

  3. menurut ku bu inn itu wajah nya kayak melanie ricardo . hehe

  4. haha. yup. ada juga ke melanie-nya🙂. she’s damn funny!

  5. […] Crazy Little Thing Called Love […]

  6. film horror thailand yg bagus apa ya ? recomended donk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: