MY 2011’S LIST OF 10 BEST AND WORST INDONESIAN MOVIES

MY 2011’S LIST OF 10 BEST AND WORST INDONESIAN MOVIES

Selain anjloknya jumlah penonton film kita di tahun ini, memang secara rata-rata teater kita masih dipenuhi film-film tanpa juntrungan. Mungkin ada judul ‘Pocong’ sampai lebih dari lima (meski ‘Poconggg Juga Pocong’ itu beda), atau ‘Kuntilanak’ hampir sama. But noted. Beberapa film juga menunjukkan peningkatan kualitas yang tak sekedar rata-rata. Mimpi itu mungkin masih panjang lagi, namun beberapa yang hadir tahun ini, diikuti banyaknya proyek-proyek bagus yang bakal hadir di 2012, such as Joko Anwar’s ‘Modus Anomali’, Gareth Evans’ ‘The Raid’, atau film anak Ifa Isfansyah, ‘Ambilkan Bulan’, menyebut beberapa diantaranya, mudah-mudahan bisa jadi awal baik yang terus berlanjut, apalagi, festival film kita yang sudah sejak lama salah kaprah terus, barusan ini, meski masih diwarnai aji mumpung-aji mumpung, sudah mencatat kebanyakan nominasi yang dan pemenang yang benar-benar pantas. Dan satu lagi, mulai bermunculan produser yang betul-betul punya niat baik ketimbang, maaf bila arahnya ke sebagian dari etnis tertentu, yang apa boleh buat, dari dulu memang seringnya cuma produksi tanpa dibarengi kualitas layak. Well, here’s my list of this year’s best and worst Indonesian movies, dengan catatan, terburuk adalah yang masih layak disebut film. No, I won’t go with list full of porn-horror atau komedi horor tanpa juntrungan penuh dengan nama KK Dheeraj atau sejenisnya yang bisa lebih dari sekedar sepuluh. It’s not even a movie. Ini masih dalam koridor niat membuat film tapi berakhir dengan hasil serba salah kaprah atas berbagai macam alasan. Click on each title to read the full review to know why. Semoga mimpi ke arah kebaikan itu tak berakhir disini. Dukung terus film Indonesia bermutu, dan tentunya, ajakan Kamis Ke Bioskop yang tak sekedar asal-asalan. Semoga!

 10 BEST INDONESIAN MOVIES 

  1. SANG PENARI

  1. CATATAN HARIAN SI BOY

  1. ? (TANDA TANYA)

  1. TENDANGAN DARI LANGIT

  1. GARUDA DI DADAKU 2

  1. THE MIRROR NEVER LIES

  1. ARISAN! 2

  1. 7 HATI 7 CINTA 7 WANITA

Ketika elemen-elemen tipikal film kita seperti hamil di luar nikah dan karakter-karakter perek yang harus selalu ada bahkan dalam tema-tema feminis dibesut dengan sudut pandang plot yang berbeda, ini hasilnya. Sebuah film Indonesia yang bagus, yang sayangnya ditayangkan terbatas sebelum akhirnya diputar di televisi swasta diikuti peredaran DVD-nya.

  1. THE PERFECT HOUSE

  1. FISFIC 6.1

So FISFiC (Fantastic Indonesian Short Film Competition) yang merupakan proyek ambisius dari insan-insan film yang masih perduli dengan kelangsungan film Indonesia ini ; Lala Timothy, Joko Anwar, Gareth Evans, The Mo Brothers dan Rusly Eddy, untuk mencari bakat-bakat baru sinema kita bukan film bioskop walau ditayangkan terbatas di event INAFFF kemarin? Ah, tak mengapa. Ini adalah bagian untuk mewujudkan mimpi tadi, dengan menjaring bakat-bakat yang bisa memajukan film kita. Diawali dengan Mealtime (Ian Salim) sebagai appetizer yang menarik, Rengasdengklok (Dion Widhiputra) yang unik namun sayangnya tak se’hype’ sambutan paling heboh sewaktu pitch-nya di workshop, Reckoning (Zavero G. Idris) yang cukup intens, Rumah Babi (Alim Sudio) yang, oke, totally scary, Effect (Adriano Rudiman) yang smart hingga Taksi (Arieanji AZ & Nadia Yuliani) ; the freakin’ awesome one sebagai klimaks sekaligus pemenangnya, omnibus ini  adalah sebuah awal yang sudah lebih dari sekedar baik, harus didukung serta disosialisasikan lebih luas lagi.

10 WORST INDONESIAN MOVIES

  1. THE MENTALIST
  1. X: THE LAST MOMENT 
  1. L 4 LUPUS 
  1. TRUE LOVE 
  1. PEREMPUAN-PEREMPUAN LIAR 
  1. KEHORMATAN DI BALIK KERUDUNG 
  1. AKIBAT PERGAULAN BEBAS 2
  1. TARUNG 
  1. MUDIK LEBARAN
  1. DI BAWAH LINDUNGAN KA’BAH

I know. Bukan berarti tidak ada sama sekali bagian yang masih baik di film ini, termasuk artis-artis senior yang kelihatan masih mencoba bermain bagus di arahan yang mereka tahu bakal buruk sehingga jadi sedikit salah tingkah, tapi ambisi kelewat besar dan (berlindung) di niat kelewat mulia terhadap sebuah karya se-berarti ini juga akan membuat kesalahan kecil terlihat besar, dan kesalahan besar jadi semakin dahsyat. Tak usah dulu jauh-jauh ke minus dialek minang dan rekaan nafas bantuan dari masa depan itu. Hanya iklan, yang ditampilkan begitu kasar, gamblang dan berulang-ulang bahkan masuk ke dalam dialognya, apapun alasannya, itu sudah cukup membuat film ini sedemikian tercoreng.  Ya begitulah. Semoga juri-juri Oscar berpendapat lain dan memasukkan film ini, which officially sent from our country to that event, ke dalam satu dari lima nominasi akhirnya.

~ by danieldokter on December 30, 2011.

3 Responses to “MY 2011’S LIST OF 10 BEST AND WORST INDONESIAN MOVIES”

  1. Kalo aja Sang Penari yang dibawa ke Oscar haha

  2. haha ternyata ada juga film yang judulnya KEHORMATAN DI BALIK KERUDUNG *mengenaskan

  3. yup. it should be Sang Penari instead of ‘Katjang Garoeda’. duo pula :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 6,353 other followers

%d bloggers like this: