THE HELP : COURAGE OF THE HEART

THE HELP

Sutradara : Tate Taylor

Produksi : Dreamworks, Reliance Ent, Image Nation Abu Dhabi, Participant Media, 1492 Films, Touchstone Pictures, 2011

Film yang sudah lama digembar-gemborkan dengan production values gede-gedean dan memancing ekspektasi sama besarnya, itu biasa. But once in a while, ketika sebuah film tanpa hype apapun menyeruak tiba-tiba ke depan kita sebagai sebuah masterpiece yang menyentuh hati sedemikian dalam, itu luar biasa. Dalam genre yang sama, seorang Steven Spielberg pernah melahirkan ‘The Color Purple (1985)’ yang diangkat dari novel pemenang Pulitzer karya Alice Walker. Dinominasikan untuk 11 kategori Oscar, meski tak memenangkan satupun diantaranya, film yang tampil seindah novelnya ini mencetak box office raksasa di tahun peredarannya dan sampai sekarang masih diakui sebagai karya klasik. ‘The Help’, yang merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karya Kathryn Stockett, juga tak jauh berbeda meski setnya berbeda beberapa dekade. Kesuksesan novelnya yang bertahan hingga 100 minggu di ‘New York Times Best Seller’ dan sudah dicetak ke tiga bahasa di 35 negara, juga diwarnai banyak perjuangan atas tema sensitif soal rasisme di era civil rights AS itu. Sutradara Tate Taylor yang baru menghasilkan satu film sudah sejak lama mengantongi hak adaptasinya dari Stockett yang merupakan rekan satu sekolahnya di masa kanak-kanak, bahkan sebelum novel itu dipublikasikan dan masih berpindah dari penolakan satu penerbit ke penerbit lainnya. Taylor yang juga menulis skenario adaptasinya kemudian mendapat lampu hijau dari Dreamworks dan Chris Columbus yang begitu tertarik membuat satu lagi film dengan nafas sama seperti ‘The Color Purple’ sebagai salah satu karya Spielberg yang disukainya. Dan ambisi ini memang tertuang seperti keinginan hati mereka atas heartbreaking story yang sangat inspiring dari novelnya. Muncul sebagai jagoan di puncak box office di minggu kedua peredarannya tanpa disangka-sangka dari word of mouth dan highrating review para kritikus, ’The Help’ sampai saat ini sudah sukses mencapai hampir 200 juta dolar AS dalam perolehan box officenya, sekaligus desas-desus yang menjagokannya sebagai kontender terbesar Oscar nanti.

Setelah kehilangan anaknya dalam sebuah kecelakaan kerja di tengah ketidakadilan rasis di bagian selatan Amerika tahun 60an, Aibileen Clark (Viola Davis) memilih bekerja menjadi pelayan rumah tangga di keluarga kulit putih seperti wanita-wanita berkulit hitam lainnya. Dengan setia ia mengasuh anak perempuan keluarga Leefolt yang tak pernah mendapat kasih sayang dari ibunya sendiri, Elizabeth (Ahna O’Reilly). Rekannya, Minny Jackson (Octavia Spencer) yang memiliki kemampuan lebih dalam memasak bekerja pada Hilly Holbrook (Bryce Dallas Howard) yang rasis. Hanya ibu Hilly (Sissy Spacek) yang membuat Minny terus bertahan hingga akhirnya aturan pelayan kulit hitam tak boleh menggunakan toilet yang sama dengan majikan mereka yang berkulit putih membuatnya diusir secara kasar oleh Hilly. Hilly memang merupakan salah satu pendukung program berbau rasis ini. Minny lantas tak lagi diterima bekerja dimana-mana sampai Celia Foote (Jessica Chastain), sosialita kaya namun tersisih dari pergaulan Hilly dkk dengan sebuah latarbelakang, memperlakukannya sebagai sesama manusia. Sementara Skeeter (Emma Stone), putri dari keluarga Phelan yang baru kembali dari kuliahnya di University of Mississippi dan berpikiran terbuka tengah menelusuri cara untuk merubah perilaku rasis di daerahnya ini melalui karir yang baru dimulainya di sebuah media lokal. Skeeter juga mencurigai ibunya atas berhentinya pelayan yang telah mengasuhnya sejak kecil. Sekarang, diam-diam Skeeter menggunakan kekuatannya sebagai penulis dengan dukungan atasannya, Miss Stein (Mary Steenburgen), untuk mengekspos suara hati para pelayan kulit hitam ini. Dengan Aibileen dan Minny sebagai narasumber pertama yang memiliki banyak cerita unik dibalik pengalamannya, mereka memulai usaha gerilya untuk membuka mata dan hati setiap orang yang membacanya, walau dengan resiko seberat apapun, tersisih dari pekerjaan bahkan difitnah atas nama hukum. Apalagi, Hilly dengan segala daya upayanya tetap mendorong sosialitanya berlaku rasis bersama sebuah kasus yang menaikkan tensi rasisme disana.

The Help’ sebagai sebuah novel memang sudah sangat powerful menyampaikan inti konfliknya tentang rasisme di era civil rights Amerika itu bersama semua aspek-aspeknya, mulai dari pengasuhan anak, pergaulan sosialita masing-masing ras, jurnalisme hingga isu-isu politik yang serba carut marut dalam rintangan persepsi manusiawi kaum-kaum pada masa itu. Namun adalah adaptasi Taylor bersama pilihan cast-nya yang secara mengejutkan membuat film ini menjadi begitu kuat menerjemahkan setiap line dialog yang ada dalam skenarionya. Viola Davis, pemeran Aibileen jelas tak diragukan lagi kekuatan akting yang sudah menganugerahinya nominasi Oscar untuk Best Supporting Actress di ’Doubt’ tempo hari. Emma Stone tampil sama mengejutkan sebagai pemeran utama di karakter yang sedikit sekali menonjolkan kecantikannya seperti film lain di resume karirnya, bersama Jessica Chastain yang kian melambung menjadi aktris di film-film berkelas festival. Namun dua highlight yang paling bersinar di departemen akting ’The Help’ adalah Bryce Dallas Howard, yang lagi-lagi membuktikan nama besar sang ayah, sutradara Ron Howard, sama sekali tak bisa dijadikan senjata untuk mencibir nepotismenya di Hollywood, bersama aktris Afro-Amerika Octavia Spencer dari serial ’Ugly Betty’ yang berakting dengan intensitas penuh di mata besarnya yang bicara selantang dialek selatannya. Di tangan mereka, termasuk score Thomas Newman yang juga bekerja dengan sangat baik menonjolkan naik turun emosi yang tertuang ke dalam ’The Help’, tema humanis tentang sebuah keberanian hati dan perjuangan manusiawi itu muncul bagaikan peluru raksasa yang siap meledakkan hati Anda berkeping-keping. Heartbreaking, inspiring and uplifting at the same time, dan saat semuanya berakhir dengan themesong ’The Living Proof’ yang menyayat dari Mary J.Blige, percayalah, ‘The Help’ akan meninggalkan mata basah Anda bersama hati yang tersentuh luarbiasa. This is, amazingly, the most beautiful movie this year and might be, one over the decades. (dan)

~ by danieldokter on November 22, 2011.

6 Responses to “THE HELP : COURAGE OF THE HEART”

  1. Uraian yang sangat panjang untuk film yang sangat jelek, hahaha.

  2. 😀. hampir aja shocked😀

  3. […] The Help […]

  4. […] THE HELP […]

  5. […] – Jim Burke, Jim Taylor and Alexander Payne EXTREMELY LOUD AND INCREDIBLY CLOSE – Scott Rudin THE HELP – Brunson Green, Chris Columbus and Michael Barnathan HUGO – Graham King and Martin Scorsese […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: