HI, FIDELITY : TANTE-TANTE METROPOLIS

HI, FIDELITY

Sutradara : Calvin Poon

Produksi : Mei Ah Film Production, Co. Ltd, 2011

Seperti Indonesia, Hongkong juga pernah mengalami masa surut dalam perfilman mereka. Meski tak sampai mati suri, produksinya di akhir-akhir 90an hampir melulu diisi dengan film-film yang menurut istilah censorship mereka, kategori III. Drama, komedi atau thriller berbau seks yang benar-benar mendominasi bahkan dalam tampilan full frontal sekali pun, tanpa penggarapan artistik yang berkelas. Euforia comeback bintang-bintang tua yang melanda perfilman dunia kini dikombinasikan dengan feel itu oleh sutradara Calvin Poon. Calvin memang sudah lama malang-melintang di sinema HK namun karya penyutradaraannya di sebuah film di tahun 1986 hampir tak berbekas, sementara, sebagai penulis, ada beberapa filmnya yang mungkin masih bakal diingat oleh penggemar film HK seperti Full Alert ataupun aksi ala Mission:Impossible-nya Takeshi Kaneshiro, Downtown Torpedoes. Now if most of those comebacks muncul dalam genre film-film garang, Hi, Fidelity justru mengambil sisi sebaliknya. Aktris-aktris paruhbaya yang bergelut dalam tema dewasa ala Sex And The City atau Desperate Housewives. Tiga tante-tante (or should I say grandmas) yang muncul di luar aktor/biduan senior George Lam sebagai cameo dan pengisi soundtracknya, adalah Pat Ha, Carrie Ng dan Candice Yu.

Pat Ha (di Indonesia mungkin lebih dikenal dengan nama Hsia Wen-Shi sebagai kreditnya di poster-poster film kita), memulai karirnya lewat film-film Shaw Brothers bernuansa sensual berisi pameran tubuh. Dua yang paling dikenal, My Name Ain’t Suzie dan plesetan classic tale An Amorous Woman Of Tang Dynasty di akhir 70-awal 80an, meski setelahnya, Pat Ha naik kelas ke film-film aksi legendaris diantaranya Flaming Brothers bersama Chow Yun Fat dan Alan Tang. Carrie Ng/Carrie Wu yang jauh lebih junior terkenal dengan film-film kategori III menjelang masa suram itu, sementara Candice Yu atau Yu On On tentu masih diingat semua pemirsa film-film serial silat TVB, sekaligus hubungan lamanya sebagai istri pertama Chow Yun Fat. Sekarang mereka disandingkan dengan nama-nama lain seperti Michelle Ye yang tak begitu dikenal meski deretan film-filmnya sebaliknya, aktor Chapman To yang lebih familiar lewat peran-peran komediknya serta William Chan, penyanyi muda yang sedang naik daun. Dan oh ya, bersama Punished-nya Anthony Wong-Richie Ren, Hi, Fidelity menggelar premierenya di HKIFF (Hong Kong International Film Festival) 2011, Maret barusan.

Sekelompok istri yang tengah dilanda mid-age problem dengan pasangan mereka memutuskan untuk menerima ajakan Jo Jo (Michelle Ye) bergelimang di sebuah klab gigolo. Mrs Wan/Bing Bing (Pat Ha) yang baru saja menemukan foto sang suami bersama wanita di sebuah jejaring sosial, Mrs Ho (Carrie Ng) yang ditinggal suaminya – turns out to be gay harus mengurus anak bersama supir setianya (Shaun Tam), serta Jo Jo sendiri, yang bersuamikan seorang mafia kelas bawah yang impoten. Jo Jo kemudian memperkenalkan mereka pada sang germo (Candice Yu) yang serta-merta merekomendasikan seorang gigolo super tangguh bernama Bill (William Chan)  untuk bergantian meladeni kesenangan mereka. Bill yang kelihatan jatuh hati dengan Bing Bing lantas membuat keributan diantara Bing Bing dengan Mrs Ho, sampai akhirnya twist demi twist muncul membuat benang kehidupan mereka jadi semakin kusut.

Istri yang tersia-sia. Selingkuh sana-sini. Prostitusi. Germo. Gigolo. Gay. Lesbian. Perkosaan. Impotensi. Narkoba. Sampai bunuh-bunuhan. Hi, Fidelity punya semua sebagai fondasi buat membangun sebuah film dewasa yang bicara gamblang tentang problem-problem seks. But does that mean good? Calvin sayangnya tak lantas membelokkan semua unsur tadi dengan gambaran mendalam tapi selayaknya film-film bertema ngeres di Indonesia, penampakan luarnya saja, yang seolah sekedar bermain-main di otak kotor pembuatnya. Mirip ‘Gadis Metropolis’ dalam tingkatan usia berbeda namun konfliknya klise. Sebagai hiburan? Wah, ini lebih parah lagi. Dengan status umur para pemeran utamanya, Hi, Fidelity justru kelihatan malu-malu untuk menunjukkan adegan buka-bukaan sehingga ekspektasi sampingan pemirsanya malah jadi hambar.

So, sisanya hanya feel nostalgik untuk memberi kita suguhan menikmati kembali tampang-tampang bomseks plus Candice Yu sekali lagi di layar lebar. Oke, ada nilai plus bahwa di usia mereka yang sudah pas menggendong cucu, tampilannya masih tetap terjaga. Pat Ha justru terlihat semakin elegan menyerupai postur dan paras Gillian Chung zaman sekarang, meski kesan-kesan facelifiting tetap terlihat di tarikan wajahnya. Carrie Ng yang seperti biasa, menjual keseksian dari wajahnya yang sesuai buat cewek-cewek ganas, masih tetap seperti dulu, dan sekarang, buat pemirsa film Indonesia, bisa merasakan kemiripan wajahnya dengan Marsha Timothy. Dan Candice Yu mungkin sedikit tertutupi dengan rambut blonde bop-nya. Plus William Chan yang disini didapuk buat mengisi double role, meski tak terlalu baik, tapi bisa memancarkan pesona seorang gigolo idaman yang cukup meyakinkan. Pemeran lain rasanya tak lagi perlu perhatian banyak, termasuk Michelle Ye yang sebenarnya memegang peran penting, Chapman To dan George Lam yang cuma tampil sekilas. Lantas yang terakhir, menyempalkan twist, bukan hanya satu pula, dalam adult drama seperti ini justru terlihat sangat, sangat dipaksakan. Yup, ini bukan film bagus. Kecuali feel nostagik buat menikmati kecantikan abadi para MILF itu, keseluruhannya tak lebih dari film-film kategori III era 90an dulu, cuma sekali ini tanpa tampilan nipples atau adegan-adegan full frontal. Now I can say that’s bad. Real bad. (dan)

~ by danieldokter on August 9, 2011.

2 Responses to “HI, FIDELITY : TANTE-TANTE METROPOLIS”

  1. malam pak dokter..😀

    ikutan Blog Award di sigilahoror.com yuk…ada dua kategori Blog Favorit dan Desain Blog Terbaik… yang menang nanti bakalan dapat hadiah DVD Original lho…

    caranya klik aja Banner Daftar di blog gw…

    ditunggu yah sampai tanggal 21 Agustus ini..

    Thanks

  2. lah waktu itu udah dicek polling keduanya belon ada link nya kan ya? ini yg buat blog dapet dvd original? wah wah wah… oke, ntar dicoba bli, biarpun ini blog disainnya cuma seadanya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: