MONTE CARLO : SILLY BUT SWEET

MONTE CARLO

Sutradara : Thomas (Tom) Bezucha

Produksi : DiNovi Pictures & Regency Enterprises, 2011

I’m not a hater, but I also don’t like Selena Gomez that much. Now a chick flick for summer movies? Ah, bukannya tak ada sama sekali selama ini, apalagi kalau Twilight : Eclipse dan Sex And The City (meski ini old chick) dianggap salah satunya. Tapi ini bukan di genre itu. Tak juga di chick flick pintar seperti The Devil Wears Prada atau Confessions Of A Shopaholic.  Seperti liburan musim panas di Amerika sana pada dasarnya adalah time to have some fun, begitulah Monte Carlo dilepas dengan tendensinya. Mungkin dibanding kedigdayaan CGI dan franchise-franchise, sebagian orang memandangnya bukan pilihan, tapi poster yang menarik, serta Leighton Meester? Whoa, even if you’re an ‘uncle’, this might be a bit hard to avoid. Begitulah. Kalaupun tak mau itu jadi alasan, sesekali tak ada salahnya melanglang buana menikmati panorama kota-kota wisata seperti Sex And The City, kan? Bersama Larry Crowne dan Mr. Popper’s Penguins, di tengah hingar-bingar Transformers ini malah bisa jadi light meal yang tak kalah renyahnya.

Grace Bennett (Selena Gomez) sudah lama menunggu kesempatan untuk berlibur ke Paris. Ia malah menabung mengumpulkan uang dari kerja sambilannya di sebuah diner bersama sahabat baiknya, Emma (Katie Cassidy). Tepat di hari wisuda SMUnya, Grace tak menyangka kalau ayah tiri (Brett Cullen) dan ibunya (Andie McDowell) sudah mempersiapkan trip ini untuknya dan Emma, namun bukan hanya berdua, karena Meg (Leighton Meester), saudara tiri Grace juga jadi satu paket untuk bisa lebih akrab dengannya. Apalagi, Emma yang dulunya satu sekolah dengan Meg tak pernah bisa cocok. Kesenjangan sifat ini membuat trip itu tak se-asyik yang dibayangkan, apalagi ternyata paket yang disiapkan sang ayah adalah paket murah dengan hotel seadanya dan tur serba buru-buru. Tertinggal dalam sebuah trip di menara Eiffell, semuanya berubah saat mereka berteduh di sebuah hotel berbintang. Ternyata, salah seorang tamu pentingnya, aristokrat angkuh Cordelia Winthrop-Scott (juga diperankan Gomez) yang pewaris jaringan hotel bak Paris Hilton, sedang bermasalah disana. Emma segera mengambil kesempatan ini untuk meyakinkan Meg dan Grace agar bisa berleha-leha di hotel itu. Tapi semuanya tak berakhir disana. Sandiwara lain terus mereka mainkan sampai ke Monte Carlo dimana Cordelia masih tertunda untuk muncul untuk sebuah acara charity. Masalahnya lagi, Theo (Pierre Boulanger), putra penyelenggara acara itu jatuh cinta pada Grace yang disangkanya Cordelia, sementara Meg kembali bertemu dengan cowok gebetannya selama di Paris, Riley (Luke Bracey), dan Emma disusul tunangannya Owen (Cory Monteith) dari Texas. Sementara acara semakin dekat dan Cordelia bisa muncul sewaktu-waktu.

Plot komedi yang dibangun dengan kesalahpahaman demi kesalahpahaman memang bisa jadi resep yang pas untuk sebuah rom-com maupun teen flick. Ini seperti resep konvensional yang serba klise tapi bisa lezat kala racikannya dibuat dengan pas. Dan seperti hasil yang sama enaknya, pasti tak ada yang bisa menolak tampang-tampang cakep di barisan castnya, soundtrack yang sangat pop dan masih lekat-lekatnya di telinga, plus panorama yang indah dari set yang dipilih. Oh ya, Monte Carlo yang salah satu produsernya Nicole Kidman ini punya semua itu. Selain Selena Gomez, no matter how you hate that face even you’re not a Bieber dead fans, yang memang punya stars-attractive appearance di gestur-gesturnya, ada Leighton Meester, you know who, serta Katie Cassidy yang memulai karirnya dari film-film thriller-horror-slasher mulai When A Stranger Calls, Black Christmas, Taken dan barusan, A Nightmare On Elm Street. Ketiganya bisa ber-chemistry dengan baik, blends perfectly well. Pierre Boulanger dan Luke Bracey juga bakal jadi santapan sedap buat penonton cewek. Lantas, panorama indah Perancis sampai Monte Carlo, plus girls, pameran asesoris brandednya yang pasti membuat Anda semua ingin segera belanja, dan pastinya, ‘Love Today’ serta ‘Relax (Take It Easy)’nya Mika sebagai sebagian soundtracknya di luar lagu Selena Gomez sendiri. Tom Bezucha mungkin tak punya pengalaman banyak kecuali The Family Stone yang bertabur bintang namun kurang darah itu, tapi ketika bahan-bahan seperti ini sudah terkandung dalam sebuah resep untuk diracik, benar-benar sulit rasanya menolak pesonanya. Plot klise yang berisi segudang guliran cerita tak logis? Oh, you don’t wanna complain about that kecuali Anda seorang moviegeek over-serious yang suka merepet kesana-kesini ketika menyaksikan sebuah film penuh hura-hura. This is silly but sweet, jadi nikmati saja seperti rasa popcorn-nya yang renyah itu. (dan)

~ by danieldokter on August 24, 2011.

One Response to “MONTE CARLO : SILLY BUT SWEET”

  1. […] Monte Carlo […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: