THE LOST BLADESMAN : BRAINS OVER MUSCLES

THE LOST BLADESMAN

Sutradara : Alan Mak & Felix Chong

Produksi : Shanghai Film Groups, 2011

Penggemar Donnie Yen, salah satu highlight komoditi film Asia terbesar saat ini, mungkin beranggapan hanya sampai disitu. Perjuangan Donnie mencapai puncak karirnya yang seperti ular tangga dulunya itu memang patut dikagumi, sama besar dengan kemampuan beladirinya yang bak misil pesawat tempur dalam laju kencang. Namun bagi moviegoers yang lebih memperhatikan aspek behind the screen-nya, penampilan Donnie sama pentingnya dengan dua nama yang terpampang di kredit sutradara. Alan Mak dan Felix Chong, kolaborasi penulis yang beberapa tahun silam menghadirkan sebuah pionir dalam sejarah perfilman Hongkong dengan trilogi Infernal Affairs, sudah dikenal luas sampai ke Hollywood atas kesuksesan remake-nya oleh Martin Scorcese, The Departed. Setelah Infernal Affairs, dimana Mak juga turut menyutradarai bersama Andrew Lau, kolaborasi Mak dan Chong berlanjut sebagai partner di kursi sutradara, dalam Moonlight In Tokyo, Lady Cop & Papa Crook, dan Overheard yang mendapat nominasi di Hongkong Film Awards. Adaptasi terbaru dari novel sejarah legendaris Luo Ghuanzong ‘Romance Of Three Kingdoms’ atau Sam Kok/Kisah Tiga Negara ini semakin memantapkan kolaborasi itu. Berbeda dengan dua film adaptasi sebelumnya (oh ya, memfilmkan keseluruhannya memang sedikit mustahil bahkan sebagai trilogi karena detil luarbiasa yang tak mungkin ditinggalkan dalam hikayatnya yang turun-temurun lintas generasi), Red Cliff dan Three Kingdoms, The Lost Bladesman mengambil penggalan kisah Guan Yu yang dikenal sebagai ‘Guan Yu Crossings Five Passes and Slays Six Generals’. Memang selalu menarik untuk mengikuti hikayat penuh pesan moral dalam eksistensinya sebagai salah satu penerjemahan catatan sejarah terbesar dari Cina, namun ketika mendengar nama Guan Yu, adalah ‘perang’ yang seketika terbersit. So then they picked Donnie Yen as the great and heroic general, meski mungkin posturnya sedikit tidak sesuai, ini tetap pilihan yang terasa tepat. And here’s some tips. Agar tak terlalu bingung, bagi penonton luar Cina yang masih buta dengan hikayatnya, try to read its overview a little, karena kisah-kisah Three Kingdoms ini memang tak pernah menjelaskan ulang lagi tokoh-tokoh yang sudah terukir sangat besar dalam sejarahnya.

Penyerangan Perdana Menteri Cao Cao (Jiang Wen) yang berhasil mengalahkan Liu Bei (Alex Fong) hingga mencari perlindungan pada propinsi seberang, berhasil menawan keluarga Liu Bei sehingga Jenderal Guan Yu (Donnie Yen) terpaksa ikut menyerah pada keinginan Cao Cao demi menjaga keluarga Liu Bei. Demi kehormatan dan persaudaraan angkatnya pada Liu Bei, Guan Yu pun bersedia bergabung dengan pasukan Cao Cao di penyerangan berikutnya yang menewaskan seorang Jenderal. Cao Cao sebenarnya begitu mengagumi keperkasaan Guan Yu dan memintanya tetap bergabung, namun Guan Yu yang sudah mengetahui keberadaan Liu Bei dengan halus meminta Cao Cao membebaskannya. Cao Cao menyanggupinya walaupun mencoba menjebak Guan Yu dengan selir Liu Bei, Qi Lan (Betty Sun). Kekukuhan hati Guan Yu untuk tetap setia pada saudara angkatnya kemudian membawanya bersama Qi Lan melewati lima perbatasan untuk keluar dari kawasan kekuasaan Cao Cao, sementara orang-orang di belakang Cao Cao termasuk sang Kaisar sendiri sudah merancang ide licik dengan memerintahkan tiap-tiap Jenderal penguasa di perbatasan itu untuk menghabisi Guan Yu.

Lagi, bagi penggemar Donnie Yen, hal utama yang menjadi pusat perhatian mereka pastilah ke gelaran adegan laga yang ditampilkan dan langsung ditangani Donnie sebagai penata koreografinya. Namun jauh dibalik itu, skenario adaptasi yang dibesut Mak dan Chong yang justru menyeruak begitu kuat membangun plot penggalan hikayat ini dengan sangat menarik. Ada intrik politis, kesetiaan, penghargaan dan moral yang sangat kuat terhadap penghormatan yang jelas diantara penguasa-penguasa yang saling berseteru dalam sejarahnya. Dan itu semuanya berhasil dituangkan dalam dialog kuat yang diterjemahkan dengan luarbiasa baiknya oleh Jiang Wen, aktor Cina paruh baya dari film-film artistik Zhang Yi-Mou yang makin naik daun karena akting kuatnya (salah satu filmnya, Let The Bullets Fly, bersama Chow Yun-Fat baru saja hadir disini), bersama Donnie Yen yang juga menampilkan akting hampir sekuat adegan-adegan laga yang dibesutnya. Disamping kekuatan utama itu, barulah adegan laga ala Donnie yang pastinya jadi highlight paling ditunggu-tunggu. Namun jangan berharap Donnie Yen menampilkan tinju kilatnya disini, seperti juga di beberapa film-film silatnya yang berlatar belakang sejarah, yang lebih banyak menampilkan duel senjata. Begitupun, koreografi yang ditampilkan Donnie pada dirinya sendiri untuk berbakuhantam dengan golok legendaris guan dao (yang juga dalam sejarahnya diberi sebutan dari nama Guan Yu yang sering disebut Jenderal Golok Naga Hijau) itu tampil dengan sangat solid. Salah satu fighting scene-nya bersama Andy On di sebuah gang sempit juga sangat mengingatkan ke adegan laga berset mirip di Seven Swords, meskipun masih sedikit kalah dahsyat. Oke, plot loyal ke novel sejarahnya yang mengakhiri semuanya dengan epilog singkat mungkin mau tak mau, turns to be a little letdown seperti menyaksikan film serial yang tak selesai, disamping juga kekecewaan banyak fans yang mengharapkan beladiri tangan kosong ala Donnie muncul disini. Tapi bagaimanapun, ini adalah sebuah goresan hikayat sejarah yang tak sepatutnya dicoreng-moreng secara keterlaluan untuk tendensi komersil. Kolaborasi Mak dan Chong sekali lagi sudah menunjukkan mereka memang kompeten buat menghadirkan film-film laga Asia yang representatif, dan mari kita menunggu carut-marut pajak di negara ini selesai untuk bisa lebih layak menyaksikannya di layar lebar. (dan)

~ by danieldokter on May 4, 2011.

One Response to “THE LOST BLADESMAN : BRAINS OVER MUSCLES”

  1. […] The Lost Bladesman […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: