RE-VIEW-SITED : BUKAN CINTA BIASA

from my old blog : http://www.danieldokter.multiply.com

(first posted on April 2009)

BUKAN CINTA BIASA : A FRESH FAMILY ROM-COM

Sutradara : Benni Setiawan

Produksi : Wanna B Pictures

Perfilman Indonesia agaknya terus-menerus stagnan di tema-tema horor dan komedi seks, sementara rivalnya datang dari sineas-sineas artistik yang datang dengan semangat idealisme ke film-film art. Hasilnya, tentu film-film sampah tadi yang terus mengeruk keuntungan dengan semakin mengikis kecerdasan penonton kita yang rata-rata masih di bawah standar itu. Padahal, melangkah di tengah-tengah sebenarnya bisa punya tendensi cukup baik. Dari segelintir yang ada, Bukan Cinta Biasa yang hadir minggu ini menawarkan sesuatu yang sangat fresh dari premisnya, yang sangat mengingatkan kita pada film-film family rom-com Disney ala Parent Trap, My Father The Hero ataupun Father Of The Bride. Bukan contekan, tapi nafas yang kira-kira sama seperti itu. Jelas, yang terpenting dalam genre begini adalah chemistry.

Tommy (Ferdy’Element’Taher), vokalis grup rock jadul yang slenge’an masih hidup urakan dalam seribu impian bersama rekan se-grup-nya, The Bokis. Sampai ketika Tommy mendapati seorang gadis remaja di depan rumahnya. Nikita (Olivia Lubis), gadis itu, ternyata mengaku sebagai hasil hubungannya dengan Lintang (Wulan Guritno), yang belakangan mengkonfirmasi hal ini dan memilih Tommy sebagai tempat penitipan Nikita saat hendak bertolak ke AS bersama suami barunya. Rasa bingung dan terjajah di awal konsolidasi ayah dan anak yang tak pernah bertemu ini lambat laun menyadarkan Tommy akan keinginan hatinya. Tommy pun mulai beradaptasi sambil harus menghadapi pengalaman first love Nikita dengan Brad (Rocky), rocker muda yang mengingatkan Tommy pada masa mudanya dulu.

Kembali ke masalah chemistry sebagai faktor terpenting dalam tema-tema seperti ini, justru disitulah letak kekuatan utama Bukan Cinta Biasa sebagai debut produksi dari Wanna B Pictures yang dibesut Benni Setiawan, yang meski termasuk nama baru di dunia layar lebar tapi sebenarnya sudah malang melintang di produksi sinetron lepas. Penerjemahan karakter Tommy yang dibawakan Ferdy sesantai jiwa karakternya dengan kepolosan Olivia memerankan Nikita tanpa kebiasaan aktris belia kita biasanya yang selalu mencoba-coba kelihatan dewasa, muncul dengan erat, natural dan sangat lovable. Beberapa line dialog mungkin masih terkesan kaku meletakkan emosinya pada bahasa baku ala film Indonesia, namun chemistry kuat tadi berhasil menutupinya dengan baik. Dan lebih dari itu, usaha Benni membangun skenario dengan pesan-pesan reliji juga tak lantas jadi suguhan yang menggurui, namun lebih kental ke sisi komedinya. Satu lagi yang perlu dicatat adalah highlight film ini seolah tribute pada komedian-komedian Sunda yang tampil sesuai porsi tanpa mengganggu premis utamanya, dan pastinya, porsi scene-stealer terbesar lagi-lagi jadi milik seorang komedian, Joe P Project, yang potensinya terlihat kian disadari produser dengan frekuensinya tampil di banyak film Indonesia belakangan ini. Ketimbang Janda Kembang yang menawarkan taburan komedian terkenal berbalut beauty-show of force Luna Maya namun terang-terang menjiplak Malena serta terbentur ke eksekusi ending sangat kampungan itu, Bukan Cinta Biasa yang tampil sesederhana tampilan cameo Afgan dan themesong populernya sebagai salahsatu selling point itu agaknya jauh lebih layak menjadi menu tontonan Anda minggu ini. (dan)

~ by danieldokter on September 11, 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: