INSIDIOUS : OLD FASHIONED WAYS TO BEWITCH YOUR SOUL

INSIDIOUS

Sutradara : James Wan

Produksi : Alliance Films, Stage 6 Films & Film District, 2011

Dominasi Hollywood di genre horor yang sejak lama sudah tergeser Asia sepertinya sesekali masih mencoba menggebrak. Oke, some might be close, tapi belum ada yang benar-benar bisa membuktikan kehebatannya. Terakhir, Drag Me To Hell yang muncul dengan inovatif masih juga menyisakan banyak pro dan kontra. Let’s get back to its roots. Bahwa sebuah sajian horor, punya satu persyaratan mutlak untuk jadi besar di luar tetek bengek lain termasuk twist ini dan itu. Cukup satu. Menyeramkan, dan Anda berarti sudah berhasil. Dan seorang James Wan, yang inovasinya sudah begitu membekas di thriller slasher Saw yang berkembang menjadi franchise besar dan kabarnya masih bakal terus dilanjutkan, agaknya tahu benar itu. Nope, Wan bukan seorang sineas yang sekedar menakut-nakuti atau membuang-buang darah di filmnya. Pikirannya penuh inovasi, tapi dia tahu, inovasi saja tak akan bekerja banyak membangun sebuah horor klasik. Ada senjata rahasia yang harus dibombardir dulu ke penonton untuk bisa nyaman menerima inovasi-inovasinya lebih lanjut, seperti pikiran yang sudah tersihir. So here comes Insidious, horor Amerika yang beberapa waktu belakangan banyak dibicarakan orang. Oh ya, masih ada pro dan kontra memang, tapi percayalah, lebih dari 80% akan memujanya begitu hebat sebagai gebrakan yang bisa menyaingi seram-seram ala horor Asia lainnya. Apalagi, kreator Paranormal Activity, horor gaya baru yang hadir belakangan, ikut duduk di kursi produser.

Pasangan Renai (Rose Byrne) dan Josh Lambert (Patrick Wilson) yang punya tiga anak baru saja pindah ke rumah baru ketika Dalton (Ty Simpkins), putra sulung mereka, mulai merasa terganggu. Sebuah kecelakaan kemudian mengantarkan Dalton ke kondisi koma keesokan harinya. Renai pun mulai menyaksikan dan mendengar visi-visi menakutkan yang mengganggu putri bungsunya yang masih bayi, sementara pihak medis tak juga bisa menemukan problem yang ada pada Dalton. Ketika Renai mulai diserang secara langsung, ia pun memutuskan pindah rumah lagi bersama Josh. Namun teror ini tak juga berakhir, bahkan berlangsung semakin masif di rumah baru mereka. Ibu Josh, Lorraine (Barbara Hershey) kemudian memanggil Elise Reiner (Lin Shaye), paranormal kenalannya. Bersama dua ghostbusters ahli supranatural modern Tucker (Angus Sampson) dan Specs (Leigh Whannell), mereka mulai menelusuri energi-energi negatif yang ada disana. Sampai Elise membuka kesimpulannya bahwa Dalton ternyata memiliki kemampuan astral project, yang bisa memisahkan rohnya ke dunia paralel bernama ‘The Further’ dan menyebabkannya tersesat disana atas keinginan jahat roh lain. Sementara jasadnya yang kosong juga memancing roh-roh lain untuk mengambil alih. Josh yang awalnya tak percaya kemudian mulai mendapati keanehan pada lukisan-lukisan Dalton, dan lantas dikejutkan Lorraine oleh sebuah sejarah yang sudah lama dilupakannya.And the game to get Dalton back begins.

Mock up hantu? Ah. Insidious jelas jauh dari inovasi horor Asia yang meski tipikal dengan rambut panjang berjubah putih ngesot kesana kemari tapi selalu kelihatan menakutkan. Style James Wan yang sangat old fashioned dengan topeng-topeng badut dan boneka marionette (boneka tali) kembali disempalkannya disini, dan sebenarnya, juga kalah menyeramkan. Soal topeng-topengan, sineas se-kacrut KK Dheeraj pun pernah mencoba menirunya di Genderuwo, tapi, gagal total. Lantas skor musik ala horor kuno yang menyeruak tiba-tiba seperti sepuluh tuts piano yang ditekan bersamaan dengan keras? Oh-ow. Bukan zamannya lagi sepertinya. Ratusan film horornya Nayato bermain-main di wilayah ini dan kita semua lebih merasa terganggu ketimbang takut. Pemunculan hantu yang cukup sering berseliweran dimana-mana? Hey, sekarang orang banyak bilang, semakin jarang hantunya muncul, semakin seramlah filmnya. Alur klimaksnya? Sudah banyak juga film horor yang bermain di wilayah jemput-menjemput ke dunia lain, bahkan ‘The Real Pocong’ nya Indonesia pun punya itu. Hanya ada satu modal yang dari sananya sangat horor, dan sengaja tak dipoles make-up berlebih. Tampang klasik Rose Byrne yang bagaikan wanita-wanita pemeran film horor era 70an.

Jadi mengapa semua elemen old fashioned itu bisa terasa begitu menakutkan disini, bahkan topeng yang jelas-jelas kelihatan seperti topeng itu bisa membuat penonton terperanjat ketika dimunculkan sekilas? Ini justru jadi inovasi yang sangat mengagumkan dari James Wan. Dia tahu kalau style-style old fashioned ini sebenarnya masih bisa menakutkan penonton bila eksekusinya dilakukan dengan benar. Dan semua elemen old fashioned itu hanya digunakan Wan untuk memberikan jalan merusak pikiran penontonnya di bagian-bagian awal, sebelum ia melancarkan serangan lanjut dengan inovasinya yang lebih gila. Gambaran paranormal dengan peralatan modern, teori-teori klenik tentang energi negatif, astral projection, gambaran foto dan elektromagnetik, menyempilkan tawa di tengah ketakutan, sampai twist ini dan itu pun kemudian bisa masuk dengan mulus membangun plotnya. Sama dengan proses yang digambarkannya di bagian-bagian klimaks, seperti itu pula Wan menenung penontonnya. Bagaikan sebuah sihir yang terlebih dahulu menghipnotis kita semua (Oh ya, dan sebuah hipnotis pasti tak akan berhasil sepenuhnya bila perhatian Anda distracted kesana-sini ; therefore, don’t missed the details and do watch it in theatres) . Pacuan adrenalin itu akan terus naik lagi dan lagi, dan saat kita sadar, kita sudah tahu bahwa satu teriakan di tengah beberapa tawa keras pun tak akan cukup untuk bisa mengikuti alurnya sampai selesai. Seperti gebrakan awal Saw tempo hari, James Wan sudah berhasil menyuguhkan kita satu lagi karya dengan kualitas inovasi yang sebanding. Yes, this is damn scary and fun altogether, and I’m sure, for any of you who missed his ’Dead Silence’ yang gaung dan hasilnya memang tak sedahsyat ini, you’ll ended up craving the movie at the nearest stores or rentals. (dan)

~ by danieldokter on June 22, 2011.

One Response to “INSIDIOUS : OLD FASHIONED WAYS TO BEWITCH YOUR SOUL”

  1. […] Insidious […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: