TRANSFORMERS : DARK OF THE MOON : LOUD, BANG AND BOOM!

TRANSFORMERS : DARK OF THE MOON

Sutradara : Michael Bay

Produksi : Paramount Pictures & Dreamworks Pictures, 2011

Say anything. Tapi dalam visual fantastik, Michael Bay is one of the gods. Mau melangkah kemana pun, kita seolah melihat Bruce Willis dkk berjalan slow motion siap menghadapi tantangan dengan orkestrasi skor megah yang senada. Selebihnya adalah gempuran efek visual yang membuat kita semua terdiam. Forget the rest. Yup, ini adalah amunisi yang sebagian coba ditinggalkannya dalam The Island. Hasilnya jeblok. So Bay kembali ke pakem dimana dia bisa beraksi dengan kedewa-annya itu. Admit it. Kita sudah dibuat takjub setengah mati, tak pernah membayangkan transformasi para Autobots dan Decepticons mainan yang dilipat kesana kemari bisa terlihat seindah itu saat diadaptasi ke layar lebar dalam taraf jauh lebih raksasa ketimbang animasinya. Sekuelnya membosankan? Itu karena Bay sudah jauh-jauh membeberkan semua adegan highlightnya di teaser sampai official trailer, plus bagi sebagian yang masih mau berekspektasi dengan plot di film-filmnya. Kini Bay makin memperjelas semuanya. Inilah dunianya. Dimana fantasi tak terkira bisa diwujudkan jadi nyata tanpa mau berkompromi dengan hujatan orang ke tetek-bengek filmis lainnya termasuk plot dan dialog yang serba cheesy. Ia hanya perlu satu hal. Membangun sebuah fantasi jadi nyata, dan membiarkan penontonnya terbengong di kursi mereka. Apalagi dewa-dewa lain di universe hi-technya ikut membantu. Selain Spielberg, kamera yang digunakan membesut Dark Of The Moon adalah murni kontribusi seorang James Cameron seperti yang kita lihat hasilnya dalam Avatar. Ini adalah dunia Bay. Takes you heavy to something loud, then Bang, and Boom!

Dengan latar yang mencampur fiksi Cybertron dengan sejarah pendaratan pertama awak Apollo 11 di bulan, kita diperkenalkan pada sosok Autobots baru bernama Sentinel Prime (disuarakan Leonard ‘Mr Spock’ Nimoy), yang lama terkubur disana setelah misi menyelamatkan Cybertron dari serangan Decepticons gagal. Optimus Prime (disuarakan Peter Cullen) yang bersama para Autobots sudah membangun aliansi militer untuk menjaga keamanan bumi sebagai tempat baru mereka pun membawa Sentinel kembali untuk diaktifkan. Namun Direktur badan intelijen AS, Charlotte Mearing (Frances McDormand) khawatir hubungan ini akan menempatkan bumi dalam keadaan bahaya. Bersamaan dengan itu, Sam Witwicky (Shia LaBeouf) mulai mencium adanya sinyal serangan kembali Decepticons lewat teori ‘Dark Of The Moon’ yang disampaikan rekan kerjanya, Jerry Wang (Ken Jeong) yang lantas dibunuh oleh utusan Decepticons. Ternyata kejadian itu sudah sejak lama dimanipiulasi Megatron (disuarakan Hugo Weaving) dan pasukan Decepticons untuk kembali melancarkan serangan balasan yang difasilitasi oleh atasan Carly, taipan Dylan Gould (Patrick Dempsey). Bersama agen Simmons (John Torturro) yang telah pensiun, Sam dan kekasih barunya, Carly Spencer (Rosie Huntington-Whiteley) pun memulai gerilya mereka menggagalkan serangan ini. Kalau perlu dengan menerobos badan intelijen, untuk sekali lagi bergabung dengan para Autobots menyelamatkan bumi.

Tak lagi menggelar hingar-bingar clang metal Autobots dan Decepticons sejak awal seperti Revenge Of The Fallen, Bay kali ini memilih kembali ke pakem awal Transformers. Menyimpannya hingga titik balik dimana penonton akan ditempatkannya ke atas roller coaster yang sangat hip dalam durasi kenikmatan visual (atau justru kegilaan) yang panjang. Tapi tunggu dulu. Penceritaan latar yang bisajadi menjenuhkan penonton yang menunggu-nunggu highlight ala Bay ternyata tak dihandle dengan karakter inti sekuat sebelumnya. Megan Fox yang hengkang karena berseteru dengannya kini digantikan oleh Rosie Huntington-Whiteley, aktris yang digosipkan sebagai kekasih Jason Statham di luar film, yang sayangnya tak bisa memancarkan kharisma berlebih seperti Fox. Plus balutan karakternya yang baru meningkat di bagian-bagian akhir, Carly jadi terlihat sebagai sosok blonde yang sangat annoying di sela intens-nya petualangan Sam dan Simmons. Penempatan aktor sekelas John Malkovich berikut Frances McDormand sebagai barisan nama-nama yang berhasil ditarik Bay dari dunia film indie mereka setelah John Torturro, pun tak banyak bisa membantu. Begitu juga dengan Patrick Dempsey. Paling parah adalah komedian Ken Jeong yang sudah mulai terlihat lebih menyebalkan ketimbang lucu dengan gaya yang itu-itu saja, dan memplesetkan plotnya ke sempalan komedi yang lebih terasa ngaco ketimbang fresh. Hanya ada satu yang bisa memanfaatkan karakternya terlihat benar-benar fresh, Alan Tudyk sebagai asisten Simmons yang porsi komedi dan aksinya cukup seimbang, sementara aksi dua jagoan lain di franchisenya, Josh Duhamel dan Tyrese tampaknya sengaja disimpan ke bagian-bagian klimaks.

But however, Transformers memang bukan diperuntukkan bagi mereka. Sosok para Autobots dan Decepticons-nya justru muncul makin kontras ketimbang banyaknya robot baru yang disempalkan di Revenge Of The Fallen, dan itu bagus. Fokus ke Sentinel Prime dengan kharisma suara Leonard Nimoy benar-benar muncul sebagai highlight baru yang menyenangkan. Dan ketika Bay akhirnya memulai menembakkan simpanan amunisinya, rasanya kita tak perlu lagi banyak omong. Lebih dari 45 menit terakhir, apa yang ditampilkan Dark Of The Moon, sudah cukup untuk menerbangkan Anda dari tempat duduk, apalagi dengan efek 3D yang mungkin tak secantik Pandora, tapi adegan rumblenya, percayalah, lebih intens dari itu. Yes, kegilaan Bay semakin memuncak tanpa logika tapi tetap asyik melepaskan imajinasi liar dan ketakjuban kita ke pameran hi-tech yang digelarnya. Saya tak tahu Anda, namun saya masih bakal merindukan Optimus dan rekan-rekannya kembali ke layar lebar dengan teknologi yang semakin menggila nantinya, biarpun isu-isu tentang penggantian LaBeouf dengan Jason Statham boleh jadi terasa aneh. Anyway, now forget the rest. Just sitback and enjoy this wild ride! (dan)

~ by danieldokter on July 31, 2011.

7 Responses to “TRANSFORMERS : DARK OF THE MOON : LOUD, BANG AND BOOM!”

  1. Saya ini termasuk yang enjoy Transformers. Bakal nonton kalau udah tayang di bioskop.

  2. emang betul bro,Just sit and watch!!! and enjoy…

  3. 5 Agustus udah premiere kok di Indonesia🙂
    yup, sit back dan nikmati ‘sinting’nya Michael Bay. always works🙂

  4. Once the film stops trying to endear you to Shia’s employment and girlfriend problems, the meaningless destruction and mayhem does have a measure of entertainment value. Good Review!

  5. mayhem! hell yeah!

  6. […] Transformers: Dark of the Moon […]

  7. […] Ray Ennis THE GIRL WITH THE DRAGON TATTOO – Ren Klyce HUGO – Philip Stockton and Eugene Gearty TRANSFORMERS : DARK OF THE MOON – Ethan Van der Ryn and Erik Aadahl WAR HORSE – Richard Hymns and Gary […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: