HELLO GHOST : CREATIVELY-INSPIRED K-CINEMA

HELLO GHOST

Aka HELLOWOO GOSEUTEU (헬로우 고스트)

Sutradara : Kim Yeong-Tak

Produksi : CJ Entertainment, Next Entertainment World, 2010

Did you ever watch ‘Heart And Souls (1993)’? Pencinta romcom fantasy dan Robert Downey, Jr pasti sudah bisa menebak alur film laris yang hadir di penghujung tahun lalu di negaranya, Korea Selatan ini. 4 hantu yang mendadak muncul dalam kehidupan seorang lelaki yang tengah kebingungan mencari jatidirinya, dengan sebuah twist pula. Semenjak prestasi box office itu, Hello Ghost semakin berkibar atas kepincutnya sutradara Chris Columbus dengan pernyataan resmi ingin meremake-nya ke produk Hollywood dalam sebuah festival film di Berlin. Alasannya, Columbus begitu terkesan dengan cara mereka meramu komedi, drama dan sejuta racikannya. Begitulah sinema Korea, hingga source aslinya, Heart And Souls tadi pun tak bergaung lagi bahkan oleh Columbus, sekalipun. Kehebatan mereka meracik ulang produk-produk terinspirasi hingga segan disebut orang sebagai plagiat memang sudah teruji sejak sinemanya menanjak ke pengakuan internasional tempo hari. Sebut diantaranya. Taegukgi yang terinspirasi Saving Private Ryan hingga Cast Away On The Moon yang terinspirasi Cast Away. Di tangan sineas-sineasnya yang, err.. superkreatif ini, semua film-film itu hadir dengan sentuhan melodramatis khas mereka yang jauh lebih menyentuh dari film-film aslinya. Hello Ghost pun seperti itu. Twist yang ada di kisah aslinya dipelintir lagi sedemikian rupa hingga terasa lebih menusuk hati. But as ever, Anda akan butuh sebuah fokus penuh ke 30-40 menit jalinan awal kisahnya untuk mendapat esensi luarbiasa itu. Hang on, and trust me, you’ll ended up wet-eyed at the end of the movie. I mean it. Wet-eyed.

Lelah dengan semua masalahnya yang harus dihadapi dalam hidupnya yang sebatang kara, Sang-Man (Cha Tae-Hyun) pun mencoba mengakhiri hidupnya dengan berbagai cara, tapi malangnya, selalu gagal. Sebuah usaha terakhir akhirnya membawa Sang-Man pada 4 sosok hantu yang mengekorinya kemana-mana, seorang kakek peminum (Lee Moon-Su), supir taksi perokok (Ko Chang-Seok), wanita yang terus-terusan menangis (Jang Yeong-Nam) dan bocah penyuka permen (Cheon Bo-Keun). Sang-Man awalnya tak tahu apa yang harus diperbuat namun perlahan, ia mulai mengerti bahwa dirinya harus membantu ke-4 hantu ini memenuhi keinginan mereka yang belum terwujud dengan menggunakan fisiknya, sekaligus membawanya pada Yun-Soo (Kang Hye-Won), perawat yang dengan cepat membuatnya jatuh hati. Tapi masalah Sang-Man ternyata tak hanya sampai disitu, ketika 4 hantu tadi tak juga pergi dan hubungannya dengan Yun-Soo malah jadi semakin rumit.

Saya akan merekomendasikan Indonesia sebagai negara pertama bila sineas-sineas Korsel ini mau berbaik hati membimbing mereka menemukan sebuah ide yang tak harus 100% fresh namun boleh saja terinspirasi dari karya yang sudah beranjak besar. Of course Indonesia, karena India dan Hongkong yang doyan memplagiasi film-film Hollywood saja sudah bisa beranjak jauh dari pola biasanya. Di negara yang tak pernah mau perduli dengan copyright internasional ini, sebuah insepsi terhadap kreatifitas daya pikir memang adalah hal yang mutlak sebelum kita terus-menerus dicerca sinema negara lain. Begitulah adanya. Hello Ghost, meski diawali dengan pakem yang sangat mirip dengan Heart And Souls termasuk karakter hantu yang berjumlah 4 itu ternyata mampu diracik ulang sedemikian rupa hingga melangkah lebih jauh dari Heart And Souls dalam mencuri hati penontonnya. Masih ada lawakan garing dan kebiasaan mengekspos wajah/postur lucu ala Asia yang muncul di sela-sela bangunan plot komediknya, namun melewati separuh masa putarnya, sentuhan melodramatis itu mulai digelar dengan sangat meyakinkan. Rasa tersentuh di tengah tawa yang terbangun dari adegan-adegan konyol, yang sejak lama jadi spesialisasi sinema mereka pun menyeruak dengan sangat leluasa pada setiap penontonnya. Dan itu akan berjalan terus hingga Anda terhenyak menyaksikan eksekusi dari sebuah twist yang dibangun berbeda dengan source aslinya. Saat Anda menyadari sebuah pesan moral yang dibangun begitu berharga tentang keluarga, Anda mungkin sudah menghabiskan beberapa tisu dengan nafas tertahan. Oke, tak perduli Heart And Souls adalah salah satu film favorit saya sepanjang masa, kali ini saya akan membiarkan mereka tak mencatutnya dalam remake Hollywood nanti atas racikan baru yang begitu special disini. Inilah superioritas sinema Korsel dibalik jalur kesuksesannya mendobrak sinema Internasional, dalam sebuah term bernama ‘Rasa’. Something you’ll eager for more. And more. (dan)

~ by danieldokter on April 4, 2011.

2 Responses to “HELLO GHOST : CREATIVELY-INSPIRED K-CINEMA”

  1. […] Hello Ghost […]

  2. and yes…
    wet eyed in the end of the movie, I feel that….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: