THE ADVENTURES OF TINTIN : THUNDERING TYPHOONS BREATHTAKING!

THE ADVENTURES OF TINTIN

Sutradara : Steven Spielberg

Produksi : Amblin Entertainment, Nickelodeon Movies, WingNut Films, 2011

Usai sudah penantian panjang dari seribu janji adaptasi salah satu komik klasik Eropa yang menemani jutaan anak tumbuh dewasa di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia. ‘Les Aventures de Tintin’ (Kisah Petualangan Tintin) merupakan salah satu komik Eropa paling populer di abad ke-20 dengan rekor penjualan diatas 350 juta, diterjemahkan ke lebih dari 80 bahasa dan masih terus dicetak ulang hingga sekarang. Karakter-karakternya legendaris, mulai dari jurnalis petualang Tintin dan anjing putihnya Snowy, Captain Haddock yang suka mengumpat, duo detektif Thompson dan Thomson, sampai Professor Calculus yang belum bakal muncul disini. Gebrakan itu terus hidup dari dekade ke dekade tak hanya dari komik namun juga film animasi, merchandise sampai live action produksi Perancisnya. Selain tentunya nilai klasik komik Franco-Belgian besutan Georges Remi (1907-1983) yang lebih dikenal dengan pen-name Hergé, kolaborasi dua sineas yang berdiri di belakangnya juga sama besarnya ; Steven Spielberg dan Peter Jackson.

Kegemaran Spielberg dan Jackson sebagai bagian dari anak-anak yang tumbuh dengan komiknya itu juga yang membuat mereka akhirnya memilih untuk tidak mengadaptasinya menjadi sebuah live action ataupun meneruskan jiwa animasi klasiknya, namun hadir dengan kecanggihan ‘Performance Captured 3D Animation’ yang teknologinya sudah berlipat ganda dari ‘The Polar Express’ serta ‘Beowulf’ tempo hari. Nama-nama karakternya juga tak mengacu pada komik Franco-Belgian-nya termasuk lafal pengucapan ‘Tintin’, namun lebih ke nama internasional yang lebih dikenal. Dan mereka memang tak sedang bermain-main. Spielberg dan Jackson sedang mewujudkan mimpi dari production dreamteam yang dibangun dengan cermat. Trio penulis skenarionya merupakan sineas Eropa kontemporer dalam tendensi mewujudkan atmosfer komedik Eropa sekental-kentalnya; Joe Cornish (‘Attack The Block’), Edgar Wright (‘Shaun Of The Dead’, ‘Hot Fuzz’ dan ‘Scott Pilgrim’), dan Steven Moffat (‘Doctor Who’ new serials & BBC’s ‘Sherlock Holmes’), sementara sinematografinya dibesut Janusz Kamiński, pemenang Oscar lewat ‘Schindler’s List’ dan ‘Saving Private Ryan’, plus tentunya, komposer super pemilih yang sudah menyatu dengan nama Spielberg, John Williams. Ini benar-benar bukan sekedar kucing dalam karung. Dan ekspektasi itu pun menjulang sedemikian tinggi. Be my guest. Silahkan.

Disiapkan sebagai trilogi yang mengambil part dari beberapa bukunya sekaligus, bagian pertama ‘The Adventures Of Tintin’ ini mengadaptasi ‘The Secret Of The Unicorn’ dan ‘Red Rackham’s Treasure’ plus sedikit bagian ‘The Crab With The Golden Claws’ untuk mengantarkan pertemuan Tintin dengan partner manusia terbaiknya, Captain Haddock sesuai komiknya. Petualangan itu dimulai dari sebuah maket kapal legendaris ‘The Unicorn’ yang dijumpai Tintin (Jamie Bell) bersama Snowy di sebuah pasar loak. Keinginan Tintin membeli maket itu kemudian mengantarkan mereka pada seorang bangsawan bernama Ivan Ivanovitch Sakharine (Daniel Craig) yang mati-matian mencoba merebutnya dari Tintin untuk selembar peta yang tersimpan dalam tiang besinya, sementara dua detektif pemerintah, Thompson dan Thomson (Nick Frost & Simon Pegg) membuntuti mereka. Tintin lantas diculik oleh Sakharine dan bertemu dengan kapten alkoholik kapal Karaboudjan, Haddock (Andy Serkis) yang masih keturunan Sir Francis Haddock (juga diperankan Andy Serkis), pemilik kapal Unicorn yang misterius itu. Berkat Snowy, Tintin bersama Haddock berhasil melarikan diri sambil menyelidiki motivasi Sakharine. Dengan hint-hint yang ada, mereka bertualang hingga ke Bagghar, pelabuhan Maroko, dan akhirnya menyadari bahwa tiga maket kapal dengan masing-masing peta itu mengarah ke perseteruan abadi berlatar kutukan bajak laut Red Rackham (juga diperankan Daniel Craig) atas Francis Haddock, serta keberadaan Unicorn dan harta karunnya. And it’s downhill from there to one of the greatest adventures beyond we’d ever seen on screen!

So everyone’s here for a reason, termasuk bagi Spielberg sendiri, dimana Tintin adalah ambisi yang sudah dimulai sejak kesuksesan fenomenal ‘Raiders Of The Lost Ark’ dengan Indiana Jones-nya, Jackson yang sudah berpengalaman dengan performance captured Andy Serkis dari Gollum-nya ‘Lord Of The Rings’ bahkan Edgar Wright yang seakan sulit terpisahkan dari nama Simon Pegg dan Nick Frost yang disini menjadi Thomson dan Thompson. Dreamteam dengan potensi masing-masing yang berchemistry begitu kuat menciptakan sebuah adaptasi yang sama-sama seinstan kadar klasik komiknya. Pengenalan karakternya sejak opening credits yang menarik itu berjalan se-efektif membaca komiknya. Karakter Tintin dengan semangat jurnalis petualang-nya sebagai salah satu inspirasi karakter Indiana Jones, kecerdikan Snowy, temperamen Haddock, komedi nyeleneh Thomson dan Thompson hingga karakter-karakter sampingan yang melekat dengan Tintin (diva Bianca Castafiore, si pelayan Nestor, Red Rackham dan masih banyak yang lain) juga tertuang sempurna, sangat pas dan tak jauh beranjak dari komik aslinya bahkan sampai ke detil trademark kostum-kostumnya . Quote-quote terkenal dari masing-masing karakter pun tak ketinggalan disempalkan. Dengan cermat, trio penulis skenario itu meracik penggalan-penggalan dari tiga serial komiknya menjadi sebuah plot utuh yang sangat intens. Itu masih di sisi adaptasi yang sangat, sangat menghargai Hergé sebagai kreatornya.

Sementara dalam sisi teknisnya, ‘performance captured 3D animation’ nya tampil begitu hidup bak menyaksikan sebuah live action movie (oh, yeah, this technique meant to be watched in 3D, so drop the 2D), sinematografi yang membungkus set around the world-nya juara, dan diatas semuanya, adalah sebuah breathtaking adventurous action yang luarbiasa seru dengan sedikit berkompromi ke penonton dewasa. Klimaks pengejaran di Bagghar itu menjadi puncak orgasmik seperti waktu kita pertama kali menyaksikan kedigdayaan Spielberg di ‘Raiders Of The Lost Ark’ dan ‘Jurassic Park’, yang mengundang decak kagum tak tanggung-tanggung ke inovasi teknisnya. Setelah lama tak bisa menyaingi mahakarya-mahakaryanya itu, kini Spielberg sekali lagi menunjukkan kehebatan terdahsyatnya sebagai seorang sineas di genre adventure fantasy. A top notch visual treat, this is Spielberg at his best, which you’ll hold as dear as the comics. Yup, barisan dreamteam itu memang tak sedang sekedar bermain-main. Mereka menciptakan sebuah masterpiece, and that’s what you’re gonna get. Precisely, a thousand thundering typhoons masterpiece! (dan)

~ by danieldokter on November 11, 2011.

4 Responses to “THE ADVENTURES OF TINTIN : THUNDERING TYPHOONS BREATHTAKING!”

  1. yap, you right sir ^ ^

  2. […] The Adventures of Tintin […]

  3. […] THE ADVENTURES OF TINTIN […]

  4. […] THE ADVENTURES OF TINTIN – John Williams THE ARTIST – Ludovic Bource HUGO – Howard Shore TINKER TAILOR SOLDIER SPY – Alberto Iglesias WAR HORSE – John Williams […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: