JACK AND JILL : DUNKACCINO OVERDOSE

JACK AND JILL

Sutradara : Dennis Dugan

Produksi : Happy Madison Pictures & Columbia Pictures, 2011

So here’s a question. Sudah sebegitu bencikah kritikus pada humor Adam Sandler yang mereka anggap tak pernah berkembang? Entah memang ada pola jelas dalam penilaian mereka bahwa seorang komedian harus sekali waktu berserius-serius di film non-komedi atau baru ditakjubkan oleh Judd Apatow, I’ll tell you what. Mereka sempat begitu memuji Sandler dulu ketika muncul dengan gaya komediknya yang sedikit beda di saat dominasi Jim Carrey masih melambung di atas. Sandler memang sempat ikut dalam ensembel cast beberapa film komedi, namun baru benar-benar membawa namanya sendiri dalam ‘Billy Madison’. Film itu tak bagus. Namun kemudian konsepnya mulai jadi jelas dalam ‘Happy Gilmore’. Gaya komediknya pun dipuji-puji di sana-sini. Bukan hanya oleh penonton yang langsung jadi fansnya, tapi termasuk juga para kritikus dunia tadi. Dan ini semakin hebat ketika Sandler melangkah ke ‘The Wedding Singer’, yang rata-rata masuk ke dalam list rom-com terbaik dimana-mana, serta sebuah tema sport uplifting yang juga diresepsi sama bagusnya, ‘The Waterboy’. Ada nalar komedi childish yang sedikit kurangajar di film-filmnya, menendang dan menghina sana-sini, mostly to older adults, tapi dibaliknya, that if you noticed, Sandler justru hampir selalu punya pesan jelas bak seorang ‘kakak yang baik’ bagi adik-adiknya. Ia seperti merangkul orang-orang yang termasuk dalam kategori sering di-bully, dan akhirnya dengan ending yang juga hampir selalu menyentuh, membuat pelengkap-pelengkap penderita ini jadi sukses. Like a zero to hero. Total sickjokes but with more hearts. Dan bukan hanya di luar film, Sandler juga berbuat sesuatu yang sama terhadap komedian-komedian junior dan seangkatannya yang sama-sama alumnus ‘Saturday Night Live’. Dengan Happy Madison Pictures-nya, ia memproduksi film-film dimana komedian yang sebelumnya cuma mentok di ensembel cast jadi komedian yang punya film sendiri. David Spade, Rob Schneider adalah diantaranya, berikut Dana Carvey dari ‘Wayne’s World’ yang bintangnya tertutup oleh kesuksesan solo Mike Myers. Namun kala Sandler melangkah semakin ekstrim dengan lawakan-lawakan kurangajar-nya, kritikus mulai meninggalkannya di ‘Big Daddy’. Gayanya mulai diangkap membosankan serta annoying, begitu-begitu saja, meski bagi fansnya, film Sandler tetap dinanti. Dan pastinya, resepsi ini makin bergeser lagi saat Judd Apatow dan sineas-sineas sejenisnya masuk dengan ide-ide komedi serba inovatif ke Hollywood. They hate him more, but the box office, stays.

Film-filmnya tetap mencetak uang tak sedikit, bahkan di persaingan film-film blockbuster penuh efek. Sandler mungkin menyadari ini hingga berkolaborasi dengan Apatow di ‘Funny People’ yang tak segila filmnya yang lain. Ratingnya memang bagus, namun perolehan box officenya, payah. Maka Sandler pun kembali dengan ‘Grown-Ups’ yang balik dimaki-maki kritikus namun mencetak hampir 300 juta US$ di peredaran dunianya. He walked on, dengan ‘Just Go With It’ dan ‘Jack And Jill’ yang jauh lebih nyeleneh ini, tetap dengan Dennis Dugan, sahabatnya, di kursi sutradara. Toh Sandler punya senjata untuk tetap melancarkan perangnya. Salah satunya dengan mengajak aktor-aktor hebat yang mulai bermasalah dengan karir serta rating kritikus sambil tetap mengajak pendukung dan sahabat-sahabat komediannya tampil sebagai cameo. Yup, Al Pacino, salah satunya, yang disini muncul sebagai peran penting penuh mocking terhadap industri Hollywood. Hasilnya bisa ditebak.  Selain mendapat status ‘rotten’, dua film ini mulai bermunculan di list film terburuk 2011. ‘Just Go With It’ masih tetap mencetak lebih dari 200 juta US$ di peredaran dunianya, sementara ‘Jack And Jill’ sedikit merosot setelah pembukaan yang cukup bagus, namun tak juga sampai berstatus flop. So will Sandler get softer after this? Well, let’s see. Namun yang jelas, pesan upliftingnya sebagai ‘big brother’ dibalik kegilaan lawakannya belum hilang di film yang menyorot problem anak-anak kembar ini. Dan rasanya, coba lihat sendiri, ledakan tawa penonton di bioskop mau seberapa tololnya pun lawakan itu, mungkin masih bisa jadi bukti.

Tak sepertinya saudari kembarnya, Jill (Adam Sandler), Jack Sadelstein (Adam Sandler), yang bekerja sebagai eksekutif studio pembuatan iklan televisi jauh lebih sukses. Hidup bahagia bersama Erin (Katie Holmes), istrinya serta sepasang anak adopsi, Sofie (Elodie Tougne) dan Gary (Rohan Chand), ia juga aktif bersosial ria dengan mempekerjakan orang-orang miskin bahkan mengajak gelandangan untuk makan bersama. Namun ketenangannya terusik dengan rencana Jill yang selama ini tinggal di kawasan bronx untuk melewatkan liburan thanksgiving di rumahnya. Sejak mereka beranjak dewasa, Jack memang sedikit membenci Jill yang nerdy  dan buruk rupa dalam statusnya sebagai wanita. Walaupun dilarang Erin, Jack tetap berusaha mengenyahkan Jill dari kehidupannya, namun masalah kontraknya dengan sebuah jaringan resto donat terbesar yang menginginkan Jack merekrut Al Pacino (Al Pacino) sebagai bintang iklan cappucino baru bernama ‘Dunkaccino‘ (produk ini memang betul-betul ada di sebagian gerai donat terbesar itu) mau tak mau membuat Jack membujuk Jill tetap tinggal. Pasalnya, Pacino yang mereka prediksi pasti bakal menolak iklan yang mengharuskannya tampil konyol itu terpesona pada pandangan pertama oleh kepolosan Jill, sementara Jill yang terpikat pada Felipe (Eugenio Derbez), duda Meksiko pengurus kebun Jack yang dinilainya jauh lebih tulus, malah tersinggung saat merasa Jack ingin menjualnya demi karir. Kekacauan pun memuncak kala Pacino memaksa menyusul ke kapal pesiar tempat Jack merencanakan tipu muslihatnya.

Agaknya Sandler sedikit terlalu jauh melangkah kali ini. Bukan soal double role-nya sebagai Jill yang notabene lawan gendernya, karena seorang Robin Williams atau Dustin Hoffman pun justru sangat bersinar ketika beralih rupa sebagai wanita. Itu sah-sah saja dalam koridor komedi, namun bangunan komedi fisik yang dipush-nya lewat karakter Jill memang jadi kelewat annoying secara ekstrim sehingga di beberapa bagian tak lagi terlihat wajar. No wonder, seberapa lucu pun joke-jokenya hingga keseriusan akting Al Pacino memocking karirnya sendiri, sebagian orang termasuk kritikus tadi jadi membencinya setengah mati. But once you go deeper into his movies, ‘Jack And Jill’ sebenarnya tak jauh berbeda dengan film-film Sandler pada umumnya. Lawakan nyeleneh serba kurang ajar, mocking kesana kemari, ethnic sickjokes, cameo-cameo sahabat komediannya (Rob Schneider, Dana Carvey, David Spade) plus bonus Johnny Depp dan Shaquille O’Neal disini, tampilan soundtrack oldies yang tak pernah ketinggalan (Sonny Bono & Cher’s classic, ‘I Got You Babe’ as the themesong), serta yang paling jelas, mengejek dulu kekurangan fisik karakter-karakternya secara berlebihan sebelum pesan persaudaraan penuh rangkulan itu digelarnya di bagian-bagian akhir, bahkan menampilkan beberapa testimoni saudara-saudara kembar yang ditaruh Sandler di awal dan akhir kreditnya. Bangunan plotnya terhadap karakter Al Pacino juga menambah satu lagi sindiran Sandler terhadap naik turun karir aktor-aktor Hollywood terutama Pacino sendiri yang sekarang sering muncul di teater. Jadi sepertinya, sebagaimana film-film Sandler belakangan, masalahnya hanya ada di persepsi yang berbeda. Some said this is only for his fans, dan begitulah memang adanya. As for me, Sandler tetaplah Sandler. No matter how the ‘eeewwww’ mungkin membuat sedikit mual melihat eksploitasinya terhadap karakter Jill, tapi ini adalah sebuah komedi ala Sandler yang memang tak pernah berserius-serius dalam penyajiannya, thus I can still laugh and got the message clearly. So be it. Pilihannya, Anda bisa tertawa terbahak-bahak bersama sebagian besar audiens lain, tapi kalau memang you’re not into Sandler’s comedy, lebih baik jangan coba-coba walaupun dengan ekspektasi melihat akting Pacino berkonyol-konyol. Bisa-bisa tawa para audiens itu justru membuat Anda makin mual. (dan)

 

~ by danieldokter on December 26, 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: