TOWER HEIST : ALMOST A ‘FULL METAL JACKET’ OF HEIST COMEDY

TOWER HEIST

Sutradara : Brett Ratner

Produksi : Imagine Entertainment, Relativity Media & Universal Pictures, 2011

Banyak yang menganggap pencalonan awal Eddie Murphy menjadi host Oscar berikut itu berlebihan. Might be, mengingat meski Murphy masih terus merilis film tapai tetap tak bisa mengembalikan lagi kejayaannya dulu. Sebagian besar filmnya belakangan malah tak memberikan ekspektasi apapun dari rilis pre-produksinya. But this is different. Genre-nya boleh jadi komedi biasa, tapi lineup cast-nya is really something. Bukan lagi sekedar premis heist comedy-nya, nama-nama Ben Stiller, Eddie Murphy, Matthew Broderick, Casey Affleck hingga aktor senior Alan Alda plus, if you notice, Gabourey Sidibe dari ‘Precious’ dalam ensemble castnya sudah cukup untuk membangun ekspektasi itu. Apalagi setelah trailernya dirilis. Yang tergambar disana, selain excitement ke heist comedy yang menarik, ke Murphy, ini seperti melihat dirinya back to his roots. Dari perampok jalanan menjadi karakter berjas elit. Just like his phenomenal debut, ‘48 Hours’, dan ya, kalau mau menyebut satu lagi, ‘Trading Places’. Penggalan dialog-dialog di trailernya lucu luarbiasa, dan sutradara Brett Ratner kembali ke spesialisasinya ketimbang merusak genre superhero. Yang terpenting, dalam trailer singkat itu, Stiller dan Murphy, sebagai sesama komedian terkenal, tampaknya tak saling berkanibalisasi satu sama lain, tapi berchemistry dengan baik. So how’s the result? The plot first.

Sebagai manager kondominium super deluxe, The Tower, Josh Kovacs (Ben Stiller) kelimpungan ketika salah satu penghuninya, multimilyuner Arthur Shaw (Alan Alda) terlibat kasus penipuan finansial dan ditahan sementara di apartemennya oleh FBI dibawah pengawasan agen Claire Denham (Tea Leoni). Pasalnya, Kovacs dengan yakin menitipkan semua dana pensiun pegawai-pegawainya pada Shaw untuk diinvestasikan, dan dari info FBI, tak ada lagi dana tersisa dari kekayaan Shaw kecuali apartemen dan sebuah Ferrari 250 mewah bekas aktor legendaris Steve McQueen yang terpampang di ruang tamu apartemennya. Kovacs awalnya masih yakin dan menunggu keputusan Shaw tak bersalah hingga pegawai tertua disana, doorman Lester (Stephen Henderson) hendak bunuh diri di KA bawah tanah. Saat Kovacs mempertanyakan dana investasi secara langsung bersama concierge Charlie Gibbs (Casey Affleck) dan bellhop Enrique Dev’reaux (Michael Pena) dan tak mendapat jawaban memuaskan dari Shaw yang seolah tak perduli, ia pun kalap merusak Ferrari itu. Ketiganya dipecat, namun info yang diperoleh Kovacs dari Denham bahwa Shaw masih memiliki simpanan sejumlah 20 juta dolar dalam sebuah brankas tersembunyi, membuatnya merancang sebuah payback. Selain Gibbs dan Dev’reaux, Kovacs juga mengajak Fitzhugh (Matthew Broderick), salah seorang korban investasi Shaw hingga kehilangan apartemen dan istrinya. Sekarang, mereka butuh seorang mentor, dan Slide (Eddie Murphy) goes into the scheme bersama Odessa Montero (Gabourey Sidibe) yang ahli membongkar brankas. Rencana menerobos The Tower untuk menemukan brankas tepat di hari Thanksgiving pun dimulai. Namun saat semuanya sudah di depan mata, kawan juga sewaktu-waktu bisa jadi lawan. Apalagi Shaw ternyata tak sebodoh yang mereka pikirkan. Sekarang, hanya ada adu intrik untuk menentukan pemenangnya.

Yup, right. Seperti yang Anda dengar, pitch ke produser Brian Grazer dari Imagine Entertainment dan Brett Ratner untuk Tower Heist memang datang sejak 2005 dari Murphy sendiri, yang ingin menggabungkan komedian-komedian kulit hitam menyatroni Trump Tower. Namun penundaan demi penundaan membuatnya dirombak menjadi multi ensemble cast dan Murphy pun tak menolak kala ditawari ulang peran sebagai Slide. Di satu sisi, seperti banyak pujian kritikus dari segudang reviewnya yang pro dan kontra secara drastis, ada kesempatan karakter ‘return to form’ bagi Murphy. Ia memang tak sepenuhnya salah. Bersama Stiller yang didapuk jadi peran utama, Slide adalah karakter penting yang sangat ditonjolkan di skenarionya, namun tentunya tak akan jadi seratus persen show tunggalnya sendiri. Dan ‘Tower Heist’ sudah memulai semuanya dengan baik, meski awalnya agak sedikit bertele-tele dalam pengenalan karakternya, namun dengan cepat meningkat ke level hilarious di fusi para karakternya masuk ke rencana perampokan itu.  Chemistrynya berjalan lancar, terutama penggabungan style komedi Stiller dan Murphy yang sangat mengalir. Dialog-dialognya juara dalam mengajak penonton tertawa sampai ke volume keras. Mereka tak banyak melawak, tapi kita terbahak-bahak. For that short moment, ‘Tower Heist’ terasa sangat berjaya jadi ‘Full Metal Jacket’-nya heist comedy. Seperti ‘Ocean’s Eleven’ yang sama serius namun jauh lebih menggelitik dibalik background emosionalnya. Sayangnya skenario Ted Griffin dan Jeff Nathanson kemudian serasa tak cukup sampai disana. Mereka menambah konflik dan konflik lagi, mungkin agar ‘Tower Heist’ bisa kelihatan tak sedangkal itu, lebih berkelas dan realistis, tapi akibatnya justru menurunkan intensitas komedi yang sudah berjalan hilariously funny di tengah-tengah menuju ke penyelesaian beberapa konflik yang tak terasa plong bagi penonton. Penonjolan karakter yang sudah seimbang pun jadi sedikit berantakan, terutama Murphy yang semakin tergeser ke belakang Stiller. Sah saja memang, tapi ini bukan sebuah pilihan yang bagus dalam membangun klimaks yang meningkat. Seperti grafik naik turun, ‘Tower Heist’ yang sudah menemukan momen terbaiknya jadi terasa makin tak konstan menuju endingnya. Well, Mr. Murphy,  seperti kegagalan Anda jadi host Oscar tahun ini, this is another ‘almost’ that failed to reach its peak. (dan)

~ by danieldokter on November 13, 2011.

One Response to “TOWER HEIST : ALMOST A ‘FULL METAL JACKET’ OF HEIST COMEDY”

  1. […] Tower Heist […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: