THE TARIX JABRIX 3 : SAME RECIPE, SAME FUN!

THE TARIX JABRIX 3

Sutradara : Iqbal Rais

Produksi : Starvision, 2011

Di luar Bukan Malin Kundang dan 3 Pejantan Tanggung yang agak tanggung-tanggung, selalu menarik menyaksikan film-film Iqbal Rais. Bukan karena inovasi ini dan itu, tapi dalam batasan sinema sebagai hiburan murni, kalau tak ingin menyebutnya komersil, Iqbal adalah seorang storyteller yang lancar. Skenario boleh saja penuh dengan bolong-bolong di sana-sini bagi pemirsa yang menonton dengan kecermatan tinggi dan masih memikirkan kewajaran di tiap sisi plotnya. Tapi ini adalah hiburan. Tontonan komersil yang bukan hadir dengan tujuan muluk-muluk. Cukup dengan kelancaran bercerita, komedi yang bisa memancing tawa dan diletakkan di bagian-bagian yang tepat, chemistry yang enak di karakter-karakternya dimana film-film Iqbal biasanya tak hanya punya satu karakter sentral, dan dramatisasi seperlunya, Iqbal sudah bisa membangun filmnya dengan baik. The Tarix Jabrix yang membawa band nyentrik dan tematik The Changcuters ke layar lebar sekaligus adalah debut kesuksesan pertamanya, begitu pula dengan sekuelnya yang masih tetap dibesut Iqbal. Dengan keluwesan The Changcuters yang bisa meracik ensembel komedian dengan karakter-karakter yang berisi, seolah menyaksikan kembali kejayaan grup-grup seperti PSP atau Sersan Prambors dulu, ini seharusnya jadi proyek paling personal bagi Iqbal Rais yang punya sejuta alasan buat dilanjutkan.

Masih menyambung petualangan The Tarix Jabrix, geng motor lain dari yang lain ; Cacing (Tria Changcut), Dadang (Erick Changcut), Mulder (Dipa Changcut), serta Ciko dan Coki (Alda & Qibil Changcut), film ketiga ini mengisahkan sepak terjang mereka menghadapi geng motor Road Devils yang terkenal sebagai perusuh di seantero Bandung. Atas permintaan atasannya di perusahaan asuransi tempat Cacing bekerja (Denny Chandra), Cacing ditugaskan melakukan negosiasi karena banyaknya klaim asuransi dari kerusakan yang diakibatkan ulah Road Devils. Cacing tentu saja mengajak rekan setianya, Mulder yang tengah berseteru dengan sang ayah (Joe P Project), Dadang serta Ciko & Coki yang juga lagi bermasalah dengan pekerjaannya. Kepulangan mereka keBandungternyata langsung disambut oleh Road Devils dengan Jendral barunya, cewek galak bernama Melly (Olivia Lubis Jensen). Saat mobil dan uang kantor Cacing dirampas, Cacing pun mengajak Road Devils balapan dengan sebuah taruhan. Cacing berhasil dipecundangi Melly, bahkan emaknya (Inggrid Widjanarko) pun diancam. Atas saran Barokah (Eddi Brokoli), mantan Jendral Road Devils yang tersisih, The Tarix Jabrix dipertemukan dengan Laksamana Roda Gila (Budi Dalton) yang mau melatih mereka demi sebuah re-match. Dan Cacing kali ini punya senjata lain, dengan mendekati Melly secara pribadi yang diam-diam juga mengaguminya. Saat balapan ulang berlangsung, sebuah konspirasi dalam tubuh Road Devils terbuka, namun bersamaan, sebuah kejadian longsor juga membuat ayah Mulder yang tengah mencoba proyek air bersihnya di kampung itu terperangkap bersama emak Cacing. Sekarang Tarix Jabrix dan Road Devils harus menentukan pilihannya. Terus bertanding atau bahu membahu menyelamatkan penduduk yang ditimpa bencana.

Selain kekuatan Iqbal dalam storytelling yang lancar serta tampilan The Changcuters yang selalu sukses dengan chemistry dan humor-humor mereka yang mengalir sama lancarnya tanpa terjebak menjadi garing, franchise ini punya satu daya tarik lagi. Duo pemeran wanita yang kali ini menampilkan Olivia Jensen dan Kamidia Radisti. Pendukung-pendukung lainnya juga bisa menampilkan sisi komedik yang bersinergi dengan lawakan mereka yang selalu fresh. Ada Eddi Brokoli, Candil, Budi Dalton dan tentu saja Joe P Project yang selalu tampil remarkably funny di peran-peran kecilnya. Barry Prima, Fathir Muchtar dan Wagub Jabar, Dede Yusuf yang muncul sebagai cameo juga mampu menghadirkan highlight cukup asyik, plus pastinya lagu-lagu The Changcuters yang tampil sebagai penghias.  Menanamkan karakter memorable dalam sebuah franchise musikal (sah saja rasanya disebut ini karena latar belakang The Changcuters meski disini mereka tak tampil sebagai anak band) komedi bukan suatu hal yang gampang, namun The Tarix Jabrix sudah berhasil sejak film pertamanya, dan selebihnya pasti bisa mengalir dengan sendirinya. Instalmen ketiga dari Iqbal ini memang seperti biasa, sangat menghibur, bahkan lebih baik dari film sebelumnya. Dan seperti yang diberitakan, ini mungkin saja benar-benar jadi petualangan The Tarix Jabrix yang terakhir. But somehow I’m sure, anak-anak Changcut ini bakal bisa terus bertahan di sinema komediIndonesiadengan keunikan yang mereka punyai. When you have those powers, resep yang sama kadang memang perlu terus dipertahankan. (dan)

~ by danieldokter on June 16, 2011.

6 Responses to “THE TARIX JABRIX 3 : SAME RECIPE, SAME FUN!”

  1. Barusan saya nonton making of nya di tv.. Kayaknya seru, ada olivia ama kamidia radisti.😄

  2. Tarix Jabrix memang bukan komedi spektakuler, tapi hiburan ringan yang really does it jobs well. Iqbal rais memang kalau tidak kumat (3 pejantan tanggung bikin saya bertanya2 – Sehidup tak Semati kehilangn garam) bisa bikin film yg meriah. Sayang, yg paling baik (Senggol Bacok) justru tidak sukses?

  3. 🙂. lucu. iya Iqbal Rais justru jadi kumat di film yg ngebanggain tempat asalnya dia. sayang bgt. tp kalo sehidup tak semati saya lumayan suka, guliran ceritanya spt biasa film2 iqbal, runtut dan gampang buat diikuti, dan chemistry tiga aktor-aktris disitu nyaman2 aja rasanya. kelewat simpel, maybe, tapi ga sampe jadi jelek🙂. kalo soal sukses, itulah penonton kita. suka ama yg bombastis. tapi masa sih senggol bacok masih kalah ama sehidup tak semati jumlah penontonnya? beneran itu?

  4. Wah saya ga tau Senggol Bacok penonton berapa – tapi seingat saya umur hanya seminggu, dan saya nontonnya pun nyewa DVD… Kalau pejantan tanggung memang mengejutkan, seolah2 Iqbal jadi linglung, males, loyo, atau terpaksa bikin film pas butuh duit banget?😀 sehidup tak semati buat saya memang tidak jelek (walau nontonnya sendiri doang di bioskop – ga ada penonton lain😀 ) tapi dibanding karya2 yg lain – termasuk seri Tarix jabrix ini kan jelas kurang banget lucunya …

  5. yup. Sehidup Tak Semati emang lebih ke light romcom bukan komedi yg buat ketawa2 ngakak biarpun sesekali ada adegan lucunya dari si pemeran si pembokat dan supirnya🙂

  6. […] Tarix Jabrix 3, The […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: