ARISAN! 2 : A PASSIONATELY FASCINATING GETAWAY

ARISAN! 2

Sutradara : Nia Dinata

Produksi : Kalyana Shira Films, 2011

1, 2 atau 3 tahun, itu sekuel. Nah kalau 8 tahun dengan barisan cast utama yang sama, itu namanya reuni. So what will you do in a reunion? A lot of chats, itu pasti. Mulai dari pengalaman pribadi sampai isu-isu sosial yang lagi ‘happening’ di sekitar Anda. And when you’re come from a jetset society, pastinya, tempat akan jadi satu hal yang sangat layak dipertimbangkan. You won’t choose an old buildings, your old school or college, tapi pasti situs-situs liburan dengan panorama indah.  A total getaway dimana Anda memang tak harus memikirkan tetek bengek kerjaan dan lainnya. Kalau bisa, problema hidup yang ada pun dicari sisi pelariannya. Dan semua bakal diwarnai old feelings yang masih ‘bumped in’ satu sama lain, oh yes. So this is it. Arisan 2, yang awalnya digagas sebagai proyek seorang Nia Dinata untuk merayakan ‘life begins at 40s’nya, is a celebration of life. Waktu dimana Anda memulai guliran usia itu dengan sebuah getaway demi bersantai sesenang mungkin, if you could, with your loved ones. Oh ya, teman-teman baru yang dibawa teman Anda, mungkin? Kecuali kelasnya layak untuk dilihat, lupakan latarnya. Realita. Itu juga mungkin yang jadi alasan kenapa Nia tak lagi memerlukan pendalaman konflik dan karakterisasi seperti yang digelar Joko Anwar secara sangat, sangat, menyeruak di film pertamanya. This is Nia’s own passion seperti yang dilukiskan di sepenggal kalimat akhir di epilognya. Sebuah pagelaran yang sangat personal, dan percayalah, kita semua bisa merasakannya. It’s deeply passionate!

8 tahun berlalu, dan banyak yang sudah berubah. Sakti (Tora Sudiro) yang sudah menemukan jatidirinya sebagai seorang gay kini tak lagi pacaran dengan Nino (Surya Saputra). Sakti kini dekat dengan Om Gerry (Pong Hardjatmo), pria paruhbaya yang belakangan diketahuinya adalah suami dari dr. Joy (Sarah Sechan), dokter kulit (yup, bukan bedah plastik ya. Itu beda.) pribadi Sakti, sementara Nino yang sibuk menjadi penggagas festival film, berhubungan dengan Octa (Rio Dewanto) yang masih berondong. Andien (Aida Nurmala) meneruskan hidup setelah ditinggal suaminya dan masih sibuk berkutat dengan bisnis EO-nya. Meimei (Cut Mini) harus berurusan dengan penyakitnya di bawah rawatan dokter herbal/tradisional Tom (Edward Gunawan) dan menyepi di pedalaman kepulauan Gili, Lombok. Lita (Rachel Maryam), pariban Sakti dari Medan kini sudah menetap di Jakarta dan menjadi single mother bagi putranya, Talu (Keiko Marwan). Sebagian ibu-ibu arisan itu juga masih berkumpul bersama penulis Yayuk Asmara (Ria Irawan) dan rekan dr. Joy, Ara (Atiqah Hasiholan). Sekilas semua penuh kepalsuan. Namun dibalik hingar-bingar sosialita dengan asesoris-asesoris mahal, suntikan botox dan chemical peeling untuk mengatasi ketakutan mereka menempuh umur yang menua bersama batasan-batasan berbeda di diri masing-masing, sahabat tetaplah sahabat yang sekali waktu masih perlu menghidupkan api di gairah-gairah yang hampir mati.

Seperti sebuah reuni, di depannya, ini memang hanya gambaran penuh gegap gempita kesenangan. Riuh seperti film pertamanya. But look deeper. Ini tak jauh berbeda dengan pendalaman konflik dan karakterisasi dalam pengenalan karakter-karakter yang dulu dibesut Joko Anwar dalam skenarionya. Setiap konflik yang sekilas terasa superfisial itu, Nia sekaligus menyentuh ketakutan manusia dibalik sosialita, usia, kecemburuan hati dan batasan keinginan orang-orangnya. Termasuk beberapa isu sosial dan sindiran terhadap hal-hal yang sedang jadi trend di sekitar kita. Mau dari soal gay, lesbian, hal-hal seksual lain, social networking sampai ke masalah gorengan, kebanyakan dari sindiran itu kini malah tak lagi terasa segmental bagi makhluk luar kehidupan metropolitan. Dan Nia, memilih menyampaikannya kegelisahan itu dengan keindahan landscape dan sinematografi yang luarbiasa cantik, secantik bintang-bintang dengan konsep tampilan mulai dari kostum hingga set-set yang dipilihnya. Kita bisa tertawa, terhibur menyaksikan situs-situs getaway yang tampil sebagus brosur travel, tapi sekaligus balik melihat ke belakang atas konflik-konflik yang sama. Semua pendukungnya masih menghadirkan akting yang sangat konsisten ke film pertama yang sudah berjarak 8 tahun itu. Cut Mini yang sangat ‘full of passion’ di seluruh gestur dan ekspresinya, Tora Sudiro yang kembali menyadarkan kita akan potensinya setelah tercemar film-film komedi tanpa juntrungan dengan chemistry yang tetap super bersama Surya Saputra, Rachel Maryam dengan logat Batak meski tetap tak bisa pas di lafal ‘kau’nya, Pong Hardjatmo yang menunjukkan ke-senior-annya meski sedikit tipikal dengan perannya di ‘Babi Buta Yang Ingin Terbang’, sampai Rio Dewanto dan Edward Gunawan sebagai ensembel baru. Jauh bertolak belakang dengan debut fenomenalnya di ‘?’ yang temperamen, Rio Dewanto sangat juara memerankan Octa dengan segala atribut gay berondong-nya, bersama Edward Gunawan, aktor sekaligus sineas baru asal Medan (film pendeknya, ‘Payung Merah’, masuk dalam nominasi FFI tahun ini) yang tampil sekalem karakter mereka sebagai dua penebar pesona terbesar di film ini. Oh ya, jangan lupa juga tampilan singkat Adinia Wirasti sebagai bartender Molly dengan dialek Bali yang tak lari sedikit pun dalam menyampaikan atmosfer full of passion itu. Score dan pilihan soundtracknya juga sama juara mengantarkan sinematografi panoramik yang serba cantik tadi. After all, life is all about passion, and this is a show of beauty that simply landscaped our hearts. Tak hanya sebuah sekuel aji mumpung yang serba kosong, namun sebuah passionate getaway yang sangat, sangat, mempesona di semua sisinya. (dan)

~ by danieldokter on November 30, 2011.

17 Responses to “ARISAN! 2 : A PASSIONATELY FASCINATING GETAWAY”

  1. ceritanya, klo menurut saya, hampir gak ada nih pak dokter. Teh Nia sepertinya sedang ber kontemplasi, dan dituangkan ke film ini. scenery dazzling dari Gili Trawangan doesn’t hurt at all🙂
    dan Rio Dewanto makin GOKIL!!! Semoga membuat Modus Anomali nanti semakin HITZ😀

  2. ahaha. Kang Fariz😀. just like reunion kan? ga banyak cerita kecuali ngobrol2. tp dari situ justru banyak muncul yg mau dibicarain di gelisah2nya sosialita itu😀. yup.landscapenya juara, dan si Rio ini the most promising thing sepertinya ya. pasti thn depan seabrek2 muncul film2 dia.

  3. Enak ditonton dan menghibur. Unsur spiritual nya kental. Terlihat kematangan seorang nia dinata sbg salah 1 sutradara terbaik indonesia. Keriuhan karakter2 baru menyisakan beberapa hal yang tak terjawab. Beberapa cameo seleb rasanya tidak perlu. Ending mengisyaratkan Arisan!3 ?? Buat saya, film Indonesia terbaik tahun ini. A must watch movie

  4. cameo kan salah satu nilai jual juga🙂. makin seabrek makin hilarious biarpun kalo ga disempalin gpp juga😀. hope there’ll be more of these kinds. film kita yg ga malu2 menyampaikan temanya🙂. yup, a must watch.

  5. Pak Dokter, aku rada gak ngeh ending yg anak main biola dan lukisan anak yang satu lagi. Apa artinya yah ? Trus molly, tom dan mei2 itu ngapain subuh2 masuk kamar bertigaan ?

  6. i guess it’s just a symbol dari sosialita yg berbeda🙂. maju ke depan atau diem di belakang kaya karakter2nya juga. masuk ke kamar bertigaan, haha! I wish there’ll be a deleted scenes in dvd tp kayanya Nia memang cuma pengen buat penontonnya penasaran dan menyimpulkan persepsi sendiri aja, sama kaya karakter Molly yg stare-nya udah serba misterius sejak awal. it’s one of the best scenes anyway.

  7. Jadi Ara itu siapa ? Kekasih dr joy atau istri kedua gerry ? Atau 2-2 nya ? Ga paham saya. My old conservative brain ga sampe kesana hehehe

  8. 🙂. Ara itu sebenarnya meant to be dr. Joy’s financier, and if you noticed, dia juga mensuplai cowok2 muda buat dr.Joy, tp semua saling terbuka dan ngerti2 aja.kira2 seperti itu. kalo ikut gabung apa nggak, you might wish,ya terserah persepsi masing2🙂

  9. seruuuu baca review n comment daniel..jempolan.. jadi ndak sabar nonton arisan yang kedua ini. ngarep banget film ni bisa narik masyarakat indonesia kelas menengah atas tuk nonton film bangsa kita sendiri

  10. thank you🙂. semoga ya!

  11. Saya sudah nonton filmnya, cuman cast Molly agak tersamar disini, agak terkesan misterius dan menganut faham kebebasan (mengalir apa adanya dlm hadapi hidup). Sentuhan2 fisik pada Meimei tergurat penuh arti. Apakah dia seorang lesbian?

  12. karakternya emang dibuat free spirited dgn jelas. soal lesbian, might be, i felt that way too, dan semoga pembuat filmnya juga maksudnya sama🙂

  13. Dokter, postingan comment sebelum saya (comment box di atas saya) rata-rata dibuat tgl.30 Nov, padahal setahu saya film ini rilis perdana per 1 Des. Apa mereka semua sudah watched saat Premiere-nya ya? (khusus undangan,kru film, dan media)? Saya bela2in izin ngantor buat film ini….jam 14.30 yang nonton banyak ibu2 arisan hehe… MARI BERBAGI PERSEPSI; Menurut saya, ARA adalah selingkuhan DR.JOY (biseks), dan DR. JOY mengerti kondisi suaminya juga yang gay. OM GERRY adalah biseks juga dan pasangan ini sama-sama tahu. Bisa jadi ARA di-poligami-sehingga lahir anaknya yang pinter main biola. Anak DR.JOY sendiri khan yang suka melukis itu. Di akhir film, digambarkan ‘keluarga yang utuh’ dan begitu disecreetnya.🙂 Peran YAYUK (Ria Irawan) sebagai penulis buku dan profil DR JOY agak kurang tergali disini, siapa dia dan bagaimana perkembangan dia berikutnya, masih samar. Peran Bapak China (aduh lupa, cast: Iwet Ramadhan) apakah itu kekasih LITA (ayah dari TALU)?? Hmm…mencurigakan. ABOUT TIGA GILI (Meimei, Molly,Tom) dalam ‘genggaman tangan penuh misteri’, menurut saya its meant do free sex, sebagai konsep kebebasan yang dianut mereka bertiga. Hidup dibuat tidak ada beban karena sebenarnya beban hidup sudah membebani mereka……SALAM.

    • Soal tanggal mungkin aja ya, sy juga ntn premiere sblm rilisnya, undangan dari slh satu media disini. Soal filmnya bisa aja begitu, terserah persepsi msg2 tp emang poin yg pingin ditunjukin disini bkn lg soal orientasi seksual tp lbh ke free conceptnya, cuma ga sampe jd gambaran eksplisit lbh lanjut. Tp bagus kok bgt, semakin penasaran, semakin asik. just like life, yg milih ya kt sendiri🙂. Iya kan?

  14. Yohan, di jkt dan bdg, film arisan 2 midnite show untuk public sabtu 26 nov. Saya nonton midnite show nya. Full house euy. Hebat

  15. […] Arisan! 2 […]

  16. […] ARISAN! 2 […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: