THE TWILIGHT SAGA : BREAKING DAWN PART 1 : NEW DAWN, DIFFERENT MOON

THE TWILIGHT SAGA : BREAKING DAWN PART 1

Sutradara : Bill Condon

Produksi : Summit Entertainment, Temple Hill Entertainment, Sunswept Entertainment, 2011

Like it or not, mau seberapa banyak juga laki-laki dan suami yang mengeluh sana-sini karena diajak pasangan atau istri mereka untuk menyaksikan film ini, kita tak akan pernah bisa menampik bahwa dari rekor-rekor yang diciptakannya, Twilight memang adalah sebuah saga terbesar dekade ini, baik novel maupun yang lebih gila lagi, adaptasi filmnya. So now, mengikuti trend yang sudah-sudah, bagian terakhir franchise ini dibagi menjadi dua bagian. Summit Entertainment juga agaknya sudah sejak jauh-jauh hari memusatkan seluruh energi mereka menyiapkan franchise anak emas mereka yang sudah menyumbang bukan cuma pundi-pundi uang, tapi prestis segudang. And yes, rotten or not, ‘Breaking Dawn Part 1’, lagi-lagi sudah mencetak rekor di opening weekend-nya. It’s obvious. Bagian ini memang memiliki satu highlight yang paling ditunggu-tunggu penggemarnya sebesar casting bagian pertamanya dulu. Edward & Bella’s wedding scenes, yang sampai menuai tuntutan dari Summit ke seorang wanita dari Argentina atas kebocoran online dari produksi yang tertutup rapat dengan penjagaan ketat. It was meant to be a surprise.

Bella Swan (Kristen Stewart) sudah menetapkan pilihannya pada Edward Cullen (Robert Pattinson). Pernikahan mereka berlangsung meriah dihadiri oleh seluruh keluarga, bahkan Jacob Black (Taylor Lautner) sekali pun di tengah-tengah kekecewaannya atas pilihan itu, juga karena khawatir atas keselamatan Bella nantinya. Edward dan Bella yang berbulan madu ke sebuah resort private di Brazil kemudian mulai berusaha beradaptasi ke kehidupan baru mereka. Kekhawatiran itu pun terjadi kala Bella mengandung. Tak ada yang bisa memprediksi nasibnya atas kandungan yang dengan cepat membesar dan menggerogoti tubuhnya secara masif, termasuk Carlisle Cullen (Peter Facinelli), namun Bella bersikukuh untuk mempertahankan kandungannya dengan resiko apapun. Sementara, ketua kumpulan werewolf, Sam Uley (Chaske Spencer), siap menyerang kediaman Cullen untuk membunuh Bella. Jacob pun berbalik, siap melawan clan-nya sendiri demi melindungi Bella. Sekarang hanya ada satu cara untuk menyelamatkan Bella. She turned into vampire, and Renesmee, the baby, born.

Kenyamanan penonton non-fans dan hatersnya sekalian, dari saga ketiga, ‘Eclipse’ yang jauh lebih seru dari ‘New Moon’ yang total menye-menye itu ternyata tak banyak membantu. Dimana-mana, masih saja banyak yang mencaci berimbang dengan dead fans-nya dibalik semua cheesy-ness sebagai nyawa asli franchise ini. Dan pihak Summit ternyata tetap setia ke style ini dan kabarnya malah menekan penulis skenario Melissa Rosenberg untuk menambah sisi girly dalam kepentingan romantisasi di part wedding yang sangat penting ini. Sampai grup Muse yang biasanya mengisi soundtracknya pun tak lagi muncul, serta penolakan terhadap Evanescence yang sudah menyiapkan lagu mereka. Faktor emo-rock yang kental dalam soundtracknya kini berganti dengan official themesong ‘It Will Rain’ dari Bruno Mars untuk semakin menekankan romantisme itu. However, pilihan mereka ke track-track serta scoring Carter Burwell ini memang tetap sakti dengan tampilnya juga Adele serta wedding themesong andalannya, ‘Flightless Bird American Mouth’ dari band Iron & Wine. Adegan wedding dan honeymoon yang sempat mengkhawatirkan rating R itu memang muncul mendominasi hampir seperempat masa putar ‘Breaking Dawn’ secara sangat-sangat ‘soap opera’-ish di bagian-bagian awal, tapi berbeda dengan ‘New Moon’ yang nyaris tanpa rasa, sinematografi Guillermo Navarro dengan shot-shot-nya yang serba indah sangat membantu membuatnya jadi bagian yang cukup terasa bagai gado-gado untuk dinikmati. Kadang sensual, lucu, juga serba canggung, dan Stewart bersama Pattinson, tak bisa dipungkiri, berchemistry semakin kuat disini. Awal yang bisajadi sangat draggy, bertele-tele, dan woman-oriented tanpa melupakan dialog-dialognya yang sedikit ‘eewww’, tapi tampil dengan tautan emosi yang kuat ke latar lovestory sebagai genre utamanya, dimana score dan alunan soundtrack itu hadir dengan kekuatan padu yang begitu menyatu.

Sulit memang untuk mengkritik penyutradaraan Bill Condon yang lantas mengembalikannya dengan cepat ke pace yang cukup padat di part perjuangan Bella melahirkan bayinya dengan rencana penyerangan para werewolf, but I’d say tak ada yang salah secara filmis. Condon, bagaimanapun sudah menghadirkan gayanya yang baru ke dalam franchise ini sekaligus sesuatu yang senafas dengan novel sebagai sumber adaptasi aslinya. Cast-nya yang semua hadir kembali juga tampil semakin solid termasuk Lautner yang tak lagi sekedar lari-lari dan pamer sixpack dada telanjangnya. Efek dan makeupnya juga terjaga bersama akting Stewart yang cukup intens meninggalkan Pattinson yang seakan tak diberi kesempatan lebih disini. So it’s all up to you. ‘Breaking Dawn Part 1’ ini memang masih mempertahankan gaya franchisenya yang serba cheesy dan menye-menye, tapi tak lantas kehilangan emosi dalam bangunan konflik-konfliknya. Kalau masih perlu bandingannya dengan meninggalkan film pertama hanya sebagai awal, ini jauh lebih baik dari ‘New Moon’ namun masih sedikit di bawah ‘Eclipse’ untuk intensitas seru-seruannya. Well guys, sekali-sekali menyenangkan pasangan juga tak ada salahnya, kan? (dan)

~ by danieldokter on November 20, 2011.

One Response to “THE TWILIGHT SAGA : BREAKING DAWN PART 1 : NEW DAWN, DIFFERENT MOON”

  1. […] The Twilight Saga: Breaking Dawn – Part 1 […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: