ALVIN AND THE CHIPMUNKS : CHIPWRECKED ; CHIP-FUN !

ALVIN AND THE CHIPMUNKS : CHIPWRECKED

Sutradara : Mike Mitchell

Produksi : Regency Enterprises, Bagdasarian Productions & 20th Century Fox, 2011

Hingga versi layar lebar pertamanya di tahun 2007, anak-anak Indonesia mungkin tak begitu mengenal ‘Alvin and The Chipmunks’ sepopuler karakter-karakter kartun lainnya. Nama kreatornya, Ross Bagdasarian, Sr. yang pertama kali menciptakan band animasi para chipmunks ini di tahun 1958 juga tak setenar Hanna-Barbera atau Walt Disney. But hey, diskografi dan filmografi mereka termasuk di layar teve atau homevideo juga bukan sedikit. So no wonder, kala film pertamanya itu dirilis dengan teknik animasi digital ala sekarang yang dimixed-up dengan karakter manusia, ditambah soundtrack recycled lagu-lagu pop yang happening, nama mereka pun makin melambung. And came the sequel titled ‘The Squeakuels’ memperkenalkan karakter ‘The Chipettes’, girlband saingan sekaligus sahabat ‘The Chipmunks’ yang pertama kali muncul di tahun ‘80an dari kreasi Ross Bagdasarian, Jr. dan istrinya, Janice Karman. Kesuksesan yang sama membuat Fox dan Regency tak ragu untuk melanjutkan sekuelnya, namun pastinya mereka berhadapan dengan satu kendala dalam pengumpulan box officenya. Penonton dewasa yang cepat bosan kalau tak disuguhi inovasi-inovasi baru. But hey! This is only a holiday movie, dan tak ada karakter yang bakal jadi dewasa atau mengidap psikosis.Alvin tetaplah Alvin, and I’m sure their fans, mostly our little ones, wants them to play along on usual tracks. Trailernya yang me-mocking ‘Titanic’ dan sedikit mengambil peluang promo bakal rilisnya versi 3D film legendaris itu sudah hadir jauh-jauh hari, dan mereka tak begitu berbohong kok. See the title. It called ‘Chipwrecked’ where the chipmunks got shipwrecked in an island. Oh, dan karakter sang manager, dad, friend, or whatever you like, Jason Lee, yang hanya muncul sepenggal di sekuelnya, kini kembali.

Merayakan liburan, Dave Seville (Jason Lee) membawa The Chipmunks serta The Chipettes dalam sebuah pelayaran kapal pesiar sambil tetap mewanti-wanti mereka terutama Alvin (Justin Long) untuk tak menggelar spesialisasinya membuat keonaran. Simon (Matthew Gray Gubler) yang lebih bijaksana pun disuruh ikut mengawasiAlvindan Theodore (Jesse McCartney) yang polos namun suka ikut-ikutan. Namun Alvin tetaplah Alvin. Kesenangan di kapal pesiar membuatnya lepas kendali. Kekacauan terjadi dan akhirnya mereka, berikut The Chipettes; Brittany (Christina Applegate), Jeanette (Anna Faris), Eleanor (Amy Poehler) berikut Ian Hawke (David Cross), mantan asisten Dave yang sirik dan sekarang bekerja jadi badut di kapal itu, terdampar ke sebuah pulau terpencil. Terpisah dengan Dave dan Ian,Alvin dkk harus mencari cara untuk bisa keluar darisana, namun mereka malah berjumpa dengan Zoe (Jenny Slate), mantan kurir yang sudah bertahun-tahun terdampar disana dan mempunyai tujuan rahasia. Saat Simon yang terkontaminasi bisa laba-laba berubah kepribadian menjadi Simone (Alan Tudyk) yang bersikap bak petualang Perancis gentleman, sementara ancaman bahaya dari ambisi Zoe makin memperkeruh, rasa tanggung jawab Alvin pun ikut terpicu.

The question is simple. Apa sih sebenarnya yang Anda harapkan ketika datang ke bioskop untuk menyaksikan franchise ’Alvin and The Chipmunks’ ? Plotnya boleh saja berbelok ke excitement baru di koridor hiburan sangat childish dengan sebuah adventure demi menyampaikan pesannya sebagai film keluarga, namun selebihnya tergantung pada ekspektasi pemirsanya. Oh, c’mon. Tak ada yang berubah dari karakterisasi, teknik animasi bahkan tampilan Alvin. This Alvin won’t grow up like Harry Potter, dan saya yakin, bahwa sebagian besar pemirsa dewasa baik yang memang nge-fans, ingin bernostalgia atau sekedar menemani si kecil, pasti punya satu ekspektasi yang sama dalam lingkup hiburan. Menikmati lagu-lagu trending yang didub ala Donal Bebek sebagai suara The Chipmunks band. Mulai dari Lady Gaga sampai ‘We No Speak Americano’-nya Yolanda Be Cool & Dcup yang sekarang jadi clubanthem dimana-mana, dengan sedikit mashed up atau remix. So why mind the plot? Toh kita semua tahu bahwa Alvin takkan pernah jadi animasi ala Ghibli yang dalamnya kemana-mana. Kalau saja anak-anak bisa me-rating film di situs-situs kritik film terkemuka di internet, pasti hasil rating rata-ratanya tak akan serendah sekarang ini. Go to the theatres and you’ll feel their big laughs over the scenes. Then don’t worry, selama ekspektasi itu tepat sasaran, Anda akan mendapatkan hiburan sama dengan pernak-pernik Alvin sebelumnya, lengkap dengan pesan uplifting sebagai sajian penutup tahun di saat liburan. Melihat mereka beraksi seolah live human band saja sudah cukup fun, apalagi ditambah sedikit seru-seruan serba konyol sebagai konsumsi segala umur. Kalau tak suka, ya silahkan antri di studio sebelah. Ini memang cuma holiday movie kok. Pure entertainment tanpa embel-embel. Thus as ever, chip-fun! (dan)

~ by danieldokter on December 24, 2011.

One Response to “ALVIN AND THE CHIPMUNKS : CHIPWRECKED ; CHIP-FUN !”

  1. […] Alvin and the Chipmunks: Chipwrecked […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: