X-MEN : FIRST CLASS ; BOND AND BEYOND, A REAL FIRST CLASS!

X-MEN : FIRST CLASS

Sutradara : Matthew Vaughn

Produksi : Marvel Entertainment & 20th Century Fox, 2011

Butuh waktu yang panjang untuk bisa diwujudkan menjadi franchise film adaptasi komik, hasil awal Bryan Singer menunjukkan bahwa ia benar-benar punya visi fantasi yang memahami betul seluk-beluk kisah dengan bejibun karakter superhero ini. Warna-warni komiknya memang diganti menjadi warna-warna kelam, namun esensinya berhasil mencuat sebagaimana mestinya. Kesuksesan ini membuat Singer makin leluasa membesut sebuah sekuel yang memunculkan satu lagi esensi penting yang tertinggal dari film pertamanya. Bahwa abu-abu yang dipilihnya juga sekaligus bisa menyentuh hal paling penting dari kisah aslinya, bahwa sekumpulan mutan yang saling berseteru ini hampir tak pernah hadir dengan karakter hitam putih di komiknya. We can love or hate them in the same time. X2 pun berhasil muncul sebagai salah satu dari segelintir sekuel yang lebih baik dari pendahulunya, dengan open ending yang membuka awal dari sebuah part paling menarik dalam sejarah komiknya, Phoenix Rising. Namun sayang, iming-iming DC lebih membuat Singer hengkang ke Superman Returns. Meski tetap mencetak box office gede-gedean, esensinya hancur lebur di tangan Brett Ratner yang terasa seenaknya saja mengembangkan The Last Stand. Karakternya tersia-sia dengan penggarapan seadanya. Bahkan X-Men Origins : Wolverine yang dibuat untuk terus menyambung kelangsungan franchisenya, walau di satu sisi cukup sukses memunculkan karakter-karakter mutan lain, belum bisa terlalu menyelamatkan ulah Ratner terutama bagi fansnya. Apalagi kasus kebocoran sebelum filmnya beredar itu. Then di saat semuanya sudah merasa hambar, muncullah X-Men : First Class. Trailer yang diluncurkan membuat harapan itu muncul lagi. Dengan kembalinya Singer ke bangunan cerita sekaligus produsernya, First Class membawa franchise ini wilayah yang sedang trend di Hollywood. Bukan adaptasi dari lineup komiknya yang berjudul sama, namun sebuah prekuel yang mengawali dengan detil semua jauh sebelum apa yang ada di komiknya. Resep yang juga dipakai James Bond, Batman, Star Trek bahkan Robin Hood untuk bisa kembali jadi jagoan baru di layar lebar.

First Class membawa kita ke sejarah awal dua pimpinan kubu mutan-mutan ini. Erik Lensherr (Michael Fassbender) yang punya trauma terhadap seorang ilmuwan Nazi atas kematian ibunya di masa ia kecil bergabung dengan Charles Xavier (James McAvoy), manusia dengan kelainan mutasi berbeda yang sudah lebih dulu menelusuri kemampuannya secara ilmiah di Oxford bersama rekan yang sudah dianggapnya seperti adik sendiri, Raven (Jennifer Lawrence). Atas prakarsa agen Moira McTaggert (Rose Byrne) yang mencium adanya rencana peledakan nuklir oleh Sebastian Shaw (Kevin Bacon) dan sekumpulan mutan lain Emma Frost (January Jones), Azazel (Jason Flemyng) dan Riptide (Alex Gonzales), Charles, dan Raven kemudian direkrut oleh CIA untuk membentuk divisi rahasia para mutan untuk melawan Shaw. Erik mau tak mau ikut bergabung setelah menyadari Shaw adalah ilmuwan Nazi yang diburunya selama ini. Lewat sebuah device bernama Cerebro dalam pencarian mereka, muncullah mutan-mutan lain dengan kemampuan berbeda. Hank McCoy/Beast (Nicholas Coult), Angel Salvadore/Angel (Zoe Kravitz), Armando Munoz/Darwin (Edi Gathegi), Henry Summers/Havoc (Lucas Till) dan Sean Cassidy/Banshee (Caleb Landry Jones). Sayangnya, persepsi Charles dan Erik didasari dua hal yang berseberangan. Erik lebih dipengaruhi dendamnya sejak kecil dan tak ingin kelebihan ini disimpan terus sebagai rahasia bersama sebagian yang lain termasuk Raven. Ditambah dengan ketakutan perlakuan berbeda dari manusia normal lainnya atas kelainan mereka yang sudah lebih dulu dipicu ulah Shaw, bibit perpecahan para mutan ini mulai muncul, dan Shaw dengan licik memanfaatkan hal itu demi tujuannya menghancurkan dunia.

Feels a little bit like Bond? Anda tak salah kalau merasakan itu. Sutradara Matthew Vaughn yang dulu sempat bakal menyutradarai The Last Stand sebelum ketololan Ratner, bersama sejumlah penggagas semi reboot ini termasuk Singer yang juga mundur dari kursi sutradara di pre-produksinya, memang mengisyaratkan hal yang sama. Selain pilihan untuk pakem prekuel perombakan total tadi, set tahun 60an di era perang dingin AS-Uni Soviet yang mereka pilih memang sejak awal direncanakan dengan atmosfer yang mirip. Mulai dari kostum serba retro, gambaran mastermind villain dengan sidekick algojo kejam dan cewek seksi, agen-agen rahasia, perseteruan militer dan a bit romance dalam plotnya, hingga skor dan theme song yang feelnya sama ke arah sana, Love Love dari Take That. Namun ada satu yang lebih penting, bahwa Singer, Vaughn bersama timnya kali ini memilih gambaran X-Men yang benar-benar back to basic dengan dominasi warna kuning biru di kostum konvensional mereka. So then the excitement begins, yang muncul adalah storytelling yang sangat efektif menyatu dengan kompleksitas plotnya, set yang serba cantik hingga ke kostum-kostumnya yang terasa detil sekali masuk ke karakternya, efek spesial yang sudah pasti se-ukuran summer blockbuster, sampai topnotch acting dari pilihan castnya yang tepat. McAvoy dengan tampang wisenya sebagai Professor X, Fassbender dengan emosi meledak sebagai Magneto dibalik old style leather jacket yang sama garangnya, three babes Jennifer Lawrence-January Jones-Rose Byrne plus pastinya Kevin Bacon yang kharisma antagonisnya melambung sekali disini. Dan oh ya, juga ada cameo yang pasti sangat diharap-harapkan penggemar franchise filmnya selama ini. Seorang Christopher Nolan boleh jadi membawa Batman ke wilayah graphic novel yang tak pernah dibayangkan orang namun mengorbankan fans komik klasiknya, namun Singer justru membangun First Class dengan kesetiaan penuh pada jiwa komiknya tanpa harus kelihatan cheesy. And that’s a real First Class. Ini adalah salah satu sajian summer blockbuster terbaik di tahun ini, so don’t ever miss it! (dan)

~ by danieldokter on August 22, 2011.

5 Responses to “X-MEN : FIRST CLASS ; BOND AND BEYOND, A REAL FIRST CLASS!”

  1. saya suka sekali film x-men yang ini, meskipun pada akhirnya kelima film x-men yang ada kontinuitasnya jadi agak berantakan, mungkin gara2 x-men : origins wolverine ya (munculnya emma frost dan proffesor x yang sudah botak tapi masih bisa berjalan di film tersebut)

  2. a new start dari film ini jadinya, bener🙂. then let’s consider this as a reboot🙂

  3. Tambahan :

    Resensi novel Perjalanan Cinta di Negri Tetangga
    Judul :My First Tri Angel Love

    http://pobersonaibaho.wordpress.com/2011/01/21/resensi-novel-perjalanan-cinta-di-negri-tetangga/

  4. […] X-Men: First Class […]

  5. […] X-MEN : FIRST CLASS […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: